Review Film : Wreck It Ralph

Peran antagonis kadangkala juga ingin menjadi peran protagonis, itulah permasalah yang dialami oleh Ralph (John C. Reilly) si Wreck-It-Ralph dari game Fix-It-Felix Jr (Jack McBrayer). Sekian tahun jatuh dari atap penthouse dan dikucilkan oleh penduduk game Fix-It-Felix membuat Ralph merasa bosan dan ingin sekali-kali menjadi pujaan penduduk. Oleh karena itu, Ralph berusaha keras mendapatkan medali agar keberadaannya diakui oleh tokoh-tokoh lain dalam game.

Ralph akhirnya nekat menyeberang ke game lain dan berhasil mendapatkan medalinya. Dalam perjalanan kembali menuju gamenya, Ralph terdampar di game balapan Sugar Rush dan bertemu dengan Vanellope von Schweetz (Sarah Silverman) yang imut imut. Tak dinyana, Ralph malah harus menyelamatkan Vanellope daripada kembali pulang bersama ambisinya.

Pembawaan yang bagus dan cerita yang punya twist menarik di bagian akhir membuat film animasi karya Disney ini patut diapresiasi. Pemilihan cast disertai dengan tata suara yang bagus juga tak boleh dilewatkan. Secara total, Wreck It Ralph merupakan animasi yang bagus dan sayang untuk dilewatkan.

Hal-hal yang menjadi amanah dari animasi ini adalah "I'm bad, that's good.I will never be good, that's not bad. There's no one I'd rather be me" Bukan berarti kita harus menjadi sosok yang jahat, tapi ungkapan sebelumnya lebih dipersepsikan sebagai, siapapun kita baik atau buruk haruslah tetap disyukuri bahkan lebih baik lagi kalau kita bisa menjadi orang yang lebih baik meskipun kita tetap dianggap jahat.  Dan tidak seharusnya pula kita merusak kehidupan orang lain hanya karena ambisi kita untuk tetap berada di atas. Ingat bahwa kita hidup dalam sebuah putaran, kadang kita berada di atas kadang juga di bawah.

Wreck It Ralph, Awesome!
Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★☆ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ★
Overall★ ★ ★ ★ ☆