Review Film : Planes [2013]

Setelah berhasil dengan personifikasi kendaraan bermotor, kini Disney mencoba melakukan eksperimen baru tetapi masih dalam koridor yang sama yakni personifikasi burung besi. Ide cerita juga masih mengambil premis film sebelumnya, Cars, balapan. Tapi, apakah animasi garapan Disney kali ini akan sama suksesnya dengan raihan Lightning McQueen? Yuk, mari kita simak.



Tokoh sentral adalah seorang pemimpi, Dusty Crophopper, sebuah pesawat pemupuk pertanian di Amerika. Dusty sangat ambisius dan terobsesi dengan balapan pesawat dunia. Sebuah hal yang tidak mungkin bagi pesawat yang terbiasa terbang rendah dan berkecepatan rendah pula untuk berkompetisi. Seperti film animasi yang sudah-sudah, hal yang mustahil bisa saja benar terjadi. Sebuah pesawat dengan spesifikasi non-balap mampu mengguncang dunia karena mimpi dan ambisinya.

Well, sensasi menonton Planes tidak bisa disejajarkan dengan menonton Cars. Selain premisnya yang terlampau biasa dan mudah ditebak, pembawaan cerita film memang sedikit membosankan. Ditambah lagi, pernah ada cerita serupa di sebuah komik terbitan Amerika. Apakah mungkin karya Disney ini bisa dibilang tidak orisinal?

Berbeda dengan Cars yang meski mengusung premis mudah ditebak tapi dibungkus dengan cerita yang lebih menarik, Planes menyuguhkan cerita yang datar. Satu lagi kekurangan film ini, emosi yang biasanya dihadirkan dengan mewah oleh Disney dan Pixar dirasa kurang mengena. Entah kenapa, lagi-lagi Pixar tak bisa mengolah emosi penonton dengan baik.

Plot★ ★ ☆ ☆ ☆
Akting★ ★ ☆ ☆ ☆
Musik★ ★ ★ ☆ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ½ ☆ ☆