Cuma Pengen Cerita: Anak Udik Naik Gojek


Setelah hampir 20 tahun tidak hidup bebas, ya penulis memang anak rumahan yang jarang diperbolehkan kemana-mana apalagi jauh-jauh sendirian. Ya sebenarnya engga separah itu sih cuma memang kadang orang tua saya terlalu sayang sama saya dan jarang mengizinkan saya main jauh-jauh apalagi kalau tidak berfaedah. Ya ada benarnya memang wejangan orang tua itu. Namun akhirnya di usia 20an ini saya mulai diperbolehkan melanglang buana (tapi masih dengan tujuan jelas dan berfaedah) kemanapun.

Mungkin orang tua mulai legowo membiarkan anaknya mengepakkan sayapnya selebar mungkin dan mengembangkan diri demi masa depan. Iya, lah wong saya bepergian juga jarang hanya untuk tujuan main-main saja, meski kadang ingin. Jadi, kemarin sebetulnya saya ada sebuah acara yang tidak wajib didatangi. Namun saya memilih datang saja karena kesempatan tak hadir dua kali, toh ya acaranya bermanfaat juga bagi saya. Bisa bertemu dengan orang-orang baru yang cerdas, memiliki visi, dan berfaedah lah pokoknya. Acara apa sih? Acara yang diadakan oleh Uni (yang rencananya) masa depan saya. Saya gak berani ngomong dulu di sini saya mau ke mana karena saya belum tentu berangkat juga. Intinya saya tengah berjuang mengejar mimpi saya dan mendapatkan beasiswa (mendapatkan beasiswa ini yang susah).

Alhasil, saya yang udik ini telah mengantongi ijin untuk pergi menghadiri acara Pre-Departure Briefing di Jakarta sendirian! SENDIRIAN! S E N D I R I A N!! Saya ingat bahwa Januari lalu saja ketika ada tes wawancara saya masih di antar kedua orang tua dan hasilnya malah saya tak jadi keterima di perusahaan itu. Padahal orang tua saya sudah keluar duit banyak waktu itu, hiks :(

Diperbolehkan pergi sendirian, apalagi ke kota yang 1000 km jauhnya dari rumah merupakan kebahagiaan tersendiri. Ya lagi-lagi mungkin orang tua sudah pemanasan melepas saya yang akan pergi beribu kilometer menyeberangi lautan hahaha. Sudah-sudah, postingan ini bertujuan membahas gojek jadi masalah curhat masa depan diskip dahulu hahaha.

Keberadaan Go Jek memang sangat membantu, apalagi bagi pendatang seperti saya ini. Tinggal download apps, pesan, naik, bayar. Tak heran banyak warga ibukota yang lebih memilih naik angkutan apps-based daripada angkutan konvensional. Satu, lebih mudah diakses dan lebih jelas. Dua, aman dan murah karena traif flat dan telah tertera di apps. Tiga, cepat! Gojek menghadirkan ketiga fitur yang sangat digemari pengguna tersebut. Sampai kadang saya heran, betapa keren dan pintarnya owner Gojek ini memanfaatkan peluang. Ya kan secara volume kendaraan bermotor di Jakarta juga membludak dan berpotensi untuk melahirkan tukang ojek online. Meskipun sistem ini telah ada di luar negeri, namun si owner mampu mengelola dna memanfaatkan local wisdom yang ada. Prok prok prok! Dan YAAAAY!! Gojek sebentar lagi resmi di Kota Malang!!

Memesan Gojek lebih cepat, mudah, dan murah daripada memesan taksi. Merasa terancam dengan keberadaan angkutan apps-based ini akhirnya supir Taksi demo besar-besaran, yeah well memang Gojek sangat membantu. Kamu tinggal mendownload aplikasi Gojek di PlayStore/AppleStore lalu menginstallnya. Lalu kamu bisa sign up agar bisa menikmati layanan Gojek. Setelah itu kamu bisa langsung pesan layanan yang kamu mau, ada Go-Ride, Go Car, Go Glam, Go Food, Go Box, Go Clean, and etc. Kalau aku sih butuh transportasi jadi milih Go Ride dan Go Car.


Dari menu home, pilih fasilitas yang kamu butuhkan misalkan Go Ride. Setelah itu langsung input alamat jemput dan alamat antar kamu sehingga harga yang harus dibayar akan tertera di layar.


Dari situ juga akan tertera metode pembayaran yakni menggunakan uang cash atau Go Pay. Kalau aku sih menyarankan menggunakan Go Pay karena selain mendapatkan diskon 50%, hal itu lebih mudah bagi kita. Tinggal Top Up Go Pay saja sesuai nominal yang kamu inginkan. Bisa Rp 10.000, Rp 30.000, atau terserahlah Rp 1.000.000 juga bisa. Cara Top Up nya juga mudah, tinggal isi ulang lewat mobile banking atau internet banking, sudah ada menu tersendiri.


Atau kalau kamu punya voucher bisa masukkan kode voucher dan diredeem langsung. Setelah menggunakan GO Pay maka kamu bisa langsung menikmati layanan pesanan kamu tadi, sementara bila belum kamu harus membayar drivernya yaa.

Oh ya, sebelum diminta membayar aplikasi ini akan mencari driver yang posisinya terdekat dengan kamu. Jadi untung-untungan saja, bisa dapat mas-mas ganteng bisa dapat bapak-bapak bisa dapat sepeda motor bagus bisa juga dapat sepeda motor butut hehehe ^^v


Meski di aplikasi dikatakan Bapak tersebut tiba 5 menit lagi, faktanya bisa jauh lebih cepat lo. Kadang malah kamu gak perlu menunggu 5 menit Bapak gojek sudah hadir menjemputmu meskipun juga kadang lebih lambat karena prime time atau jam macet.

Setelah menikmati layanan antar jemput kamu bisa kasih rate ke bapak driver yang telah mengantarmu tadi loo, bahasa online shopnya testimoni. Tapi yakin aja sih, insya Allah Gojek aman dan terpercaya. Aku tadinya sempat parno, takut banget kalau nanti diputer-puterin sama bapak gojeknya karena aku orang pendatang atau takut dilewatin jalan yang mencurigakan. Tapi alhamdulillah selama GPSnya nyala kita bisa mantau jalan kita atau bisa ngecek rute yang diambil bener apa engga. Yah meski kemarin juga sempet dilewatkan ke jalan yang agak mencurigakan sih. Intinya, kalau bisa hapalin jalan (apabila rute PP) kalau engga ya pantau GPS dan siap-siap speed dial nomor polisi aja. Tapi ya Gojek safety guaranteed banget sih, Alhamdulillah.


Sama halnya dengan Go Ride, untuk Go Car langkah pemesanannya sama. Sayangnya Go Car ini termasuk jarang karena kayaknya sepi peminat, begitu pengakuan driver Go Car tadi. Well, karena tadi aku butuh travel ke bandara yang notabene gak tersedia di Jakarta ya bagiku itu sangat membantu sekali. Memang sih harga asli lebih mahal dari travel Malang Juanda namun berkat Go Pay dapat diskon 50% jadi bayar lebih murah daripada travel Malang Juanda haha. Sayangnya biaya tol engga tercover di Gojek, jadi harus user yang bayar tol. Kalau travel Malang Juanda kan user tinggal terima nyampe aja di bandara. Selain itu, Gojek sistemnya drop ajabukan sewa jadi kalau mau muter muter jakarta ya harus pesan estafet lewat appsnya. Mungkin sih bisa jadi saran buat owner Gojek untuk menambah fasilitas Full Day atau mengincludekan tarif tol ke tarif Go Ridenya.