Menanggapi tentang video porno mirip Luna-Ariel-Cut Tari

Publik Indonesia akhir-akhir ini diributkan dengan isu video mesum yang diduga dilakukan oleh beberapa artis ibukota. Dan terduga kuat aktris serta aktor dalam video yang menggemparkan masyarakat itu adalah Ariel bersama kekasihnya Luna Maya serta pembawa acara infotainment yang jelita, Cut Tari. Semua orang heboh meributkan video yang tak layak jadi konsumsi publik itu. Semua orang menghujat bahwa tersangka dalam video tersebut telah merusak moral bangsa kita bangsa Indonesia dan takut bila video itu akan tersebar ke kalangan anak muda jaman sekarang yang notabene lebih canggih daripada yang lebih tua untuk mengakses hal-hal berbau vulgar dan intim.

Sekarang, kita sebagai orang yang berpikiran dewasa sebenarnya tak pantas main hakim sendiri kepada tersangka kasus video tersebut. Karena toh kita sendiri juga tak bisa mangkir dari hal berbau intim seperti. Hal tersebut manusiawi. Mungkin ada dari anda yang berkata “Tapi sangat memalukan bila hal seperti itu direkam dan disebarkan.” Dan anda merasa jijik terhadap pelakunya. Akan tetapi pada kenyataannya, jauh sebelum video tersebut tersebar ada banyak kasus tentang video mesum mulai dari anggota DPR sampai pelajar SMP. Lalu mengapa kasus video ketiga artis ini sekarang diperdebatkan? Bukankah sangat tidak adil bila kita memojokkan mereka dan menghancurkan prestasi yang telah mereka bangun. Itu sama saja kita berbuat zalim terhadap diri kita sendiri. Kita bisa disebut munafik dong. Karena apa? Sebenarnya banyak sebagian dari kita menyukai hal-hal seperti itu lebih lama, lebih jauh sebelum beredarnya video yang kita bahas disini. Jadi seakan-akan dengan adanya gembar-gembor kasus seperti ini kita seperti telat tanggap terhadap fenomena yang sebenarnya sudah ada di dalam bangsa kita sedari dulu.

Kalau kita mau menanggapinya dengan tidak memojokkan si artis itu cukup membantu si artis berbicara secara terbuka dan meminta maaf kepada publik. Bukan malah memakinya. Pada faktanya, si artis ini yang videonya sudah diduga 98% asli juga tak pernah bermaksud menyebarkan. Jadi kita tak boleh menambah beban yang dialami si artis buktinya saja, ada seorang yang secara sengaja menyebarkan video tersebut mungkin dengan maksud untuk menjatuhkan si artis. Sedangkan, masih banyak artis lain di Indonesia ini yang melakukan hal seperti itu dan sayangnya mereka tidak merekam atau bahkan mereka merekamnya tetapi beruntungnya video pribadi mereka itu tidak tersebar. Jadi sebagai masyarakat yang pintar, kita seharusnya tak boleh semakin memojokkan si artis dengan berbagai macam tuntutan karena sebetulnya di luar sana masih banyak artis atau bahkan anggota Gedung Bundar yang melakukan hal serupa. Kalau si artis ini dikenai hukuman berarti semua artis juga kena impasnya dong.

Nah sekarang kalau kita mau membetulkan adat dan budaya yang sudah melenceng ini kenapa tidak dari sekarang saja kita tanamkan budi pekerti terhadap orang-orang terdekat kita. Tanpa perlu mengajari mereka hujatan yang sama sekali tidak penting untuk diperdebatkan akhir-akhir ini. Kita bayangkan saja, masa baru sekarang-saat gempar-gemparnya video mesum- semua ponsel siswa dirazia. Seharusnya, pihak sekolah merazia ponsel siswa setiap ada waktu bukan karena setiap ada kasus. Lalu polisi yang juga bertindak telat, masa merazia VCD porno baru-baru ini? Seharusnya setiap ada kesempatan mereka merazia bukan? Jadi hal yang dibuat-buat seperti inilah yang semakin memojokkan si artis. Kasihan dong artisnya.

Lalu sebagai pelajaran dari ketiga artis ini, tanpa bermaksud sok suci sih saya menghimbau pada para pembaca agar menghindari yang namanya beradegan tak senonoh dan bahkan merekamnya. Hal itu sungguh bukan hal yang baik, bukan suatu kebanggaan. Malah membuat anda sendiri malu dunia akhirat. Sebelumnya saya meminta maaf apabila kata-kata saya kurang berkenan.