Mari Membahasakan Bukan Mengartikan

Kalau saya tanya Anda apakah Anda bisa ngomong Bahasa Inggris? Saya yakin 70% dari Anda menjawab 'tidak!','Saya tidak bisa', atau 'sedikit-sedikit' nyatanya, Anda bisa kok ngomong Bahasa Inggris. Coba Anda katakan Lebih tepatnya jawablah! Sekolah dalam Bahasa Inggris apa namanya? Tentu Anda menjawab 'ya school donk!' nah itu artinya anda bisa ngomong Bahasa Inggris dari berbagai macam benda, sifat, dan Kata kerja. Anda tahu arti dari Bahasa Inggris benda tersebut juga.

tapi, pertanyaannya sekarang adalah "Apakah Anda bisa berbahasa Inggris?" Anda mulai menyalahkan saya "Lho! sudah bisa katanya? lha wong saya tau artinya kok" . Ya, Anda memang tahu artinya, tapi apakah Anda bisa membahasakannya?

yang saya bahas disini bukan masalah kelancaran Anda berbahasa Inggris bukan pula kemahiran Anda mengartikan Bahasa Inggris melainkan cara Anda membahasakan Bahasa Inggris ke Indonesia, begitu pula sebaliknya. Menbahasakan berbeda dengan mengartikan. Bila Anda mengartikan "Leave For" sebagai "Meninggalkan Untuk" maka Anda membahasakannya dengan "Pergi". Seringkali kita temui mengartikan Bahasi Inggris, kadangkala terasa janggal dalam Bahasa Indonesia. Untuk itulah, meminimalisir kejanggalan arti maka kita gunakan cara yaitu membahasakan. Kata yang semula artinya serasa aneh bila kita bahasakan akan menjadi indah dan mudah dipahami. membahasakan berhubungan dengan konteks kalimat. Seringkali saya dengar di TV di acara lawakan mungkin sengaja di buat lucu Bahasa Inggris hanya diartikan, tidak dibahasakan. Contoh: Kepada Dingin Ikan Berwarna

Kepada = to

Dingin = Cool

Ikan Berwarna = Arwana

apa iya ikan berwarna dalam Bahasa Inggris itu Arwana? hal yang semacam itu secara tidak langsung membuat orang berpikir Bahasa Inggris sebagai lucu-lucuan saja. Jadi, minat orang untuk membahasakan menjadi berkurang. padahal, di masa depan kita butuh Bahasa Inggris untuk berkomunikasi, tidak hanya mengartikan namun sekali lagi membahasakan. 

Bahkan bahasa ibu kita sendiri juga sering diartikan bukan dibahasakan.

contoh: 'Pak Anton sudah masuk', masuk disini diartikan sebagai masuk kerja untuk mengajar.

namun teman saya bilang 'Orangnya belum masuk gitu lo. Orang masih diluar ruangan'.  Ea! padahal masuk adalah kata berpolisemi . . =,=a