Review Film : 12 Years a Slave [2013]

Yo! Kembali lagi di rubrik resensi film oleh cremevanilla. So, kali ini kami akan membahas film yang diadaptasi dari buku dan kisah nyata, Solomon Northup. Seorang kulit hitam Amerika yang memperjuangkan kemerdekaannya dari tindak perbudakan. Bertema sama dengan Django Unchained, black slavery, tetapi dalam kemasan yang berbeda. Mari simak resensi penulis blog ini.


Mengambil setting Amerika di zaman perbudakan kulit hitam, seorang warga kulit hitam merdeka yang memiliki bakat luar biasa di bidang musik, Solomon Northup (Chiwetel Eijofor), menjalani kehidupan sehari-harinya. Naas, kehidupan merdeka Solomon terenggut setelah bertemu dua penculik budak. Solomon dijadikan budak dan dipaksa untuk tidak mengakui kebebasannya, Solomon kemudian diberi nama Platt. Bermula dari menjadi budak Tuan Ford (Benedict Cumberbatch) hingga menjadi budak Tuan Epps (Michael Fassbender) yang kejam dan membuatnya bertemu dengan budak kesayangan Tuan Epps, Patsey (Lupita Nyong'o). Selama dua belas tahun Platt berusaha menemukan orang yang bisa ia percaya untuk membebaskannya dari penderitaan menjadi budak.

Pemenang best adapted screenplay Academy Awards ke 86 ini, memang menyuguhkan drama biografi seseorang yang mati-matian berjuang demi kemerdekaan hidup di Amerika. Coba bayangkan menjadi orang tak bersalah, memiliki keluarga tiba-tiba semua kenyamanan itu direnggut? Dan bagaimana beratnya bertahan selama dua belas tahun bekerja di bawah tekanan di atas rata-rata? Sanggupkah kita? Solomon Northup membuktikan ketangguhannya, kesabarannya dan kegigihannya memperjuangkan haknya. Begitu pula dengan seorang budak lain yang menjadi sorotan perhatian, Patsey.


Pantas saja Lupita Nyong'o berhasil meraih Oscar untuk best supporting role actress karena dia benar-benar total mendalami peran sebagai budak kesayangan Tuan Epps, Patsey. Bahkan nampaknya semua pemeran di film ini benar-benar melakukan bagiannya dengan baik, bahkan peran sekecil Brad Pitt sekalipun. Dengan durasi cukup panjang dan jujur saja agak terasa membosankan namun film ini menyuguhkan drama yang mengena dan amanat yang dapat diserap langsung oleh penonton. Well, film ini memang bagus karena film yang berhubungan dengan rasisme sebagian besar bagus.

Plot★ ★ ★ ☆ ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ☆ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ★ ★ ☆