Cuma Pengen Cerita : Tersesat di Watu Leter


Sabtu kemarin (9/01) Saya dan lagi-lagi bersama Bagus, Tryas, dan Nadya berjalan-jalan melepas penat ke pantai. Rencana perjalanan ini sebenarnya sudah kami buat bahkan sebelum semester 7 dimulai. Seperti biasa, kami kan liburan ke pantai tiap satu semester sekali. Pada awalnya kami memilih awal Januari, tanggal 2-4 Januari 2016 agar bisa sekalian mampir ke rumah teman kami di Suwaru, Gondanglegi. Apa daya jadwal pribadi mengganggu rencana kami dan ujung-ujungnya si tuan rumah tak dapat ikut serta agenda main-main kami.

Mulanya kami tak berencana pergi ke pantai yang kami kunjungi kemarin, Watu Leter. Kami atau lebih tepatnya Saya (karena si punya ide dan si pengatur tujuan) merencanakan untuk pergi ke pantai lain yang medannya agak berat kali ini karena akan ditempuh dengan trekking. Berhubung ketika kami sampai di lingkungan pantai dan tidak menemukan pantai yang dituju walhasil kami banting setir ke pantai Watu Leter yang berada di antara Pantai Goa Cina dan Bajulmati.

Untuk sampai ke Pantai Watu Leter, Anda bisa mengambil JLS (Jalur Lintas Selatan). Kemarin kami mengambil rute lewat pantai Balekambang karena lebih cepat 1/2-1 jam perjalanan daripada mengambil rute lewat pantai Sendang Biru. Dari kota Malang, apabila Anda mengambil rute lewat Sendang Biru ikuti saja arah papan penunjuk jalan ke pantai Sendang Biru lalu ikuti arah ke pantai Goa Cina. Pantai Watu Leter berada sejauh kurang dari 1 KM dari Goa Cina dengan papan penunjuk yang reyot tapi tidak kusam. Apabila Anda mengambil rute lewat Pantai Balekambang, setelah sampai di pertigaan JLS Balekambang, Nganteb, dan Kondangmerak ambillah arah kiri atau arah Pantai Nganteb. Setelah itu ikuti saja jalan lurus hingga mencapai Pantai Batu Bengkung dan melewati jembatan Sumbermanjing Wetan. Pantai Watu Leter berada kira-kira 0.5 KM dari Pantai Bajulmati.


Sebetulnya Pantai Watu Leter sudah cukup dikenal oleh masyarakat akan tetapi pengunjung pantai memang tidka sebanyak pantai Batu Bengkung, Goa Cina atau Bajulmati. Setelah masuk ke jalan menuju mulut pantai pun, Anda juga masih harus menaklukkan medan yang belum beraspal dan agak naik turun. Meski begitu kondisi jalan tidak terlalu jelek dan dapat dilewati motor bahkan mobil pun dapat mencapai pantai ini. Anda cukup membayar biaya retribusi Rp 5.000 untuk parkir dan tiket masuk Rp 5.000 pula untuk masing-masing pengunjung. Ada pula toilet bagi pengunjung untuk bilas meski terdapat papan penanda larangan mandi di laut. Meski demikian, apabila tiba di sana pukul 11-14 siang air cukup surut sehingga aman untuk "keceh" di laut.


Pantai Watu Leter memiliki jalan setapak tembusan ke Goa Cina jadi, ketika Anda berada di pantai ini anda bisa langsung masuk ke Goa Cina. Garis pantai ini cukup panjang, ciri khas pantai ini adalah bentuk batu yang seperti jamur dan berada di sebelah kiri pantai. Kalau diperhatikan lamat-lamat pantai ini lebih mirip dengan pantai Batu Bengkung. Selain itu pantai ini juga cukup siap untuk dijadikan jujugan wisata sebab telah ada fasilitas parkir dan warung makan. Pantai ini juga cukup rapi dan bersih.


Tak jadi ke pantai tersembunyi, dapat Watu Leterpun jadi. Dan beruntungnya teman-teman saya juga tidak terlalu peduli kemana destinasi kami sebenarnya, yang penting pantai dan yang penting liburan!!