Cuma Pengen Cerita : Pantai Sendiki Adventure

Kamis (30/7) kemarin saya dan teman-teman memutuskan untuk bertamasya riang gembira  ke Pantai di Malang Selatan. Agenda mantai ini sebenarnya occassional,  akan tetapi hampir setiap akhir semester kami bermain-main ke pantai. Menurut saya dan teman-teman mantai saya, mantai itu tidak perlu sering-sering ,tiap minggu misalnya, tapi jadikanlah trip ke pantai itu hal yang istimewa. Tidak perlu menunjukkan bahwa kita "Pecinta Alam" akan tetapi tunjukkanlah kalau kamu mencintainya. Sebab esensi kami mantai memang untuk liburan bukan untuk maksud yang lain.

Welcome to Sendiki Beach!!
Berhubung kami adalah sekumpulan orang yang cukup suka berburu pantai perawan, maka sampailah kami di Pantai (Pribadi) Sendiki. Sebenarnya Pantai Sendiki sudah cukup dikenal banyak orang, akan tetapi pada saat kami mengunjunginya tidak terdapat orang lain kecuali kelompok kami bahkan penjaga parkir motor pun tak ada. Jadi, Kamis kemarin kami benar-benar menikmati Pantai Sendiki seorang diri.

Pantai Sendiki merupakan salah satu pantai perawan di daerah Malang Selatan, tepatnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. FYI, Pantai di daerah Sumawe memang lebih enak dikunjungi ketimbang daerah Malang Selatan lainnya karena akses jalannya yang cukup mudah dan tidak membahayakan. Kembali pada poin kami mantai hanya untuk liburan, kami termasuk orang-orang yang tidak begitu suka menyiksa diri sendiri dengan rekreasi yang melelahkan. Meski begitu, mungkin lain kali kami akan mencoba pergi ke pantai dengan medan yang cukup menantang.

Medan Tempuh

Bonus Pemandangan

Main-main ke Sawah Yuk

The Sendiki Beach, Malang

Untuk menuju Pantai Sendiki, rute yang harus ditempuh dari Kota Malang ialah menuju kecamatan Sumbermanjing Wetan. Ikuti saja papan jalan yang menunjuk arah Pantai Sendang Biru hingga H-5 Km menuju Sendang Biru. Di Km H-5 itulah terdapat Gapura yang menunjuk ke arah kiri, Pantai Tamban. Ikuti saja petunjuk menuju Pantai Tamban hingga berjumpa dengan pertigaan, arah kanan ke Pantai Tamban dan arah kiri ke Pantai Sendiki. Ambil jalan yang kiri. Oh ya, tentu saja keuntungan mengunjungi Pantai Sendiki ialah letaknya yang bersebelahan dengan dua pantai lain yakni Pantai Batu dan Pantai Tamban. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui bukan?

Pantai Batu
Gugusan Terumbu Karang
Biota Laut
Jalan Raya hingga menuju Pantai Sendiki sebenarnya cukup mudah, jalanan telah diaspal mulus. Akan tetapi 1 Km sebelum masuk ke bibir pantai, kami harus melewati pematang sawah yang notabene jalannya agak rusak. Berhubung pantai ini memang masih belum banyak dikenal medan tidak cukup mudah untuk dilewati. Akan tetapi, menurut penduduk lokal beberapa bulan lagi mungkin akses jalan akan diperbaiki. Keuntungan lain mengunjungi Pantai Sendiki ialah kita diberi pemandangan pembuka sebelum sampai di bibir pantai, persawahan. Ya tentu saja, di Kota Malang sendiri sudah sangat sedikit sekali lahan pesawahan seluas di pedesaan bukan?

Kurang lebih 300 meter sebelum kami sampai di bibir pantai, kami harus memarkir kendaraan motor kami. Sebenarnya kendaraan bermotor dapat dibawa hingga bibir pantai, akan tetapi medan yang terlalu curam sangat riskan dan membuat kami ragu. Hingga beberapa menit kemudian, kami masih ragu meninggalkan kendaraan kami karena tidak ada tukang parkir pula. Jadi, 300 meter ke bibir pantai kami melewati jalan turunan curam masuk ke hutan. Dan sepersekian menit kemudian kami telah sampai di Pantai pribadi Sendiki. Yaaay!!

Pantai Pribadiiii!!

Gugusan Pantai Batu
Pantai ini memiliki hamparan pasir yang cukup luas dengan pasir yang padat dan putih bersih, sangat indah untuk dinikmati. Ombak di pantai ini cukup besar dengan arus yang kuat. Apabila ingin mendapatkan pengalaman lebih, berjalanlah menyusuri pantai hingga ujung kiri dan kanan pantai. Terdapat pantai batu di sebelah kiri dan terumbu karang dengan biota laut yang beragam di ujung kanan. Terumbu karang ini dapat diabadikan apabila kondisi air laut telah surut. Jadi, lebih baik sampai di Pantai Sendiki pada pukul 12 siang dan beristirahat di sana hingga pukul 3 sore. Catatan lainnya, menurut penduduk lokal Pantai Sendiki hanya dibuka pada hari Sabtu dan Minggu. Pantas saja ketika kami di sana pengunjung hanya kami. Tapi kami cukup beruntung karena kami hanya membayar retribusi parkir sebesar Rp 5.000, nilai yang sangat kecil dibanding dengan keindahan yang kami nikmati di sana.