Belajar Indonesia.

Indonesia negara kepulauan yang terletak di kawasan asia tenggara dan berpenduduk sekitar beberapa ratus juta jiwa. Indonesia merupakan negara berpenduduk terbanyak keempat sedunia dan waw! Indonesia juga merupakan negara yang multikultur dan multiagama.  Berlatar dari berbagai ras dan suku yang hidup di Indonesia sudah jelas terjadi adaptasi multikultural antara warga negaranya. Belum lagi resapan dari bangsa asing macam China, Arab , India bahkan orang Eropa dan Amerika. Pasti Anda dapat membayangkan betapa kayanya budaya yang dimiliki Indonesia.

Kalau dipreteli satu-satu dari Sabang sampai Merauke Indonesia punya warga pribumi yang sifatnya unik-unik dan nyentrik-nyentrik. Kalau kita mau sih kita bisa menggali potensi dari warga negara dan bangsa kita sendiri loh. Sebut saja dari Aceh, daerah istimewa yang berjuluk SERAMBI MEKKAH ini memiliki bahasa sendiri, bahasa Melayu serta adat dan hukum yang tetntunya berbeda dari daerah lain di Indonesia. Lanjut ke Jawa, ada Suku Betawi, ada Sunda, ada orang Jawa, adapula orang Madura. Masing-masing daerah memiliki kekhasan yang menjadi unggulan dan identitas warga pribumi sebenarnya. Tapi apa yang terjadi pada generasi muda kita sekarang? Apa mereka bangga dengan kekeyaan budaya yang dimiliki bangsa kita tercinta ?

Jawabannya TIDAK!! Bila kita berkaca dan kita memandang fenomena yang terjadi dewasa ini, hati kita pasti miris. Akan dibawa Indonesia 10 tahun mendatang ? akankah tetap berjiwa KKN? Akankah semakin bobrok digerogoti jaman yang kian modern ini? Akankah kebudayaan kita yang kaya ini luntur seiring bercampurnya budaya Asing dengan budaya pribumi? Coba kita mabil contoh, masih ingat dengan maraknya kasus video mesum dewasa ini? Iya itu adalah salah satu efek budaya asing yang masuk dalam Indonesia yang tidak disaring dan ditanggapi secara baik oleh generasi muda bangsa kita. Sehingga membuat beberapa orang  yang berumur menganggap bahwa budaya Asing yang masuk ke negara kita hanya membawa mudharat bukan manfaat. Oleh karena itu baiknya kita sebagai generasi muda bisa menyaring budaya asing yang masuk tak hanya ikut-ikut tren saja. Bukankah sebagian besar dari kita ini sudah tahu mana yang baik mana yang benar. Apa manfaat dan apa ruginya? Jadi kenapa harus meniru hal negatif yang sudah  jelas merugikan diri sendiri dan orang lain? Kita sendiri sudah punya jati diri bangsa yang berbudi luhur berasakan Pancasila jadi kenapa tidak yang baik saja yang kita pakai? Bukan maksud menggurui sih. Tapi saya kadang miris sendiri melihat tingkah teman sebaya saya yang sudah melakukan ‘hal’ yang dilakukan orang dewasa.  Tentu saja miris dan prihatin. Awalnya suka lagu-lagu asing lalu filmnya lalu bahasanya lalu lama-lama kelakuannya juga ditiru.

Please deh gaul kan gak harus niru-niru lifestyle orang asing ya kan? Lebih baik berbudi pribumi dan berotak global, itu baru namanya gaul. Bukan Cuma ngedrugs , free sex, clubbing, gangster, dan berbahasa kemInggris. Sesuai tuntutan zaman sih boleh kita berbahasa asing tapi ya jangan lebay atau bahasa halusnya  hiperbola. Tingkah yang semacam itu mencerminkan bahwa rasa Patriotisme dalam diri kita telah terkikis dan entah bisa ditumbuhkan kembali atau tidak. Kalau kita malu sih ya, sekarang kita tahu budaya kita sudah dicuri orang lalu apa langkah kita selanjutnya untuk melestarikan budaya yang masih ada? Adakah usaha? NIHIL! Seharusnya kejadian macam pencurian budaya menjadi tamparan keras bagi kita dong untuk berbenah. Selain itu, apa kita tidak malu? Orang asing saja mau kok belajar budaya bangsa kita. Kenapa kita tidak?!