Paper : Feasibility Study Analysis

A. Latar Belakang
Kebutuhan pokok manusia yang berupa sandang menjadi pangsa pasar yang bagus bagi kalangan remaja. Selain karena barang tidak mempunyai masa kadaluarsa dan kadar usang, pakaian menjadi kebutuhan yang selalu diminati masyarakat. Apalagi di Malang distro yang bermunculan kebanyakan mematok harga yang kurang terjangkau bagi kantong pelajar.
Berawal dari inspirasi pasar Malioboro di Jogja, maka muncullah sebuah ide untuk membuat clothing line berbasis keunikan kota. Dan segmen terbesar untuk pangsa pasar usaha ini adalah turis dan remaja. Berbekal desain yang lucu, unik, menarik, dan harga yang terjangkau serta kualitas yang memadai, diharapkan usaha ini dapat menjadi usaha yang sukses di kemudian hari seperti brand ‘Caping’, ‘Joger’, atau ‘Dagadu’.



B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana prospek usaha di masa depan?
2. Bagaimana cara memasarkan produk pada masyarakat?
3. Produk apa sajakah yang diproduksi perusahaan?
4. Berapa perkiraan modal yang dibutuhkan?
5. Berapa perkiraan keuntungan yang diperoleh?
6. Dimana tempat usaha akan dibuat?
7. Bagaimana cara mendapatkan bahan baku?
8. Bagaimana cara produksi?
9. Apakah ancaman atau kekurangan dari rencana usaha?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui prospek usaha di masa depan
2. Untuk mengetahui cara memasarkan produk pada masyarakat
3. Untuk mengetahui Produk yang diproduksi perusahaan
4. Untuk mengetahui perkiraan modal yang dibutuhkan
5. Untuk menganalisis perkiraan keuntungan yang diperoleh
6. Untuk mengetahui tempat usaha akan dibuat
7. Untuk mengetahui cara mendapatkan bahan baku
8. Untuk mengetahui cara produksi
9. Untuk memberikan contoh ancaman atau kekurangan dari rencana usaha

A. Penelitian dan analisis
1. Target pasar atau konsumen
Target pasar merupakan langkah awal yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi perusahaan. Dimana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen pada segmen tertentu.

Bersama dengan berkembangnya clothing line di Indonesia dalam memburu pasar , kami berupaya melayani pasar domestik terutama bagi mahasiswa dan pengunjung domestik Kota Malang.

Pemasaran :
a. Produk yang dipasarkan : Kaos oblong
b. Sasaran konsumen : Tourist domestik, mahasiswa, pelajar, masyarakat umum
c. Wilayah pemasaran : Kota Malang
d. Penetapan harga jual : Kaos Sablon Karet, Kaos Sablon Kain, Kaos Tye Dye

2. Ukuran dan trend pasar
Konsep clothing line sangat tergantung pada trend fashion yang paling mutakhir. Maka dari itu, konsep yang diusung dari tahun ke tahun berubah. Akan tetapi yang menjadi ciri khas clothing line kami adalah desain khas Kota Malang, yang bisa berupa kata-kata dan kosakata walikan ala remaja Kota Malang.

3. Situasi persaingan
Situasi kompetisi dalam clothing line yang ada saat ini adalah:

• Tidak semua clothing line di Kota Malang menonjolkan ciri khas Kota Malang.
Kompetitor yang ada kebanyakan hanya menyediakan desain yang tergolong urban, grunge, atau desain lain yang tidak menonjolkan keunikan Kota Malang. Kami berencana membuat sebuah desain yang menonjolkan keunikan bahasa remaja Malang, menonjolkan kebanggaan warga Malang atas klub sepakbola kecintaan, dan juga menonjolkan wisata yang dimiliki di Kota Malang.

• Kompetitor yang ada sudah melekat pada konsumen
Setiap brand yang sudah melekat pada konsumen telah menciptakan komunitas tersendiri. Para pembeli pakaian/kaos cenderung setia pada satu Distro yang menurut mereka paling cocok. Apalagi dengan adanya sistem membering yang dapat meningkatkan loyalty konsumen terhadap suatu brand, karena potongan harga dan fitur lain yang ditawarkan.

B. Rencana Pemasaran
1. Strategi pasar (penjualan dan distribusi)
Banyaknya usaha Clothing Line di Indonesia terutama di Jawa Timur sehingga selain website dengan orientasi pasar global, kita juga perlu memperhatikan kebutuhan lokal. Ketika kita bicara SEO, website kita juga perlu mencakup keyword lokal. Selain itu kita perlu memperhatikan beberapa strategi SEO off-page untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pencarian lokal, termasuk memperhatikan kemungkinan adanya review negatif yang mungkin akan mempengaruhi pemasaran kita di pasar lokal meskipun dari sisi ranking cukup baik. Kita bicara pasar online untuk lingkup lokal, penduduk Indonesia yang membeli dan memesan produk kita melalui website. Mungkin juga tidak sampai membeli tapi tertarik untuk memesan setelah menemukan website kita – mungkin melalui search engine – kemudian datang ke Kota Malang untuk mengunjungi distro kami.

2. Masalah penetapan harga
- Kaos Sablon Karet : Rp30.000,00
- Kaos Sablon Biasa : Rp15.000,00
- Kaos Tye Dye : Rp35.000,00
- Kaos Aremania : Rp15.000,00 – Rp25.000,00
- Jaket Aremania : Rp80.000,00
- Hooded Jacket : Rp100.000,00 – Rp150.000,00
- Tas : Rp250.000,00


3. Periklanan dan promosi
Untuk kelancaran dalam bisnis perlu dilakukan promosi dan periklanan. Promosi dan periklanan meliputi penempelan poster, pembuatan spanduk, papan reklame, website resmi, sosialisasi lewat radio. Yang nantinya akan disebarluaskan ke seluruh pasar yang ada di sekitar Kota Malang dan Jawa Timur.