Tanah Negara?

Sebenarnya ane mau curhat colongan nih, kejadiannya karena usaha Ayah ane adalah Travel dan you know semacam itu lah. Dikarenakan perusahaan kecil-kecilan Ayah ini punya banyak armada roda empat, sekitar 30 buah maka kami tentu saja butuh tempat parkir. Masalahnya, di Kota seperti Kota Malang ini lahan kosong itu sudah jarang sekali ada. Sekalinya nemu, Ayah nemu di daerah komplek TNI yakni Ki Ang Mor.

Setelah mengontrak lahan dengan nilai sejuta setiap bulan pada tahun pertama kemudian bertambah menjadi beberapa juta pada tahun berikutnya selama dua tahun belakangan ini, Ayah merasa untuk memindahkan lahan parkir (aka. cari tempat parkir baru). Oh ya, sebelumnya kalian bertanya-tanya bukan apa hubungannya lahan parkir dengan judul postingan ini? Ini dia akan ane beberkan. Dengan biaya sewa yang udah keliatan nominalnya dalam setahun itu, dan notabene lahan parkir adalah LAHAN KOMPLEK TNI, kemanakah larinya uang sewa lahan Ayah? Negara, selaku pemilik LAHAN TNI? Tidak! Salah besar kalau mengira Ayah membayarkan sejumlah uang ke negara. Oknum yang menarik biaya sewa parkir di lahan milik negara itu adalah TNI sendiri. Dan parahnya, ketika Ayah mencari lahan baru dengan tarif sewa lebih murah, eh si TNI marah-marah dan semacam ngambek gitu. Lampu-lampu di lahan parkir yang sebelumnya disediakan Ayah, diambil semua. Bahkan sebelum masa kontrak kami terhadap lahan parkir itu habis, Ayah sudah tidak boleh lagi menempati lahan parkir itu.

Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya tanah-tanah negara yang berada di kawasan Bunul dan sekitarnya menjadi ladang uang tersendiri bagi TNI TNI yang bertempat tinggal di daerah tersebut. Dan tentu saja aliran dana tidak mengucur ke kas negara tetapi ke Bank saku oknum TNI yang mengkomersilkan tanah negara tersebut.

Setelah bertahun-tahun, apa yang dilakukan pemerintah? Buktinya mereka diam saja tuh, seolah menutup mata, telinga dan mulut atas tindakan yang terjadi di bawah hidung mereka. Kemudian, salah siapa coba kalau misalnya terjadi penggusuran atau apalah itu si penyewa meminta ganti rugi? Taruhlah kedua pihak salah. Kalau kondisinya seperti ini, si penyewa tidak tahu kalau itu tanah milik negara? Atau begini, si penyewa tahu tetapi sudah mengadakan perjanjian resmi dengan tuan sewa? Siapa yang menyalah gunakan aset negara untuk kepentingan pribadi kalau begitu?

Setidaknya, boleh lah ya mengkomersilkan lahan milik negara tetapi ya itu tadi uangnya kemana? Ditelan sendiri ya? Terus negara dapat apa? Katanya pelayan negara? Heran juga ya jadinya, ternyata dengan biaya masuk Akademi TNI yang sebegitu tingginya cara mengembalikan modalnya begini? Korup? Menelan hal yang seharusnya menjadi milik negara? Lalu, kalau memang uang sewa mengalir ke kas negara apa buktinya?