Skala Prioritas


Aku pertama kali mengenal skala prioritas ketika masih berlangganan majalah BOBO yang kini entah kemana rupanya. Entah sudah diloakkan atau ketlisut saat berulang kali pindah rumah. Yang jelas dalam suatu rubrik, majalah BOBO (bacaan wajib generasi 90-an) menuliskan tentang pentingnya membuat skala prioritas. Wah, dari kecil aja udah diajari bagaimana cara memanajemen waktu dan cita-cita dengan baik ya?

Jadi seingatku skala prioritas menurut majalah BOBO adalah daftar hal-hal yang ingin dilakukan dan disusun berdasarkan prioritas. Simply disusun dari yang terpenting hingga paling tidak penting. Membuat skala prioritas itu susah susah gampang. Kadang seseorang tidak memahami mana yang harus didahulukan mana yang tidak. Dan majalah BOBO sudah mengajarkan hal tersebut sejak awal 2000-an. Hipster BOBO.

Sedikit banyak aku berterima kasih pada penulis kolom SKALA PRIORITAS di majalah BOBO itu. Sebab kalau aku tak membaca rubrik itu mungkin sampai saat ini aku tak pernah bisa membuat daftar hal-hal yang aku inginkan dan ends up aku hidup tak beraturan. Well, sebagian besar orang sukses adalah orang yang mampu membuat Skala Prioritas lho!


Sejak membaca rubrik tersebut, aku membiasakan diri untuk membuat skala prioritas. Kalau dulu sih isi skala prioritasku adalah barang-barang yang aku beli setelah mengumpulkan uang saku. Daftar judul komik misalnya. Seiring berjalannya waktu, tanggung jawab yang kuemban juga semakin besar. Cita-cita yang kuinginkan juga semakin berliku oleh sebab itu aku tak lagi membuat skala prioritas belanjaan saja namun juga bucket list dan step step untuk meraih cita-citaku.

Sehubungan dengan keinginanku untuk sekolah di luar negeri, saat ini aku punya 4 skala prioritas. Yang pertama adalah skala prioritas barang yang ingin kubeli, skala prioritas universitas yang ingin kutuju, skala prioritas cita-cita yang harus dicapai, dan skala prioritas step yang sudah dilaksanakan sehubungan dengan pendaftaran universitas. Semua daftar ini aku simpan di handphone agar lebih mudah bagiku untuk mengingat dan melaksanakannya. Aku juga menempel skala prioritasku di tembok kamar agar aku selalu ingat bahwa jalanku masih panjang untuk meraih impianku. Lantas seperti apa penampakan skala prioritasku?

Skala prioritas barang yang ingin dibeli
Manusia itu adalah orang yang tak pernah puas. Setelah mendapatkan satu hal maka dirinya akan menginginkan hal lain. Aku juga begitu karena aku manusia biasa. Aku ingin beberapa barang mulai dari yang penting sampai yang paling tidak penting alias hendon belaka. Skala prioritas ini aku buat untuk mengingatkan diriku sedikit berhemat. Sebab namanya keinginan kan tidak harus didapatkan saat itu juga, skala prioritas ini aku buat agar aku ingat untuk menabung sehingga barang yang kuinginkan dapat terbeli. Dan inilah barang-barang yang ada dalam daftar to buy ku untuk beberapa waktu ke depan.


Skala prioritas Universitas Tujuan
To be honest, skala prioritas benar-benar memudahkanku untuk mengatur rencana dan mempersiapkan keuangan lho. Dengan skala prioritas (meski aku tidak mencantumkan jadwal), aku bisa memperkirakan kira-kira kapan sih targetku ini akan tercapai. Slow but sure semua hal yang kutargetkan ini lama-lama tercapai. Dan tentu saja hal ini sangat berguna untuk aplikasi beasiswa dan pendaftaran universitas. Jadi buat kamu-kamu yang serius ingin melanjutkan studi di luar negeri dengan beasiswa, membuat skala prioritas itu wajib hukumnya. Skala prioritas juga bisa membuat aware dengan worst case scenario lho!

Skala prioritasku yang ini merupakan skala prioritas step dan universitas apa saja yang sudah kuapply (serta beberapa tagihan yang harus kupenuhi hahaha). Seperti yang telah kukatakan, dengan skala prioritas seseorang jadi terlatih memanajemen diri sendiri, berupa waktu dan keuangan. Aku pernah dengar bahwa sosok manusia yang baik adalah orang yang dapat memanajemen waktu, uang, dan hati. Yang paling mudah dimanajemen adalah uang, kalau sudah bisa memanajemen uang barulah belajar mengatur waktu. Tahapan paling sulit dan paling signifikan adalah manajemen hati. Jadi mari kita mulai dengan memanajemen uang dengan baik.

Tips buat kamu yang ingin apply beasiswa (terutama LPDP) listing universitas seperti yang aku lakukan ini sangat membantu untuk memfilter universitas mana yang ingin kamu tuju dan kamu bisa mempersiapkan back up plan sejak dini lho!

Skala Prioritas Step yang dilaksanakan
Sehubungan dengan skala prioritas universitas, tentunya aku juga sudah menyiapkan skala prioritas step yang sudah dilaksanakan untuk kelancaran studiku. Memang sih ada beberapa hal yang sempat miss dan tidak terpenuhi tapi at least ada beberapa hal juga yang berjalan mulus setelah aku membuat skala prioritas. See, betapa skala prioritas ini membantu banget untuk mencapai cita-cita jangka pendek atau jangka panjang.


Skala prioritas hal-hal yang ingin dicapai
Setiap tahunnya, seseorang pasti punya resolusi yang ingin dipenuhi tahun itu. Misalnya saja ingin jadi lebih langsing. Sayangnya tak semua resolusi berakhir jadi kenyataan. Kebanyakan resolusi lama-lama jadi basi karena cuma anget-anget tai ayam aja. Untuk mengatasi hal tersebut, impian dan apapun yang kamu inginkan harus ditulis dan kalau bisa ditempel di tempat yang sering kamu lihat SETIAP HARI! Dengan begitu kamu akan selalu ingat dan selalu bertekad untuk menggapai impian tersebut. Hal ini nyata lho, contohnya saja Alit Susanto. Dulunya alit hanyalah seorang mahasiswa biasa yang gak lulus-lulus, setelah membuat impian yang ditulisnya dan ditempelnya kini Alit Susanto bisa jadi penulis sukses. Satu per satu cita-citanya kesampaian. Jadi, ayo mulai tulis skala prioritas sekarang!

Memang sih hal-hal yang aku buat skala prioritas belum aku centang satu per satu tapi beberapa bucket list yang aku tempel di tembok dekat meja belajarku sudah mulai aku coret satu per satu lho! Karena aku yakin dan bertekad untuk mewujudkannya. Faktanya, alhamdulillah berkat izin Allah juga aku berhasil mencoret satu per satu impianku. Kini saatnya untuk mencoret yang lainnya!