Kaleidoskop 2016

Wah tidak terasa sekarang sudah masuk lagi ke bulan Desember, ini berarti tahun 2016 sudah berada di ujung mata. Beberapa hari lagi, tahun 2017 sudah menyongsong. Dan sudah siapkah kamu dengan pribadi yang baru? Kalau aku sih, yah begitulah. Sebelum menutup lembaran 2016, aku ingin me-recall dulu apa-apa yang telah aku capai dan aku lakukan di tahun 2016 ini. Selain karena ingin pamer, aku ingin mengingatkan diri sendiri, ingin merefleksi, dan ingin juga memperbaiki apa saja sih yang kurang.

Karena meskipun semua hal yang telah kulalui telah berlalu, dari situ aku bisa belajar. Belajar untuk memilah mana yang seharusnya aku pertahankan dan mana yang seharusnya aku tinggalkan. Demi menjadi pribadi yang lebih baik. Yah kenapa pula ini paragraf awal ceramah banget hahaha. Well, anyway apapun alasannya mungkin ini jadi postingan penutup di tahun 2016 karena entah apakah aku akan niat ngeblog lagi atau sempat ngeblog lagi atau tidak. So, jadi ya kita mulai saja Kaleidoskop 2016 ala Agista!


Januari 2016: Awal tahun! Yay! Aku berjanji untuk menjadi pribadi yang baru. Yang meski yah, hingga penghujung 2016 mungkin perubahanku cuma 20% atau kurang. Di awal tahun ini, yang aku ingat adalah aku tidak membuat suatu resolusi lagi karena aku sudah membuatnya di tahun 2015. Jadi tinggal memilih untuk melanjutkan atau tidak. Satu hal yang membuatku gembira dan lega, aku sudah dinyatakan lulus sidang. Jadi tinggal mengurus yudisium dan menunggu wisuda. Nah, sebetulnya karena sebelumnya aku sudah berniat untuk mendaftar LPDP, aku sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes TOEFL. Yang ternyata gagal kujalani karena bebarengan dengan wawancara pekerjaan yang berakhir kegagalan juga. Intinya, DOUBLE FAILED lah. Tapi tak apa, perjuanganku dimulai dari bulan ini.

Momen Wisuda
Februari 2016: WISUDA!! Yay (lagi)!! Gak ada spesial dari wisuda sebenarnya kalau masih pengangguran. Ya itu berarti kan kesibukan ke kampus semakin berkurang dan status resmi menjadi pengangguran. Nah, di bulan ini aku mulai sibuk bergerilya mencari LoA dan daftar tes TOEFL (lagi). Buang-buang duit lah pokoknya. Demi keinginan untuk sekolah lagi. Mulai dari bulan ini, aku berusaha untuk mewujudkan impianku. Sialnya, hapeku hilang. Beruntungnya, aku dapat hape pengganti heuheuheu.

Maret 2016: Tes TOEFL. Alhamdulillah langkah untuk daftar beasiswa LPDP semakin dekat. Dan status masih jadi pengangguran. Sudah mencoba melamar ke sana ke mari masih belum dapat rejeki. Tak apa. Santai saja.

April 2016: Hasil tes TOEFL sudah keluar dan pendaftaran LPDP Batch 2 semakin dekat. Aku terus mengejar ketertinggalan, submit sana-submit sini. Alhamdulillah sudah dapat 3 LoA tapi masih jadi pengangguran. Tak apa.

Pre-Departure Briefing Southampton University (dan kemudian gak jadi masuk sana)
Mei 2016: Alhamdulillah dinyatakan lulus seleksi administrasi LPDP. Saatnya bersibuk-sibuk ria dengan tes substantif, berpusing-pusing menyiapkan diri. Dan memulai perjalanan jauh pertama sendirian. Ya, aku pergi ke Jakarta sendirian demi pre-departure briefing Southampton University. Tapi apa daya ...

Juni 2016: GAGAL! Gagal pada percobaan pertama LPDP meskipun telah mengantongi 3 LoA. Rasanya sia-sia pupus sudah semua harapan. Belum lagi masih pengangguran. Rasanya stress, depresi. Udah bela-belain ke Jakarta juga. Tapi memang belum rejeki. Tapi masih belum menyerah. Dan pada bulan ini juga ambil IELTS lho karena udah pede bakal lolos LPDP heuheuheu. Padahal dinyatakan tidak lolos.

