Menuju Malang Kota Taman 2016

Dalam postingan sebelumnya, saya telah menyinggung mengenai ruang terbuka kota sebagai salah satu syarat tata kota ramah lingkungan impian. Beruntungnya sejak Walikota Malang terpilih yang baru sadar akan keindahan tata kota, maka kini semakin banyak ruang terbuka hijau di Kota Malang. Setidaknya Kota Malang sudah melangkah lebih maju untuk mewujudkan kota ramah lingkungan impian. Berawal dari pemugaran Alun-alun Kota Malang yang dilanjutkan oleh pembangunan Taman Trunojoyo, Taman Nivea, Taman Kunang-kunang, kini hadir kembali ruang terbuka hijau yakni Taman Slamet dan juga revitalisasi Hutan Kota Malabar.


Yang pertama diulas dalam postingan ini adalah alun-alun Kota Malang yang terletak di jantung Kota Malang, Jalan Merdeka. Pembangunan alun-alun Kota Malang sendiri memakan waktu cukup lama, kurang lebih satu hingga satu setengah tahun. Dulunya alun-alun Kota Malang memang terasa lebih sejuk karena banyaknya pohon beringin mengitari alun-alun. Meski demikian, alun-alun menjadi terkesan suram dan remang-remang di malam hari. Berangkat dari keremangan alun-alun Kota Malang malam hari inilah yang membuat Pemkot Malang mengubah alun-alun menjadi lebih gersang, terbuka, dan didesain sedemikian rupa sebagai wana wisata keluarga yang gratis dan effortless. Berbekal dana CSR dari sebuah Bank BUMN, alun-alun Kota Malang yang dulunya gelap dan rindang menjadi luas dan terbuka.

Alun-alun Kota Malang Sekarang
Sebelumnya, tidak banyak orang yang mengunjungi alun-alun Kota Malang meski hanya sekedar berteduh. Sebelumnya pedagang kaki lima di tepi alun-alun juga cukup banyak. Sekarang, setelah direnovasi sedemikian rupa tidak ada lagi pedagang kaki lima yang menjajakan jajanan dan semakin banyak warga yang berkunjung ke alun-alun Kota Malang. Karena alun-alun tak hanya menyediakan view yang instagrammable namun juga menyediakan playground agar anak-anak bisa bersenang-senang. Sayangnya dengan desain terbuka, tempat untuk duduk bercengkerama jarang ditemukan walhasil pengunjung harus lesehan di rumput alun-alun yang notabene cukup panas dan tidak dapat digunakan untuk berteduh.

Alun-alun Kota Malang dulu (sumber: catatanbolpoin)
Selanjutnya ada Taman Trunojoyo yang terletak di depan Stasiun Kotabaru. Kelebihan taman ini adalah terdapatnya rumah baca sehingga taman ini juga sering disebut sebagai Taman Baca Cerdas. Pembangunan taman ini dilakukan dengan kucuran dana dari salah satu pabrik rokok di bagian utara Malang. Keberadaan rumah baca di taman ini secara langsung dapat meningkatkan minat baca warga Malang, khususnya generasi muda (anak-anak dan remaja). Adanya taman baca di ruang terbuka hijau yang sering dikunjungi masyarakat Kota Malang ini turut berkontribusi dalam mewujudkan kota ramah lingkungan impian. Mengapa demikian? Semakin tingginya minat literasi masyarakat maka kesadaran masyarakat untuk bertindak sehat dan cinta bumi akan semakin meningkat pula. Di taman ini, tempat sampah juga telah dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Dibandingkan alun-alun, Taman Trunojoyo masih mempertahankan pohon-pohon besar yang sebelumnya telah bernaung di sana sehingga suasana taman lebih sejuk dan juga nyaman untuk dijadikan tempat berteduh. Satu hal lagi, dengan adanya Taman Trunojoyo PKL yang dulunya berjualan di bahu jalan utama daerah Stasiun Kotabaru telah ditertibkan dan diberikan tempat khusus. Oleh karena itu, kemacetan di depan Stasiun Kotabaru agak berkurang dan pengunjung lebih leluasa berkunjung ke foodcourt yang terintegrasi dengan taman di taman Trunojoyo sayap Selatan. Ramah lingkungan sekali bukan?
Taman Trunojoyo (sumber:flickr)
Foodcourt Taman Trunojoyo (sumber: malangtimes)
Berikutnya ada Taman Nivea yang lebih tepatnya dinamakan Merbabu Family Park. Taman ini direvitalisasi berkat hibah dari perusahaan kosmetik di bagian utara Malang (lagi). Saking banyaknya atribut perusahaan yang mengindikasikan CSR perusahaan tersebut, masyarakat jadi lebih mengenal taman in isebagai Taman Nivea. Taman ini terletak di kawasan Ijen, tepatnya di jalan Merbabu dekat dengan hutan kota Malabar. Taman ini terbuka dan minim pepohonan, meski demikian karena taman ini adalah taman keluarga maka di sana terdapat berbagai macam permainan anak dan lapangan olahraga. Seru sekali jogging atau memanfaatkan alat olahraga sederhana yang disediakan di taman yang kental dengan nuansa biru ini. Taman ini juga berkontribusi mewujudkan kota ramah lingkungan impian, dengan fasilitas olahraga diharapkan masyarakat akan lebih bergaya hidup sehat dan gemar berolahraga. Gak nyambung ya? Ya udah disambung-sambungin aja.

Taman Nivea (sumber: kompas)
Taman terakhir yang diulas dalam postingan ini untuk mewujudkan Malang Kota Taman 2016, kota ramah lingkungan impian adalah Taman Slamet. Taman ini termasuk baru saja diresmikan bulan April 2016 kemarin. Penulis kebetulan juga baru mengunjungi taman yang terletak di tengah-tengah Ijen Boulevard ini. Taman ini juga berasal dari hibah pabrik rokok yang memberikan CSR untuk Taman Trunojoyo. Desain Taman mirip dengan Taman Trunojoyo akan tetapi taman ini memiliki satu desain lanskap yang mencirikan taman ini yakni desain geometri berwarna oranye di dekat pintu masuk taman. Dibandingkan Taman Trunojoyo, taman ini hanyalah berfungsi sebagai ruang terbuka hijau saja. Meski demikian keberadaan taman yang desainnya instagrammable banget ini juga turut berkontribusi terhadap lingkungan. Keberadaan ruang terbuka hijau yang semakin menjamur di Kota Malang membuktikan bahwa Pemerintah Kota Malang menaruh kepedulian pada kebutuhan Oksigen dan pelestarian hutan kota. Jadi, Malang sudah bersiap untuk mewujudkan kota ramah lingkungan impian. Bagaimana dengan kotamu?