Review Film: Fantastic Beasts and Where To Find Them


Setelah memiliki pekerjaan sama kayak pekerjaan Ron dulu ternyata emang bener ya gak bakal sempat ngurusin blog sesering ketika masih jadi pengangguran. Sebenernya bisa, cuma entah mungkin aku aja yang kurang bisa mengatur waktu dengan baik. Soalnya juga seharian udah ngadepin laptop, jadinya pas pulang ke rumah udah males banget buka laptop lagi. Atau kalau engga ya buka laptop buat ngidol soalnya jadwal ngidol berkurang drastis sejak bukan pengangguran lagi.

Yang kedua, waktu untuk seneng-seneng juga berkurang. Bener sih pulang jam 4 dan harusnya sempet lah main-main bentar tapi kasihan ibu di rumah. Biasanya kalau sore aku yang bersih-bersih rumah kan, masa harus dilakukan Ibu semua kan kasihan beliau. Lagipula cuaca Malang akhir-akhir ini gak mendukung banget, jadi mau nonton ya susah. Yah begitulah cobaan nonton Fantastic Beasts and Where to Find Them ini. Padahal seharusnya sebagai Potterhead sejati, Fantastic Beasts harus ditonton pas premiere.

Dan masalahnya juga yang bikin makin ngebet adalah ketika filmnya rilis, kan jadi viral tuh. Karena pekerjaanku berhubungan dengan berita viral mau tidak mau dan suka tidak suka ya aku harus menulis konten yang nge-bait Fantastic Beasts. Nah, gimana gak tambah baper nulis film yang pengen ditonton tapi malah belum nonton? Kan gak lucuuuuuuuuu

Tapi alhamdulillah yah entah ini mungkin orang-orang gak excited sama Fantastic Beasts atau apa, ketika aku nonton di hari Sabtu (kurang lebih H+2 atau +3 rilis) kok sepi-sepi aja gitu. Kan aku ngejar show jam 14.45 tuh sebenernya, sekalian pulang ngantor, eh tauknya jalanan Malang macetnya naudzubillah. Ya udah kupikir gak bakal sempat, jadi aku ambil jam setelahnya. Gakpapalah pulang agak sorean dikit. Kuambillah jam 15.10 sekalian sholat Ashar dulu juga maksudku. Dan alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana.


Well, sebetulnya aku jarang sih curhat di thread review film kayak gini. Tapi emang lagi pengen curhat banyak aja wkwkwkwkwk. Jadi ceritanya, as usual, aku berangkat nonton sendirian. Yang pertama, karena udah biasa (punya atau tidak punya pacar ya nonton sendiri begini jadi gak ada bedanya). Yang kedua, karena udah ngebet pengen nonton dan rencana awalnya sebenernya mau marathon sama Doctor Strange. Apa daya Doctor Strange udah turun layar hiks! Yang ketiga, aku marahin orang Korea pakai bahasa Korea.

Jadi begini ceritanya. Kan aku biasa tuh nonton film di Seat A (setiap kali nonton sendiri) kukira gak bakal ada orang yang ngambil kursi di deket-deket aku. Eh tapi aku lupa itu hari Sabtu = malam minggu = orang pacaran bakal kencan. Nah, sialnya di sebelahku tuh orang Korea, pacaran lagi (ya sebenernya untung sih sebelahan sama orang Korea kalau dia gak berisik). Waktu mereka berisik sebelum film mulai aku biasa aja lah ya, malah sempet nguping juga omongan mereka. Sebenernya mastiin aja sih, ini bener bahasa Korea atau bukan. Eh ternyata bener bahasa Korea. Aku dengerin aja terus sambil manggut-manggut.

Lalu aku sempet mbatin gini sih, "Awas ya kalau masih berisik pas film mulai." Udah aku biarin aja mereka terus ngobrol. Sampai Filmnya mulai. 1 menit, 2 menit, 5 menit, 10 menit, 15 menit. Tak tahanlah aku si cewek nyerocos terus sepanjang film. "Chogiyo, Chogiyo. Silent Juseyo." aku langsung berkata tanpa tedeng aling-aling. Dan tahukah kamu? Si pasangan Korea terdiam, terpaku, terpana, lalu diam hingga film berakhir.

---KKEUT---


Siapa sih yang engga nungguin spin off Harry Potter ini? Awalnya berita Fantastic Beasts memang cukup aku underestimate. Kenapa? Ya karena Fantastic Beasts itu bukan novel, really! Itu cuma buku panduan monster ini ada di sini, ciri-cirinya begini, efeknya begini, cara merawatnya begini. Eh sumpah gitu doang! Tapi ternyata spin off ini digadang-gadang bakal dipecah menjadi 5 film (yang awalnya cuma trilogi). Gila maruk amat ya, keliatan nyari uang.

