Review Film : Ice Age 4 (Continental Drift)

Seperti judulnya, zaman yang dilalui  Manny, Sid dan Diego sekarang ini mungkin sudah tidak bisa disebut zaman es lagi karena zaman ini merupakan zaman terbentuknya kontinen (benua). Masalahnya bukan hanya di pembentukan benua, karena petualangan trio kocak ini lebih dititik beratkan terhadap karakter antagonis yang yah kurang logis, Monyet Bajak Laut! Kapten Gutt.


Film ini dibuka dengan jerih payah Scrat si Tupai dalam mendapatkan kenari, seperti yang selalu ia lakukan di film Ice Age, namun porsi adegan Scrat di film ini diperbanyak. Scrat secara tidak sengaja membuat daratan terbelah menjadi benua-benua yang kita kenal sekarang, dan hal itu berimbas terhadap kehidupan berkeluarga Manny. Anak perempuan Manny, Peaches sedang berada dalam masa pubertas sehingga bagi remaja seusianya, sikap orang tua yang terlalu protektif akan membuatnya semakin berontak. Ketika pemberontakannya terhadap ayahnya semakin meruncing, maka JEGERR! Terbelah lah daratan yang memisahkan dia dan ibunya, Ellie dengan kawanan kecil Manny.

Kawanan kecil Manny terombang-ambing di lautan dengan es yang menjadi semacam sekoci bagi mereka dan menjelajah lautan luas layaknya pelaut. Tak disangka akhirnya mereka bertemu dengan Kapal Bajak Laut Kapten Gutt, si monyet babon dengan awaknya yang sedikit retard. Konflik kawanan Manny di lautan adalah ketika Kapten Gutt merampas sekoci mereka dan Manny tidak mau direkrut menjadi kru Sang Kapten sehingga kapal si Bajak Laut itu terbelah menjadi dua layaknya Titanic. Setelah adegan terbelahnya kapal Manny dan kawan-kawan kembali terombang-ambing menuju Continental Scope Stream bersama Shira, wakil Kapten Gutt yang berupa seekor macan bergigi pedang yang membuat Diego terpesona. Cerita film ini kebanyakan berkutat dengan pengalaman berlayar Manny dan kawan-kawan ketimbang perjalanan menghindari gesekan lempeng tektonik yang dialami Ellie dan Peaches. Kisah pencarian jati diri Peaches pun hanya ditampilkan sekelebat, agar kita sebagai penonton sekedar tahu bahwa Peaches hanyalah remaja biasa yang tergila-gila pada cowok tampan sehingga Ia menganggap Louis, marmut tanah sahabatnya menjadi bukan siapa-siapa.

Klimaks film ini, adalah ketika Manny dan kawanan kecilnya berhasil mencapai Bridgeland dan bertemu si Perompak kembali. Sisi kepahlawanan Louis diperlihatkan disini dan mengandung pesan moral "True friend will never leave his best friend behind" dan jeng jeng berkat beberapa keberuntungan dari hewan khayalan neneknya Sid, Precious maka Manny berhasil mengalahkan kru bajak laut Kapten Gutt dan membawa Shira menjadi salah satu anggota kawanan mereka.

Film ini termasuk film yang asyik ditonton selama liburan musim panas ini karena berisi joke-joke yang membuat kita sebagai penonton akan selalu tertawa melihatnya tanpa mengesampingkan penyampaian pesan moral bagi anak-anak.  Jalan ceritanya cukup jelas, namun tetap standar, bukan tipe film yang out of the box. Dan opini pribadi sih, sequel keempat Ice Age ini lebih bagus dan menarik daripada sequel kedua dan ketiganya.

Score : 7.8/10
Recommended to be watched if you had some spare time