Teknologi Hijau Daihatsu Selamatkan Bumi Masa Depan

Bumi kita ini semakin hari semakin bertambah tua, salah satu hal yang makin mempercepat kondisi Bumi menuju akhirnya adalah penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan. Memang sejak mesin uap diciptakan kita selalu bergantung pada bahan bakar fosil, sedangkan bahan bakar fosil yang diambil dari perut Bumi sendiri lambat laun juga menipis. Tak hanya jumlahnya yang menipis, efek dari hasil pembakaran bahan bakar tersebut yakni emisi gas buang CO2 menguar di atmosfir Bumi dan turut andil menyebabkan efek rumah kaca (penjelasan dapat dilihat di sini). Efek rumah kaca tersebut turut andil dalam global warming dan perubahan iklim yang ekstrim dewasa ini, untuk itu kita benar-benar membutuhkan inovasi teknologi berbasis lingkungan.

Apalagi di zaman yang semakin menuntut mobilitas tinggi ini, kita dituntut untuk memiliki properti berupa kendaraan yang notabene adalah pelepas gas buang CO2, parahnya lagi Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai negara penghasil emisi di Bumi (fakta). Jadi, permasalahan yang kita hadapi untuk memperpanjang usia Bumi ada dua, yakni pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil untuk membantu menghemat persediaan bahan bakar fosil dan penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi efek rumah kaca yang berakibat buruk bagi atmosfir Bumi sendiri.

Beruntung juga, teknologi yang dipelajari manusia semakin berkembang seiring waktu. Dan teknologi yang dibutuhkan oleh manusia zaman sekarang adalah teknologi ramah lingkungan. Sebenarnya, solusi bagi permasalah pertama dan kedua terjawab oleh teknologi hijau yang dikembangkan pabrikan otomotif dari Jepang, Daihatsu. Sebagai bentuk nyata kepedulian mereka terhadap lingkungan dan Bumi maka mereka mengembangkan tiga tahap teknologi hijau yang akan digunakan sebagai mesin mobil ramah lingkungan dan akibatnya lambat laun benar-benar membantu kita terlepas dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Tahap pertama dalam teknologi Daihatsu adalah teknologi “Eco-Idle”. Sistem teknologi eco-idle ini mengatur hidup dan mati mesin secara otomatis dalam keadaan macet sehingga mobil bisa mencapai efisiensi konsumsi bahan bakar. Penggunaan sistem i-EGR pada tahap ini mampu menghasilkan pembakaran sempurna dan meminumkan keluaran gas CO2 sehingga emisi gas buang yang menguar di udara bisa diminimumkan.

Tahap selanjutnya, Daihatsu melanjutkan pengembangan teknologi  dengan menggunakan mesin dua silinder turbocharged dan “active ignition system” yang menghasilkan efisiensi penggunaan bahan bakar mencapai 30%. Daihatsu ingin menghadirkan kenyamanan dalam berkendara dan efisiensi bahan bakar, meskipun dengan mesin kecil melalui sistem turbo yang ada pada tahap ini.

Tahap terakhir adalah Precious Metal Free Liquid Feed Fuel Cell (PMfLFC). Pada tahap ini emisi gas buang CO2 nol, ini merupakan wujud mobil yang ramah lingkungan. Kendaaraan ini dibuat dengan menggunakan SDA yang lebih sedikit serta tidak mengandung logam mulia, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih rendah. Tahap ini berfokus pada penggunaan bahan bakar cair baru yaitu Hidrazin Hidrat. Zat ini memiliki kepadatan yang energi yang tinggi dan tidak menghasilkan CO2. Zat ini adalah bahan bakar cair yang tepat untuk mobil ramah lingkungan generasi baru. (Referensi)

Apa saja sih keuntungan penggunaan mobil hijau ramah lingkungan ini? Tentu saja yang paling utama adalah penghematan bahan bakar fosil. Mobil ini diciptakan untuk melakukan efisiensi bahan bakar yang membantu kita untuk tidak terus-menerus (khawatir) mengisi fuel. Dampak dari tindakan efisien ini, kita akan jarang menggunakan fuel dan tak khawatir lagi meski pemerintah berniat memotong subsidi BBM hehehe.  Yang kedua, mobil ini dikembangkan dengan menggunakan sedikit sekali SDA dan logam mulia. Artinya, mobil ini eco-friendly dengan tidak melulu melakukan pengeboran atau kegiatan pertambangan yang lambat laun akan membuat Bumi menjadi semakin keropos. Yang ketiga, dengan teknologi mutakhir Daihatsu yang ketiga yakni Precious Metal Free Liquid Feed Fuel Cell (PMfLFC), maka mobil akan semakin sedikit mengeluarkan gas CO2 yang menjadi penyebab efek rumah kaca. Jadi, atmosfir Bumi kita ini akan tetap terjaga dan lapisan ozon dijamin tetap terjaga dan tidak bolong. Dengan gerakan penghijauan yang maksimal seperti itu, Daihatsu telah membuktikan bahwa mereka adalah pionir dalam gerakan mobil hijau dan semoga pabrikan lainnya ikut serta dalam gerakan yang telah diambil Daihatsu.

Bayangkan jika semua orang memiliki mesin ramah lingkungan dan hemat bahan bakar ini, gerakan hijau akan terbantu, persediaan bahan bakar dunia akan jarang digunakan, dan efek rumah kaca bisa berkurang perlahan. Niscaya kita akan merasakan kembali udara Bumi seperti yang dulu. Bahkan kita juga bisa menghemat bahan bakar fosil untuk generasi mendatang. Jadi, apalagi yang membuat kita ragu untuk beralih ke teknologi hijau yang dikembangkan Daihatsu ini? Kalau kita memang manusia yang peduli terhadap Bumi dan masa depan, maka kita tak akan sangsi lagi untuk menggunakan mesin baru ini dan memulai gerakan hijau demi kelestarian Bumi, Kita, dan Generasi mendatang.