Lalu yang kedua yang bikin underestimate adalah Eddie Redmayne, ya aku paham betul dia adalah aktor peraih Oscar tapi aku pribadi engga begitu suka sama Eddie Redmayne. Dan didukung cast lain yang sama sekali gak kukenal. Dan yang ketiga, settingnya di Amerika. Ini Harry Potter apaan kok pake logat Amrik kan? HarPot kan British banget!! Dan yang keempat adalah No-Maj instead of Muggles. O RLY?!

Namun setelah mengerjakan berita mengenai Fantastic Beasts, lagi-lagi ya penyakit Potterhead-ku kambuh. Gimana-gimana ini masih sempalan Harry Potter gitu lo, ditambah lagi skenario ditulis JK Rowling gitu lo. Ya udah aku excited excited aja tapi gak berekspektasi apapun. Aku sudah lelah berharap karena berharap itu yang benar cuma sama Tuhan tsaaaaaaaah~

So, Newt Scamander (Eddie Redmayne) adalah seorang magizoology yakni seseorang yang mendedikasikan hidupnya untuk berburu fantastic beasts dengan penuh kasih sayang. Newt ini tipikal anak Hufflepuff banget deh, loyal, gak neko-neko, jalan lurus ke depan, dan baik hati. Suatu kali Newt pergi ke New York, awalnya dia ngaku pengen ke peternakan Pooskie Whooskie atau apalah itu namanya. Namun justru kedatangannya ke New York adalah di saat yang tepat atau tidak tepat (?)

Tepat karena Newt adalah seorang magizoology yang benar-benar mengerti jenis beasts apapun, tidak tepat karena situasi penyihir dan manusia di New York sedang tegang. Menurut berita yang aku tulis juga, ternyata film ini mengadaptasi situasi nyata di amerika saat itu lho SALEM WITCH TRIAL. Yang mana memang kultur masyarakat Amerika anti banget sama penyihir pada tahun 1926 itu, beda sama kultur Eropa. Dan di New York lah Newt bertemu dengan kroni-kroninya yakni Tina Goldstein (Katherine Waterstone), Queenie Goldstein (Alison Sudol), dan Jacob Kowalski (Dan Fogler).

Berawal dari pertemuan konyol dan tak sengaja, justru mereka berempatlah yang menyelamatkan kota New York. Tokoh penting lainnya dalam film ini adalah Credence (Ezra Miller) dan Percival Graves (Collin Farrell) yang ternyata nantinya menjadi plot twist bahwa sebenarnya ... adalah ... (Johnny Depp).


Kalau dibandingkan dengan Harry Potter, karena ini masih film pertama, masih tetap menang Harry Potter. Tapi kalau bicara lebih menghibur, Fantastic Beasts ini lengkap deh. Ada drama, romansa, jokes, bahkan aura beratnya juga terasa. Berbeda dengan Harry Potter 1-3 yang dibuat buat anak-anak, Fantastic Beasts memang dibuat untuk orang dewasa. Guyonannya pun guyonan dewasa, auranya pun lebih gelap meski gak segelap Harry Potter and The Deathly Hallows. Dan tambahan lagi, dalam Fantastic Beasts dijejalkan plot twist dan efek ala-ala Film Horror. Aku sampai heran, ini aku nonton dunia sihir apa film horror?

Berbicara mengenai dunia sihir itu sendiri, jujur aku pribadi lebih suka sihir di Harry Potter karena ya itulah sihir yang kukenal dari buku yang kukenal selama ini. Karena secara pribadi, menurutku di Fantastic Beasts porsi sihirnya kurang ngena ya mungkin karena konsentrasinya lebih ke Magical Beasts kali ya.

Berbicara mengenai plot. Untuk satu ini, aku apresiasi JK Rowling. Debutnya sebagai penulis skenario termasuk sukses karena bisa bikin plot Fantastic Beasts yang unpredictable begini. Karena memang tidak berangkat dari buku ya aku nikmati aja filmnya dan benar-benar bagus lah. Eksekusi di filmnya juga bagus, sinematografi bagus, musik juga bagus. Cumaaaaa tetap masih tetap di kategori standar. Dalam artian film ini gak mindblowing banget. Namun mungkin sedikit di atas yang aku bayangkan sebelumnya.

Overall karya JK Rowling memang gak bisa dianggap remeh dan harus dinantikan. Look forward for the next movies sih aku. Udah tonton aja!

P.S: Oh ya, Eddie Redmayne bener-bener keren memerankan seorang Newt Scamander. Karakternya pas banget!!!!


Plot★ ★ ★ ★ ☆
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ☆
Overall★ ★ ★ ★ ☆