The First Lip Swatch Review

Well karena blog ini adalah blog random yang berisi berbagai macam postingan, maka kali ini penulis akan berbagi review lipstik (atau lebih sering dikenal sebagai lip swatch). Postingan ini berawal dari beberapa postingan lain yang tersebar di internet dengan tema serupa, seringkali dipost oleh blog kecantikan/beauty blogger. Berhubung ini adalah postingan pertama penulis mengenai kosmetik mohon dimaafkan apabila terdapat kesalahan penyebutan dan lain sebagainya.

Dulunya penulis bukanlah orang gemar mengoleksi make up meski memang sejak dulu tertarik dengan berbagai macam make up, terutama lipstik. Setelah negara api menyerang (dimana terjadi insiden buruk mengenai lipstik, tentang kisah benci dan sayang, tentang penyalahgunaan sosmed, dan pertikaian dengan seorang teman) maka semakin menjadilah kecintaan penulis untuk mengoleksi lipstik. Meski yah, tidak sebanyak (mantan) teman penulis yang kini sukses jadi wanita karir itu hohoho. Bukan, postingan ini murni bukan postingan ghibah atau hate comment. Even I had bad experience about lipstick with some ungrateful bitches, still I love lipstick more than other make up. Postingan ini tidak juga bertujuan untuk menyaingi lip swatch ala-ala (bahasa Inggris abal-abal) yang di posting si (mantan) teman di Instagramnya. Bukan. Postingan ini pure review penulis yang terinspirasi dari beauty bloggers out there.

Penulis memiliki karakteristik bibir tebal tapi kecil (engga njeber) dengan kulit sawo matang, cenderung gelap. Oleh sebab itu, memilih warna lipstik nampaknya cukup susah bagi penulis. Mau warna pink yang cenderung nude takutnya terlihat pucat, jadi sayang dong beli lipstik tapi warnanya gak kelihatan? Mau pilih warna gelap malah membuat bibir semakin terlihat tebal. Dulunya sempat menggunakan NYX Antwerp beli bekas pada si mantan teman yang merasa aku dengki melihatnya pakai lipstik ini, warna pinknya cakep tapi engga cocok diaplikasikan terlalu tebal di bibir penulis. Begitu habis dan bersyukur cepat habis karena mengingatkan tragedi yang terlupakan gara-gara lipstik ini langsung beli ke salah seorang teman reseller kosmetik dengan harga murah yakni LA Girl dan NYX (lagi).

Alasan membeli LA Girl waktu itu karena brand ini murah (untuk kelas lipstik matte Amrik) dan jarang digunakan oleh anak hits Kota Malang, istilahnya brand ini brand baru. Kalau alasan membeli NYX sendiri karena memang sudah jatuh cinta pada lipstik Red Velvet KW ini. Alasan lebih lanjut akan dijabarkan pada ulasan di bawah ini:

Yang pertama ada LA Girl shade Fleur, harganya cuma Rp 95.000 waktu itu. Beli satu paket dengan NYX yang akan diulas berikutnya. LA Girl cukup tahan lama meski digunakan untuk makan/minum. Sayangnya baunya engga pleasurable banget, bau minyak. Teksturnya creamy dan berat, cukup lengket setelah diaplikasikan meski mengering. LA Girl sesuai dengan packagingnya, matte flat finish, jadi setelah diaplikasikan beberapa menit kemudian dia langsung matte. LA Girl dapat menjadi solusi sementara bagi kamu-kamu yang suka warna nampol dan tebal dengan harga murah. Jarang-jarang lo lipstik bagus berharga murah. Untuk shade Fleur ini sendiri, dia sebenarnya shade favorit dan sering out of stock di online shop, kenapa favorit? Karena shade ini terkesan nude dan natural, pigmen pinknya bagus tapi gak keliatan kayak pakai lipstik, warnanya juga engga keliatan pucat banget. Kelebihannya lagi, LA Girl ini awet banget maksudnya awet dalam pemakaian. Satu tube bisa dipakai lebih dari dua bulan.

Swatch LA Girl Fleur

Yang kedua ada NYX SMLC 22 Morocco, waktu itu harganya Rp 110.000. Sekarang di counter Rp 125.000 dan di OLshop Jakarta RP 115.000. Kenapa pilih Morocco? Sebetulnya dulu pengen beli yang Amsterdam karena warna merahnya cantik, engga terlalu terang/gelap, sayangnya out of stock. Tapi gakpapa, NYX Morocco hasil jadinya juga cantik kok. Mungkin karena penulis tidak memakai foundation atau make up selengkap tutorial gitu ya jadinya warna yang dihasilkan NYX Morocco engga oranye banget. Hasil jadinya lebih ke soft red, engga terlalu lebay untuk dipakai mahasiswi ngampus. Yang penulis suka dari lipstik ini adalah wangi vanilla-nya (vanilla scent) manis banget ketika dipakai. Aplikatornya juga lembut, teksturnya creamy tapi setelah kering bibir serasa tak diulasi lipstik, enteng banget. Minusnya, setelah makan dan minum perlu apply lipstik ini lagi di bagian dalam bibir karena warna memudar seiring dengan enyahnya makanan dalam mulut kita. NYX ini recommended buat kamu-kamu yang suka lipstik matte berwarna cantik dengan harga murah.
Swatch NYX Morocco

Yang terakhir dan baru datang setelah beli dari onlineshop adalah Colorpop Lippiestix Clique. Jujur sudah lama sejak tahu brand ini sempat dijual di Malang penulis menginginkan lipstik ini dari apapun. Alhamdulillah ya akhirnya kesampaian. Yang bikin tertarik itu kemasannya yang kayak bolpoin, lucu aja gitu. Selain itu produk lippiestix ini punya berbagai macam varian, gak hanya matte saja. Ada satin, glossy, hyper glossy, sheer, dan yang penulis suka matte. Dari segi warna sebetulnya clique mirip dengan NYX Morocco. Kalau mirip kenapa dibeli? Alasannya ya karena NYX Morocco mau habis dan penulis terlanjur jatuh cinta dengan warna merah kejinggaan. Sama seperti NYX, colorpop lippestix juga berbau vanilla tapi tidak terlalu kuat. Minusnya, berat hanya 1 gram dengan aplikator yang tidak terlalu nyaman untuk digunakan, kesannya terlalu kesat ketika diaplikasikan di bibir. Berbeda dari lipstik cream, lippiestix ini langsung matte bahkan stiknya saja sudah matte hahaha. Jangan khawatir mengenai harga, dia tak jauh berbeda dari NYX kok.

Swatch colourpop lippiestix Clique

Nah dari ketiganya sulit ditentukan mana favorit penulis meski penulis cenderung menyukai NYX. Ketiganya recommended, selain karena harganya murah, kualitasnya sepadan. Ketiganya juga akan penulis repurchase ketika habis nanti. Well, postingan ini memang tidak sepenuhnya menggambarkan review lipstik karena memang penulis bukan lipjunkie atau beauty blogger. Jadi, segitu saja review lipstik yang dimiliki oleh penulis ya. Semoga informasi ini bermanfaat. Oh ya di bawah ini penulis sertakan shade masing-masing lipstik di lengan penulis. Garis pertama adalah Colorpop, diikuti LA Girl dan diakhiri NYX.