Review Film: Guardians of The Galaxy Vol. 2 [2017]


It's spring time, it's superhero time! Yay! Selain THOR yang ditunggu di tahun ini, apalagi yang kamu tunggu dari Marvel? Tentu saja Guardians of The Galaxy dong. Berawal dari komik underdog, GOTG berhasil mencuri hati penggemar. Rupanya perpaduan grafis dan mixtape lawas berhasil membawa film yang dibintangi oleh Star Lord, Rocket Racoon, Gamora, Drax, dan Groot ini jadi primadona bagi penggemar film pahlawan super.

Buat kamu-kamu yang belum baca review bagian pertamanya, sok atuh baca dulu di sini dijamin kesengsem! Dan buat kamu yang sudah nonton film pertamanya tapi masih belum sempat nonton, yuk simak dulu opiniku mengenai film yang juga diikutkan dalam Marvel Cinematic Universe ini.

Semua masalah telah usai di film jilid pertama, Star Lord (Chris Pratt), Gamora (Zoe Saldana), Drax (Dave Bautista), Rocket Raccoon (Bradley Cooper), dan Groot fix ditentukan sebagai penjaga galaksi. Karena predikat barunya ini, para pahlawan super ini memiliki harga tinggi untuk dimintai bantuan. Film dibuka dengan adegan para pahlawan menjaga baterai planet Sovereign yang berisi orang-orang berwarna emas nan sombong dari serangan monster.

Tentu dong para pahlawan ini sukses meski Groot tak banyak membantu tapi masalah tak berhenti dari sini saja. Masalah justru datang saat ayah Peter Quill, Ego (Kurt Russell) datang menghampiri. Film kedua ini lebih banyak menceritakan tentang asal-usul si manusia bumi kita, Star Lord. Tentu dong dari film pertama kita bertanya-tanya, kira-kira ayahnya siapa ya? Thanos?

Orang yang mengaku ayah atau ayah Peter sebenarnya (?) ini mengajak Star Lord beserta Drax dan Gamora ke planet yang dimilikinya, Planet Ego. Dan perlahan semua misteri terkuak, siapakah Ego? Apa gerangan keinginannya? Siapa ayah Peter Quill sebenarnya? Dan apa arti semua beban hidup ini? Akan terjawab di sini.

Ketika bicara tentang visual grafis, tentu saja Guardians of The Galaxy tak mengecewakan sejak film pertama. Bahkan GOTG Vol. 2 ini terlihat lebih penuh warna, colorful banget! Awalnya lagu-lagunya memang tak se-ear catchy dari Awesome Mix Vol. 1 tapi lama kelamaan lagunya bikin baper dan tak kalah syahdu.

Overall, volume dua bisa dibilang lepas dari jalinan cerita ke Marvel Cinematic Universe. Benar-benar tak ada singgungan sama sekali untuk menuju ke film selanjutnya (Avengers). Sekuel kedua ini berdiri sendiri dan benar-benar berfokus pada silsilah keluarga dan masa lalu Peter Quill. Sedikit klise dan bisa ditebak tapi tetap saja plot dibungkus dengan adegan aksi plus visual yang apik.

Belum lagi jokes-jokes super receh yang bertebaran dari awal hingga akhir sukses mengocok perut(ku). Guyonan yang terdapat di GOTG ini terbilang lebih berani dan blak-blakan, engga pake sensor beda dengan guyonan di film Marvel lain. Intensitasnya juga sering banget sehingga filmnya jadi lawak. 

Bicara tentang plot, sebetulnya tak ada yang istimewa bahkan film pertama memiliki plot yang lebih bagus dan masuk akal. Namun GOTG 2 lebih banyak bereksplorasi pada drama dan pengenalan karakter pendukung seperti Yondu dan juga Nebula. Simply, film ini memiliki tema besar KELUARGA. Keluarga Quill, Drax, dan Gamora dikupas perlahan dalam setiap dialog.

Film ini ketolong banget sama pembagian peran bagi mereka mereka yang di film pertama kurang signifikan. Moral cerita juga dapat banget, engga buruk untuk film sekuel tapi engga terlalu bagus juga. Klimaks sebetulnya kurang nendang juga sih karena udah bisa ditebak bakal begitu. Tapi yah, it's okay because it's Marvel.

Anyway, meski plotnya engga seseru yang pertama tetap saja film ini recommended untuk ditonton buat kamu-kamu yang butuh jokes receh plus sinematografi apik. Dan tak lupa, dengarkan juga soundtrack Awesome Mix Vol. 2 yang gak kalah kece dari mixtape edisi pertama di bawah ini!

P.S: As Usual, jangan tinggalkan tempat duduk sampai credit benar-benar habis. Karena bakal ada 3 credit scene (sementara di website lain disebutin 5, komen aja kalau misal aku salah hitung). Tapi credit scene-nya engga ngasih clue Marvel Cinematic Universe kok.

Plot★ ★ ★ ½
Akting★ ★ ★ ★ ☆
Musik★ ★ ★ ★ ☆
Grafis★ ★ ★ ★ ½
Overall★ ★ ★ ½  ☆