Resensi Buku : Kata Hati

Move on, tema satu ini menjadi kerangka cerita utama novel rekaan Bernard Batubara (benzbara) entahlah. Novel ini juga merupakan salah satu novel sukses karena promosi lewat media promosi juga. Novel yang diterbitkan bukune ini bisa dikategorikan dalam novel Teenlit atau chicklit meski sebenarnya romance terjadi pada orang dewasa. Kenapa ane kategorikan ke situ? Karena ceritanya mudah ditebak! Predictable!


Randi, seorang pemuda yang gagal move on alias masih dalam tahap move on merupakan tokoh sentral dalam buku ini. Sebelas dua belas dengan ane sih ya, move on itu memang susah dan digambarkan di sini. Jadi, Randi pada akhirnya ketemu lagi dengan seseorang yakni Fila yang sudah diplot memiliki kemiripan dengan mantan Randi, Dera. Dan eng ing eng, gak usah ane ceritain juga plotnya sudah bisa ditebak.

Gimana ya? Baca novel ini tuh kayak baca cerpen, cepet, singkat, ringan. Amanah? Ada sih tapi tersirat banget dan amanahnya juga yang bersifat general. Hebatnya, Benz Bara mampu mengolah kata sehingga membuat pembaca engga bosen baca novelnya meski ceritanya ketebak banget. Dan ala ala novel remaja lainnya, novel ini penuh lagu sih ya. Sebenarnya engga apa-apa tapi kalau keseringan juga engga enak juga bacanya jadi semacam baca buku partitur gitu bukan baca novel.

Terus, mengenai penokohannya, standar sih ya kayak novel kebanyakan. Karakter yang diplot aman dan sesuai dengan jalan cerita. Karakter antagonis kurang kejam dan konflik juga kurang greget. Hebatnya lagi nih, Benz Bara menggunakan deskripsi detil yang dijamin membuat pembaca pengen mampir ke Jogja dan kafe Djendelo Koffie. Plusnya, Benz mampu membuat deskripsi yang panjang-panjang tapi engga ngebosenin.
 

Udah deh, sekian. Gitu aja.
Recommended atau engga? Engga deh, buat kalian yang lebih suka bacaan berbobot dan berat.

Rating : ★ ★ ☆ ☆ ☆