Mahasiswa - Pahlawan Kecil Bangsa

Masih perlu ditanyakan apakah benar mahasiswa patut dijuluki sebagai pahlawan. Mereka bilang mahasiswa adalah agen perubahan, mereka bilang mahasiswa adalah priyayi yang bertindak atas dasar intelegensia, logika dan norma. Mereka bilang di pundak mahasiswa lah martabat bangsa dipertaruhkan. Jadi, apakah benar mahasiswa adalah miniatur pahlawan bangsa yang besar ini? Apakah benar mahasiswa adalah maket model pemerintahan negara ini?

Hidup sebagai mahasiswa adalah hidup yang tanggung. Bangun tidur belajar, pulang kuliah layaknya anak kelas 2 SD, disibukkan agenda rapat sana-sini dan kegiatan unit aktivitas mahasiswa merengek minta dikunjungi. Menjadi siswa sudah bukan, menjadi "manusia" juga bukan (re: manusia mapan). Mahasiswa rata-rata berumur 20an yang usianya produktif dan layak menyandang predikat karyawan. Sayangnya, menjadi mahasiswa sembari bekerja bukan juga pilihan yang tepat kecuali punya banyak waktu senggang dan benar-benar membutuhkan gelontoran uang.

Mahasiswa adalah pemuda-pemudi berusia tanggung yang otaknya dihinggapi virus idealisme. Mereka menganggap bahwa dunia dalam rancangan otaknya lah yang paling benar dan ideal, sayangnya idealisme itu tak didengarkan dan meluntur seiring waktu berjalan. Ada yang benar-benar melakukan tugasnya ada pula yang menyandang predikat mahasiswa sebagai prestise.

Ingat kejadian di akhir orde Baru? Betapa mahasiswa dielu-elukan karena mampu menggulingkan rezim Soeharto. Betapa mahasiswa seolah menjadi dewa dari suara rakyat, betapa mahasiswa dianggap berperan penting akan hadirnya sistem politik berikutnya, Reformasi. Pahlawan? Apa benar?

Kadang-kadang hal serius begitu terlihat lucu, waktu jadi mahasiswa saja si pendemo berani berteriak lantang  melawan pemerintah nyatanya begitu terjun ke dunia politik mereka juga sama melempemnya dengan pemerintah yang mereka kritik. Idealis tapi tak realistis. Ada juga mahasiswa yang ke sana ke mari berorasi menolak korupsi, mereka bilang pemerintah korup sana-sini, nepotisme sana-sini akan tetapi ketika nyemplung organisasi mereka melakukan kegiatan yang sejenis, nepotis. Ketika nyemplung organisasi mereka memandang sebelah mata rekrutan baru, malah memilih mereka-mereka yang berteman dekat dengannya, apa itu bukan nepotis?

Masihkah bisa mahasiswa menyandang status sebagai pahlawan kecil bangsa?