It's My EXODUS

Sebenarnya penulis tengah sibuk mengetik essay akan tetapi ternyata mengetik essay itu melelahkan dan membosankan. Bahasa yang digunakan penulis tidak mengalir seperti air sungai yang menuju ke laut berbeda dengan tulisan dalam blog ini yang mengalir tanpa henti. Mungkin karena penulis sedang tidak mood menulis essay kali ya? Padahal belajar menulis essay yang baik itu penting!!


So, why does the title say "It's my EXODUS"? It is because the post will tell you more about how I migrate from a shawol into an EXO-L. I already posted it before but this post will elaborate the ideas that lead me to convert fandom. For a K-Popers, fandom is similar to religion. It is holy and you shouldn't have double, triple, quadruple, or multiple fandom. Honestly, I didn't totally convert from a shawol. Deep inside my heart I'm still a shawol but the percentage is decreasing. Then why do I write the second paragraph in English? It is intended to train my English writing skill which I need to pass English requirement test I will take by the middle of 2016 (insha Allah). But maybe in this post I'll use both Bahasa and English. For your information and your precious time please don't read this paragraph, it is not important even this whole long post will be unimportant either.

So, here are the reason why I decided to become an EXO-L instead staying as a shawol.
  1. GROWL
  2. First time I listen to the song has made me become an EXO-L as soon as possible. Well, it's not because the member are good looking but actually the rhyme, melody, the dancing, the creative choreography amazed me back then. I like the moving camera and the moves on EXO's GROWL dancing (unfortunately, because they often repeat this concept it becomes usual for me right now. The concept now look ordinary and has no specialty).
    Meski demikian hingga saat ini GROWL masih menjadi salah satu hits favorit penulis. Sebuah lagu yang mengingatkan penulis akan asal muasal menjadi EXO-L. Maklum saja karena penulis baru menjadi fans EXO kurang lebih setengah tahun belakangan. Penulis dulunya tak terlalu suka dengan EXO (telah dibahas di postingan sebelumnya dan tak diceritakan lagi karena bersifat repetitif). Pokoknya, GROWL adalah pembuka jalan bagi penulis untuk menyeberang dari fandom sebelah.
  3. D.O
  4. I don't really remember when exactly I started to fancy this man. Was it when he played imaginary kid role? Or was it when he sang his part on GROWL? or MAMA? I don't really remember but he is my second bias. Before Kyungsoo, I knew Kai and Chanyeol first and had a crush on Chanyeol. When I knew Kyungsoo more, I knew that he will be my forever and main bias.

    Kyungsoo successfully made me move on from Minho. He's just a perfect bias, a perfect figure to be my future husband. His soft but strong voice, his eyes, his acting, his character, everything on him is perfect and I want him so bad. Kyungsoo bukanlah tipe orang yang sering kujadikan sebagai bias, dia bahkan terlalu diam dan jarang memberi fanservice. Tapi entah kenapa dia membuatku jatuh cinta berkali-kali padanya. Apakah aku tega move on dari EXO ketika dia masih di sana?
  5. OT12
  6. I love them just the way they are. Sebetulnya, anak-anak EXO cenderung jaim dan gak gokil seperti anak-anak SHINee yang gila. Tarolah The Beagles (Chen, Baekhyun, Chanyeol) sebagai pemantik kegembiraan tapi itu tak cukup. Tapi aku tetap suka mereka berduabelas, IYA BERDUABELAS! seenggak sukanya aku ke Tao. Tapi aku suka ketika mereka tampil bersama sebagai satu kesatuan, 12 orang. Masing-masing memiliki karakter yang unik dan lucu dengan cara mereka sendiri. Rasanya kosong melihat mereka tak lagi utuh seperti saat ini. Yah, mungkin karakter mereka hanya bentukan kamera tapi itu tetaplah suatu yang berharga untuk DUABELAS orang itu.
    Dulunya aku tak terlalu ambil mengenai jumlah member EXO  tapi semua itu berubah ketika aku selesai menonton Showtime. Aku merindukan mereka bersama-sama lagi seperti dulu meski itu tak mungkin terjadi. Meski kenyataannya pahit, anak-anak EXO tetaplah "ONE" seperti jargon mereka "WE ARE ONE". Buktinya? EXO berkolaborasi dengan Disney untuk promosi Star Wars tahun ini, begitu pula Luhan di China. Mereka tetap satu kan? Mereka tak terpisahkan kan? #kemudianbaper
  7. Discography
  8. Bisa dibilang most of EXO's song are good. Selera musikku memang engga extraordinary atau avant garde tapi aku cukup mampu untuk menilai musikalitas seseorang. Sejak album pertama, MAMA, EXO menyuguhkan genre musik yang lebih dark dan berat untuk ukuran boyband. Mungkin karena konsep mereka adalah alien yang turun ke bumi dan dipisahkan oleh dua dunia kali ya. Ketika aku menjadi shawol, kurasa musik SHINee lebih cerah, fun, enerjik dan gembira. Beat SHINee cepat dan agak berisik. Untuk super junior, mereka cenderung futuristik dan easy listening tapi kurang memiliki kekuatan di setiap lagunya. Kekuatan di sini maksudnya sesuatu yang membuat lagu Super Junior lebih menonjol daripada dongsaengnya. Begitu pula SNSD yang memiliki karakter manis seperti kue tart banyak gula yang bikin diabetes.
    Genre yang dibawakan EXO benar-benar memiliki rasa berbeda dengan grup SM lain, seperti yang telah dikatakan sebelumnya lebih gelap dan berat. GROWL yang menjadi hits dan gebrakan EXO pun tak terdengar seperti musik R&B SM kebanyakan, ada sesuatu yang berbeda entah itu apa. Dari album pertama pun lagu EXO hampir semua enak didengar. Album paling favorit tetap XOXO dengan playlist terbanyak yang kudengarkan, disusul EXODUS lalu SING FOR YOU. Katakanlah berikut adalah title track terbaik bagiku, LOVE ME RIGHT. Dalam lagu ini, musik EXO lebih kaya, pembagian suara lebih merata dan melodinya cenderung naik turun tak bisa ditebak analoginya kita menonton film dengan banyak plot twist. Apalagi lagu-lagu EXO pasca member departure semakin menyiratkan keadaan pribadi grup yang baru berusia tiga tahun ini. Kebaperan dan kegalauan semakin bertambah seiring waktu lalu memuncak di Sing For You yang menyeret pendengar ke jurang kenistaan Kpop. Gak salah kalau EXO memenangi Album of The Year tiga tahun berturut-turut di MAMA karena musikalitas mereka di setiap album memang patut diapresiasi.
  9. Lawsuit
  10. Tentu, ini yang membuatku pindah fandom. Dulunya hal ini tak berpengaruh signifikan padaku yang masih shawol. Namun pada akhirnya ketika aku memutuskan untuk pindah menjadi EXO-L hal ini menjadi berpengaruh. Awalnya Kris tak terlalu kupedulikan namun ketika Luhan ikut-ikutan menuntut SM itu membuatku cukup bersedih dan malah sekarang jadi baper. Sudahlah aku tak mau banyak membahas masalah ini. Sudah cukup dan hentikan semua guyonan EXO ini. Can't SM bring back those boys filed lawsuit to them?
Begitulah alasan-alasan yang sengaja kubuat untuk memperjelas eksistensi sebagai seorang EXO-L. Yah sebenarnya gak ada orang yang peduli, hanya saja aku ingin membagi ceritaku bersama EXO-L lainnya di sini. Padahal blognya juga gak ada yang baca hahahahahaha.