Arema Indonesia Sang Juara Sejati 2010

Arema Indonesia baru kali pertama mencicipi manisnya menjadi juara ISL pada tahun 2010. Arema yang sebelumnya bernama Arema Malang ini hanya bisa melaju sampai putaran awal saja sebelum akhirnya meraih gelar di musim 2010 ini. Hal ini tentu saja karena kerja keras seluruh punggawa Arema dan tangan Dingin Robert Rene Alberts yang menunggangi tim ini hingga sampai pada puncak gelar ISL.

Pada awalnya, di awal musim Robert hanya mendapatkan pemain yang skillnya rata-rata tak terlalu unggul dibanding skill rata-rata pemain tim lain. Namun Robert berhasil membuktikan bahwa dari tangannya bisa terlahir bintang-bintang persepakbolaan tanah air yang baru. Sebut saja M.Fakhruddin, Ahmad Bustomi, Kurnia Meiga, Dendy Santoso, Irfan Raditya, Juan Revi dan masih banyak lagi. Desas-desus yang terdengar malah 8 pemain lokal Arema kini dilirik oleh pelatih Timnas Indonesia untuk mengikuti seleksi pemain Timnas.

Terbukti bahwa Robert memang pelatih andal. Dengan bekal pemain yang pas-pasan, dia mampu membuktikan konsistensi Arema di kancah persepakbolaan Indonesia. Maka dari itu, tak heran bila seluruh warga Malang terutama Aremania-julukan supporter fanatik Arema- bangga dan mengucapkan terima kasih yang banyak pada sang pelatih dari dari Belanda ini. Bahkan mantan pemain Ajax Amsterdam ini dijuluki The Special One-nya Arema.

Sebenarnya pada awal musim, Liestiadi-asisten pelatih Arema- mencari pelatih yang baik yang Arema setelah mengalami prestasi yang buruk pada musim 2009. Nah dari situlah, Liestiadi ini menemukan Robert Alberts. Dan kmeudian, setelah teken kontrak Robert merekomedasikan pemain Asing dari Singapura,yah seperti kita tahu, M.Ridhuan dan Noh Alam Shah untuk bergabung dengan klub kecintaan warga Malang ini. Setelah menjalani proses seleksi terpilihlah beberapa pemain yang sebenarnya tak begitu kuat. Bahkan diantara mereka adalah pemain yang dibuang oleh tim mereka sebelumnya. Seperti Pierre Njanka yang dibuang dari Persija, M.Fakhruddin yang dibuang dari Persisam. Serta, pada awal seleksi Roman Chmelo hendak dicoret namanya oleh Robert Alberts, namun pada akhirnya Roman menjadi pahalawan yang dibanggakana Aremania. Jadi yang pada awalnya Arema adalah tim kuda hitam, kini mereka benar-benar menjadi singa yang ditakuti lawannya.

Bahkan pada pertandingan terkahir melawan Persija, Arema masih sempat menorehkan angka sempurna dengan menceploskan 5 gol yang hanya dibalas 1 gol oleh striker-yang katanya terbaik seIndonesia- Bambang Pamungkas dan mempermalukan Macan Kemayoran di kandangnya sendiri. Usut punya usut, mantan pelatih Arema Benny Dollo,yang notabene mengantarkan Arema juara Piala Indonesia 2 musim berturut-turut, merasa iri atas kemenangan Arema dan menganggap bahwa kemengangan Arema adalah hadiah disebabkan oleh faktor non-teknis. Tetapi, (29/06/2010) di depan matanya sendiri tim asuhannya,Persija Jakarta kalah telak. Nah kalau gitu siapa yang malu dong ? Harusnya BenDol minta maaf sama Robert Alberts. Itulah sebabnya jadi orang jangan ketinggian omong, oopps! Maaf yah Bung BenDol. Dan juga buat The Jack! Salut buat kalian walau tim kesayangan kalian kalah kalian tetap sprotif dan mau mengalah tanpa berbuat anarkis. Yap Aremania dan The Jack semoga tetap langgeng menjadi saudara. Semoga juga buat Bonek dan Viking, cepet baikan ma The Jack ma Arema. Gak usah kebanyakan musuhan. Kita kan satu bangsa dan satu negara. Ojrit?!