Review Film : The Adventure of Tintin

Film yang booming tahun 2011 ini memang mengundang decak kagum dari segi animasi dan plot cerita yang disuguhkan, dan satu hal yang membuat orang Indonesia bangga, salah satu kru animator Tintin berasal dari Indonesia! Wow!
Poster Tintin

Awalnya Saya mengira karakter Tintin akan berwajah bulat seperti yang sering Saya dilihat di kartun tetapi Saya takjub karena karakternya benar-benar dibuat menyerupai manusia asli dan Saya tak berhenti berujar "Waw! Animasi sempurna!" Bagaimana tidak? Ekspresi karakter, detil wajah, detil ruangan, pencahayaan dan semua hal yang berada dalam film ini terkesan nyata, bukan animasi. Bahkan bulu-bulu Snauwy terlihat begitu nyata.

Cerita berawal ketika Tintin (Jamie Bell) mengunjungi sebuah pasar kaget di kotanya dan melihat kapal karya Sir Francis Haddock, The Unicorn dipajang oleh seorang pedagang asongan. Awalnya kita masih dibuat santai, setelah Tintin membeli kapal itu seharga 1 pound kejutan demi kejutan dimulai. Kapal The Unicorn terbeli, tiba-tiba ada seorang milyuner bermuka culas, Ivan Sakharine (Daniel Craig) mendatanginya dan berusaha bernegosiasi dengan Tintin agar mau menjual kapal itu. Usut punya usut kapal tersebut punya misteri yang menjadi pokok masalah dalam animasi ini. Kapal itu merupakan replika kapal bersejarah The Unicorn asli yang dimiliki pelaut Sir Francis Haddock, kapal ini dibuat sendiri oleh Sang Pelaut untuk diwariskan kepada 3 ahli warisnya. Awalnya kita berpikir akan ada hanya satu replika tetapi ternyata ada 3 buah replika.


Untungnya, sebelum kapal yang dibeli Tintin dicuri, gulungan yang tersembunyi di dalam kapal sempat terjatuh dan tidak ditemukan oleh si Penjahat, Mr. Sakharine. Tintin mulai mengerti arti gulungan tersebut dan  berusaha mencari 2 lainnya untuk memecahkan misteri kenapa Kapal Unicorn itu sangat berharga. Berdasarkan keingin tahuannya ini, Tintin terlibat dalam percobaan balas dendam Mr. Sakharine terhadap keturunan Haddock. Tintin yang awalnya tidak tahu apa-apa juga akhirnya ikut ditawan Mr. Sakharine. Dalam masa penawanan itu Tintin bertemu ahli waris langsung Sir Francis Haddock, Haddock (Andy Serkis). Sialnya, Haddock ini kapten kapal yang serampangan dan pemabuk, justru kebiasaannya mabuk itu malah membuatnya berharga karena ingatannya menjadi kunci utama yang ditujukan oleh 3 gulungan dari kapal Unicorn itu.

Mereka berpetualang ke Bagghar, timur tengah dengan penuh perjuangan dan hebatnya si Steven Spielberg, selain menghadirkan plot cerita yang selalu menarik untuk diikuti kita tidak dibiarkan santai sedikitpun sejak Tintin bertemu dengan Mr. Sakharine, jantung kita seolah diajak untuk bekerja lebih keras mengikuti perjalanan di jambul ini.

Dengan animasi yang memenangkan beberapa award di 2011 dan cerita yang menakjubkan, Tintin merupakan film yang bisa dibilang tanpa cela. Namun, menurut Saya jalan cerita awal tentang pencarian atau bisa dibilang perebutan harta karun Haddock malah tertutupi oleh konflik balas dendam Red Rackham , kakek buyut Mr. Sakharine, terhadap Haddock itu sendiri.

Score 8.3/10
Sangat direkomendasikan untuk ditonton