WALK OFF THE EARTH

Well, aku bukan tipe orang yang mengamati musik gigs atau indie. Yah dulu sih pernah sempat jadi editor di sebuah webzine independen musik yang membahas tentang gigs dan sebangsanya. Dari situ jadi cukup tahu dunia musik indie. Pernah juga bekerja di sebuah clothing store yang ternyata ownernya punya kenalan banyak anak gigs. Jadi mau tidak mau, waktu itu memang sempat berkecimpung di dunia musik indie. 

Yah setidaknya begitulah pengantar untuk postingan kali ini. Yang akan aku bahas kali ini bukan lagi Korea-Koreaan tapi sebuah kelompok (band) musik indie. Band ini bukan lokal, band bernama WALK OFF THE EARTH ini merupakan band indie Kanada. Dan mungkin sebagian dari kalian sudah kenal dengan band ini.

Band yang digawangi oleh Gianni Luminati, Sarah Blackwood, Ryan Marshall, Taylor, dan Joel Cassady ini pertama kali kukenal di akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2012. Mungkin sebelum kalian kenal dengan keunikan band ini, aku sudah kenal duluan. Waktu itu band ini menarik perhatianku setelah aku nonton video cover mereka Payphone (Maroon 5) dan Somebody That I Used To Know (Gotye). Dan sejak saat itulah aku ngefreak sama band yang kini sudah menelurkan dua album yakni R.E.V.O dan Sing It All Away.

Honestly, aku gak begitu suka sama video cover apalagi kalau covernya biasa-biasa aja. Tapi WOTE menyuguhkan video cover yang berbeda. Masing-masing personil, terutama Sarah dan Gianni sangat berbakat memainkan berbagai macam instrumen musik. Hal ini yang dijadikan Gianni kekuatan WOTE. Mereka bisa membuat sebuah video cover dengan instrumen musik yang tidak biasa atau cara yang tidak biasa.

Dan kalau biasanya orang mengenal lagu hits lewat penyanyi aslinya, berkat WOTE aku jadi gemar lagunya. Jadi, bagiku lagu hits itu mwoya sebelum WOTE mengcover lagu mereka. Contoh, Royals (Lorde). Lorde itu nugu bagiku, pada waktu itu memang tahun debut Lorde dan sukses dengan lagu Royal. Namun kalau tidak dicover WOTE mungkin sampai sekarang aku tak akan mengenal Lorde. Atau sebut saja Cheerleaders, Rude (Magic).

Tak hanya artis baru saja yang dicover oleh WOTE, mereka juga mengcover tembang-tembang lawas dan yang paling sering sih The Beatles atau Nirvana. Apalagi mereka juga suka melakukan looping yang membuat cover ala WOTE sungguh berbeda dan outstanding dibandingkan cover oleh Boyce Avenue atau Alex Goot, atau siapapun. You Name It! 


Meski WOTE juga sering berkolaborasi dengan cover artist yang lain lantas tak membuat WOTE kalah bersinar. WOTE selalu menghasilkan kolaborasi yang epik dan tetap di koridornya, EXTRAORDINARY. Ya memang kalau dari sananya udah kreatif dan berbakat mau collab sama siapapun juga hasilnya tetap bagus ya?

Dan jangan salah juga, selain mereka mengcover lagu artis populer dengan sangat baik ternyata lagu-lagu yang mereka ciptakan juga tak kalah memanjakan telinga. Kerennya lagi, mereka menggunakan alat musik yang jarang terdengar di lagu komersial ala ala Western. Lagunya mengandung instrumen country dan folk, hal tersebut justru menjadi daya tarik WOTE dan sisi tambah dari band multi-talenta ini.


Coba kalau kalian dengar album R.E.V.O di sana ada Summer Vibe yang kental banget dengan suasana pantai dan musik reggae. Lalu ada Money Tree yang agak-agak ngerock tapi ear catchy, ada juga Red Hands yang semarak banget. Lalu di album berikutnya, Sing It All Away, tak ubahnya semua track dalam album ini sangat memanjakan telinga dan sayang untuk dilewatkan.

Well, wish you all the best and succesful until death do them apart! Semangat berkarya WOTE! Sebagai WOTElings aku sangat bersyukur dapat menikmati karya-karya kalian hingga hampir 5 tahun ini. Kalau kalian penasaran dengan salah satu cover song WOTE, cek deh video berikut!