Review Film : My Neighbor Totoro [1988]


Usai menonton Spirited Away, ane bertekad untuk mulai mengoleksi tontonan karya Studio Ghibli lainnya. Koleksi pertama dimulai dari karya yang paling lama (menurut Wikipedia) yakni My Neighbor Totoro (となりのトトロ, Tonari no Totoro). Konon Totoro dirilis pada tahun 1988, lima tahun sebelum ane lahir. Jadi tidak heran kalau kualitas animasinya kalah dengan Spirited Away yang diproduksi sekitar tahun 2000an dan dirilis pada 2001. Meski begitu, Studio Ghibli memang menjadi pelopor pemicu imajinasi liar anak-anak dengan melepas animasi My Neighbor Totoro ke pasaran. Penasaran?

Ane menonton Totoro versi western yang dipegang Disney, jadi bahasa yang ane dengar adalah Bahasa Inggris. Bukan hal penting. Hal yang tidak penting ke dua adalah, sesungguhnya ternyata ane sudah tahu Totoro beberapa waktu lalu lewat situs tertawa 9gag tapi ane masih saja tertutup pintu hatinya untuk mulai menonton koleksi karya Studio Ghibli.

Satsuki Kusakabe dan Mei Kusakabe adalah kakak beradik yang (lagi-lagi) pindah rumah. Kali ini kedua gadis cilik tersebut pindah ke daerah pedesaan dengan rumah yang konon kata tetangganya berhantu, padahal tidak. Suatu hari ketika Mei bermain menunggu Tatsuki pulang sekolah tersesat di hutan dan bertemu Sang Penjaga hutan, yakni makhluk lucu seperti beruang, kelinci dan panda bernama Totoro. Begitu Tatsuki pulang, Mei bercerita dan Tatsuki menyatakan bahwa Ia juga ingin bertemu dengan Totoro. Keinginan Tatsuki menjadi nyata ketika ia dan Mei memutuskan menjemput ayahnya yang pulang lebih larut di hari berhujan. Akhirnya, Mei dan Tatsuki menjadi teman Totoro.


My Neighbor Totoro ini alurnya terkesan lebih lambat dan sedikit membosankan. Apalagi plot cerita yang bisa dibilang kurang menarik juga ditambah lagi konflik yang muncul terlambat. Eksekusi klimaks juga bisa dibilang kurang maksimal sehingga masih menyisakan ketidakpuasan bagi penontonnya. Well, meski begitu animasi yang luwes serta tata musik yang indah membuat film ini masih nyaman ditonton. Tingkah Totoro juga begitu lucu sehingga tidak salah kalau Totoro menjadi ikon Studio Ghibli. Tetap saja Studio Ghibli menyajikan tontonan yang berkualitas dengan adanya fakta bahwa Totoro dibuat berdasarkan kisah nyata yang agak mengerikan. Kalau mau tahu korelasi di balik filmnya silahkan mampir ke sini.

Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ½ 
Grafis★ ★ ★ ½  ☆
Overall★ ★ ★ ★ ☆