Juli 2016: Masa-masa bersedih telah usai. Semua diikhlaskan, semua dijadikan pembelajaran. Terus berefleksi dan memperbaiki diri. Sempat bingung apakah lanjut atau tidak? Atau mending bekerja saja? Bekerja juga masih di tahap wawancara-wawancara aja. Rejeki masih belum turun. Pada akhirnya, karena sayang udah tes IELTS, sayang udah medical check up dengan harga yang gak murah, memberanikan diri untuk daftar LPDP lagi di batch 3 ini. Nothing to lose, kalau memang rejeki ya rejeki. Kalau memang tidak rejeki ya berarti memang harus lanjut sekolah lain kali.

Pagi di mana nasibku ditentukan, terima kasih atas tumpangannya dan ngobrol Koreanya cyin. Saranghae Budhe
Agustus 2016: Alhamdulillah, dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh LPDP untuk kedua kalinya. Di sisi lain, ya ini memang benar-benar kesempatan terakhir untuk mencoba peruntungan di lembaga milik negara ini. Benar-benar sebuah peluang untuk membuktikan, apakah aku layak mendapatkan beasiswa ini? Pada tanggal 10 Agustus, tepat di hari ulang tahunku, aku menjalani tes substantif. Aku berjuang keras, karena di usia yang ke-23 ini aku harus bisa mencoret satu lagi resolusiku di tahun 2016. Aku harus bisa memberikan hadiah terindah untuk diriku sendiri.

September 2016: ALHAMDULILLAH! Bulan ini merupakan bulan penuh berkah. Setelah benar-benar memperbaiki diri, berserah, dan berusaha sekuat tenaga, pada akhirnya terkabulkan. Alhamdulillah dinyatakan lulus LPDP. Rasanya langsung plong. Meski masih menjadi pengangguran tak apa, yang penting beasiswa sudah di tangan. Saatnya memikirkan masa depan dan mengatur jadwal, apa yang harus kulakukan satu tahun ke depan?

Oktober 2016: Putus. Masa-masa ini merupakan masa-masa paling buruk bagi aku dan dia. Masa-masa dimana kami tak lagi saling mengerti. Masa-masa dimana rasanya kebas. Antara masih ingin bersamanya atau tidak namun pada akhirnya aku memilih untuk berpisah. Satu, karena mungkin hubungan ini sudah tidak tertolong lagi. Dua, karena aku akan pergi meninggalkannya untuk sekolah. Tiga, karena aku tidak ingin memiliki hubungan khusus dengan siapapun dalam bentuk apapun kecuali pernikahan. Empat, karena aku belum siap menikah.

Keluarga baru tahun 2016 (1) Laskar Bhadrika Sagraha yang gagah berani dan siap menolong
November 2016: Mulai menata hati kembali. Bertemu dengan keluarga baru, PK-85! Bertemu dengan harapan baru! DAN ALHAMDULILLAH SUDAH BUKAN PENGANGGURAN!! Nikmat yang diberikan Yang Maha Kuasa begitu besar dan tidak terkira. Rasanya aku sudah kehabisan alasan untuk tidak bersyukur. Aku mensyukuri segala jerih payah, jatuh bangun, air mata, dan keringatku. Semua terbayar di penghujung tahun. Alhamdulillah!

Desember 2016: Kehidupanku sudah mulai settle dengan baik. Hubungan dengan orang-orang terdekat sudah mulai terjalin baik kembali. Dan sekarang aku galau karena belum mendapatkan LoA. Dan aku sedih karena ibadahku mulai menurun lagi dan aku kehilangan kontrol atas waktu. Untuk tahun depan, aku harus bisa menjadi lebih baik dari ini. Aku harus bisa memenuhi mimpi-mimpiku yang lain!

Keluarga baru tahun 2016 (2) The Super Knight Writers, keluarga KLN dan aku jadi yang paling kecil
Aku benar-benar bersyukur pada tahun 2016 ini aku bisa mencoret dua resolusi yang telah aku buat. Dan hingga saat ini aku baru mencoret resolusi tahun 2015-2018 ku. Masih ada juga target hingga tahun 2020 yang harus aku penuhi. Hingga saat ini aku tak berhenti bersyukur, tanpa bantuanNya aku tak akan bisa meraih apa yang aku dapatkan tahun ini.

Begitulah kaleidoskopku sepanjang tahun 2016. Impianku tak berakhir di tahun ini, targetku belum tercapai semua di tahun ini. Masih ada banyak target-target lain yang harus dicapai. Dan yang paling dekat adalah mendapatkan LoA heuheuheuheu.