Resensi Buku : Angels and Demons

Cover Angels and Demons
Setelah bertahun-tahun terbit, Saya baru saja menyelesaikan bacaan Angels and Demons dalam 2 hari ini (katrok sekali). Dulu Saya bukan tipe pembaca novel teori konspirasi, namun sejak menonton sepenggal filmnya kira-kira 3 tahun yang lalu dan sejak menjadi pengamat perkembangan konspirasi persaudaraan Illuminati Saya jadi tertarik untuk melahap buku ini sampai habis. Meskipun awalnya meyakinkan Saya dengan teori konspirasi Illuminati namun buku tidak membuat Illuminati menjadi tokoh antagonis, melainkan kambing hitam.

Awalnya kita diajak si penulis, Dan Brown berspekulasi bahwa Illuminati, Freemason dan lain-lain masih hidup dan menjadi tersangka utama dalam buku ini. Saya sendiri juga meyakini kalau memang Illuminati benar-benar ada dan menyokong perekonomian Amerika Serikat. Buku ini merupakan buku hasil racikan fiksi ilmiah, fakta ilmiah, sejarah yang disajikan dengan matang dan terasa lezat. Dan Brown mengisahkan fiksi ilmiah seolah percobaan pembuktian Kitab Kejadian benar-benar ada, dan memang benar-benar ada beberapa bulan terakhir ini (Ingat partikel Higgs Bosson?) hal itulah yang Saya tangkap ketika Dan Brown bercerita tentang penemuan antimateri oleh Vittoria Vetra dan Leonardo Vetra di CERN. Bayangkan, Dan Brown menggunakan organisasi yang berada di dunia nyata serta menjelaskan secara gamblang, sehingga sepanjang Saya membaca novel ini Saya merasa tragedi yang berada di dalam novel bukan sebuah fiksi tetapi realita yang benar-benar terjadi di dunia ini.

Kita dibawa untuk mendalami konspirasi Illuminati dan berbagai pengaruhnya dalam segmen apapun dalam kehidupan kita, terutama segmen spiritual. Kita dicekokii dengan berbagai macam informasi mengenai Illuminati dan kita terbawa untuk memandangnya sebagai sesuatu yang keji. Memandang Illuminati sebagai sekelompok ilmuwan yang terorganisir secara rapi dan memiliki kecerdasan tinggi, menyusup ke dalam Vatikan dengan rapi dan berusaha mengkudeta Vatika secara terang-terangan.


Ide buku ini sederhana, Ilmu Pengetahuan dan Agama harusnya berjalan beriringan bukan berperang. Tetapi, dalam buku ini digambarkan juga Agama melakukan pembatasan terlalu ketat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Sampai 3/4 buku kita akan tetap mengira bahwa pelaku (dalang) kejahatan pembunuhan terhadap Leonardo Vetra dan 4 kardinal Il Preferiti adalah orang Illuminatus, tetapi ternyata tidak. Justru kalangan internal sendiri, Carmelengo (Kepala Rumah Tangga Kepausan) lah yang menjadi dalang utama kejahatan pencurian bom organik non-nuklir temuan Leonardo, antimateri itu dan otak pembunuhan 4 kardinal calon favorit Paus.

Tujuan Carmelengo ini tidak terungkap secara tersurat, melainkan tersirat yakni karena kecintaannya pada Tuhan terlalu membuatnya terobsesi dan membuatnya merasa bahwa Paus telah mengkhianati janjinya sendiri  terhadap Tuhan dengan memiliki seorang putra, sedangkan putra Paus itu adalah dirinya sendiri.

Dan Brown memang cerdas membuat cerita buku ini tetap menarik diikuti sampai akhir tanpa terpotong dan membuat pembaca merasa deg-deg ser. Dan Brown juga cerdas sekali membuat cerita yang sulit ditebak dan teka-teki yang membuat pembaca kehausan mencari tahu apa jawaban dari teka-teki tersebut. Sayangnya buku ini tidak tepat sebagai bacaan anak di bawah 18 tahun karena mengandung unsur pornografi.

At least, buku ini menegangkan dan tidak mengecewakan!