Review Film : Perahu Kertas 2

Baru kemarin ane sempet nonton film Perahu Kertas 2 yang berlayar di bioskop setelah mengarungi bioskop 2 mingguan lamanya. Pendapat ane seperti review ane sebelumnya, tetep feelnya kurang dapet dan tetep akting pemeran utamanya engga sebrilian pemeran pembantunya. Soh, kalau kata temen ane yang udah nonton, kata mereka bagus. Hal itu bertentangan dengan pendapat ane dan teman ane yang movigoers ini Disty (@distyoktavia) dan ayahnya yang merupakan seorang kritikus review film di portal berita Abbas (@abss_) Sesungguhnya film ini lebih menang romance daripada sekedar penyampaian pesan kehidupan seperti di novel. Film ini cuma berfungsi sebagai hiburan.

Soh, menurut ane pribadi pas nonton Perahu Kertas 2, sepanjang 2 jam ane engga merasa emosi ane dipermainkan. Kronologinya udah lumayan runtut kayak di novel tetapi rasa dari film itu kurang ngena sama ane. Ane berusaha netral dan engga subjektif tapi tetep aja ane engga sampai nangis bombay kayak orang lain pas nonton film ini. Entahlah, padahal dalam beberapa scene Maudy Ayunda (Kugy)  udah lumayan  dapet aktingnya (terutama pas adegan sedih-sedih sih, adegan ceria-cerianya tetep aja dia no expression). Dan yang menurut ane, yang mncuri perhatian ane selama ane nonton adalah dominasi akting Reza Rahadian (Remi). Reza bisa memainkan karakter Remi dengan apik, berbeda dengan Adipati (Keenan). Meskipun boleh ane bilang, si Keenan di bagian kedua ini mulai kelihatan dikit Keenannya. Yang ane sayangkan si Luhde (Elyzia Mulachela), aktingnya di bagian pertama bagus yang disini agak sedikit menurun.

Ke ceritanya sekarang, at least meski engga persis banget sama yang di novel ane seneng Om Hanung udah mau nyelipin adegan yang menurut ane sama kayak di novel. Dan terus terang, engga seharusnya juga Om Hanung membuang scene ketika Pilik meninggal. Tujuan si Kugy dan Keenan bikin karya bersama kan buat Pilik, buat semangat anak-anak sekolah alit, tetapi di film ini engga disinggung sama sekali malah sibuk dengan romansa antar pemerannya, engga banget deh. Terus, pas udah masuk ending film, Om Hanung kayaknya bingung bikin masa transisinya. Jujur ane sebenernya terganggu dengan ending yang absurd. Emang sih di novel juga langsung aja akhirnya Kugy sama Keenan tapi tetep aja, mereka harusnya bertemu di tempat dimana mereka pernah bertemu, sekolah Alit - Bandung. Kalau seandainya scene yang itu engga dibuang, endingnya bakalan lebih masuk akal. Dan parahnya menurut ane nih film antiklimaks to the max!

Yah setidaknya karena akting Reza Rahadian dapat porsi yang lebih banyak, Perahu Kertas 2 masih lumayan bagus dibanding yang pertama. Setidaknya akting Reza Rahadian nolong lah dalam bagian kedua ini dan akting tangis-tangisan Maudy Ayunda juga tentunya. Kalau Adipati mah rasanya pengen ane skip aja tuh adegannya.

Score 7.2/10
Not recommended to be watched