Review Film : Catching Fire [2013]

Setelah menunggu sekitar satu setengah tahun lamanya, sekuel kedua dari permainan hidup mati Hunger Games akhirnya rilis. Sekuel kedua bertajuk Catching Fire ini ramai sekali diperbincangkan oleh pecinta film, terutama fiksi fantasi remaja. Rupanya film yang diangkat dari novel bertajuk serupa karya Suzanne Collins ini mendapat sambutan hangat dimana-mana. Nah, bagaimana pendapat ane pribadi? Mari kita simak.


Katniss tak serta-merta selamat dari permainan hidup mati, Hunger Games setelah menjadi pemenangnya. Rupanya tindakan berani Katniss di akhir permainan yakni berkeinginan untuk bunuh diri bersama Peeta dengan memakan buah berry nightlock menyulut api pemberontakan di mana-mana. Semua bermula pada tur kemenangan dari Distrik 11, hampir seluruh Distrik tertindas menganggap Katniss adalah simbol harapan mereka. Katniss adalah Mockingjay mereka. Merasa kedudukannya terancam, Presiden Snow geram dan berencana melenyapkan Katniss dari muka bumi beserta spesiesnya yang lain (re: pemenang Hunger Games).

Inti cerita film ini adalah percikan yang menyulut pemberontakan. Tetap berkiblat pada film sebelumnya yakni kekerasan dan pembunuhan barbar, Catching Fire dikemas lebih politis dan filosofis. Hampir sebelas dua belas dengan buku, menurut ane, dan runutan cerita yang jelas dan skenario yang hampir memuat seluruh bagian penting membuat rasa penasaran ane terhadap film ini terbayarkan. Cast anyar yakni peran Johana Mason dan Finnick Odair juga diperankan oleh orang yang tepat dan cukup mencuri perhatian.

Ditambah lagi memang terdapat feel yang berbeda dari film sebelumnya, jika film sebelumnya dirasa kurang kuat basis cerita serta kekejaman yang dimuatnya, maka film ini membayarnya. Chemistry antara Jennifer Lawrence dengan kedua lawan mainnya, Josh Hutcherson dan Liam Hemsworth juga terbangun rapi dan indah. Mungkin juga karena telah memenangi Oscar tahun lalu, kemampuan akting Jennifer Lawrence ane rasa semakin meningkat hingga mampu menguras emosi penonton.

Catching Fire memang lebih kelam seperti bukunya, begitu pula pembawaan Katniss yang diperankan oleh Jennifer Lawrence. Selain itu, tata suara, efek dan grafis juga bagus sehingga keseluruhan film jelas memuaskan dahaga pecinta Hunger Games. Sayangnya, ane rasa permulaan film ini terlalu panjang sehingga durasi ketegangan permainan hidup mati sendiri menjadi terlalu cepat. Overall, film ini lebih bagus dari film pendahulunya. Well done Francis Lawrence!

Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ★ ★
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ★ ★ ☆  

Baca juga resensi bukunya di sini.