Cuma Pengen Cerita: Liputan Pertama (dan Terakhir) ke Banyuwangi


Sebagai seorang jurnalis, liputan merupakan hal yang sangat penting. Atau mungkin cuma buat aku saja sih. Soalnya memang bisa dibilang pekerjaanku sebagai seorang editor di salah satu portal berita tuh pekerjaan yang aku banget. Ya gimana, setiap hari diminta untuk menulis dan nyosmed. Dan asal tahu aja, itu tuh hobiku sejak internet menjajah kehidupanku di dunia yang fana ini.

Begitu ditawari menjadi anggota tim penulisan di Malang, aku langsung mengiyakan. Tapi jangan salah lho, dulu tuh aku melamar kerjanya terbilang nggak niat (kayaknya emang aku lebih rejeki kalau iseng daripada diniati). Jadi gini, pasca lulus dari S1 aku tuh nganggur selama 9 bulan. Udah mencoba ke BUMN, ke sana dan ke mari belum dapat rezeki hingga akhirnya aku memutuskan untuk sekolah lagi.

Beruntung sih akhirnya dapat beasiswa tapi karena aku tahu baru akan berangkat satu tahun kemudian, aku bingung cari kerja yang di Malang aja. Lagi-lagi keberuntungan ada di pihakku, setelah ditolak berkali-kali seorang kenalanku menawariku untuk jadi bagian tim editorial KapanLagi.com, Malang. Bagiku ini kesempatan emas ya udah lah ya aku coba aja. Nothing to lose.

Waktu itu aku diminta untuk mengirim lamaran via e-mail beserta contoh tulisan dan satu essay. Aku nggak tahu awalnya akan ditempatkan di bagian mana jadi ya aku lampirkan aja backlink ke blog, tulisanku sebagai kontributor dan lain-lain. Bahkan aku bikin essay-nya tuh cenderung nggak niat lho. Kalau penasaran dengan essay yang kutulis, bisa banget kalian baca di sini.

Yang lebih nggak niat lagi tuh pas aku dipanggil wawancara. Waktu itu dijadwalkan jam 11 siang, sementara aku baru berangkat jam setengah 11 dari rumah. Ya emang normalnya nutut sih tapi aku meremehkan. Malah pas sampai di Araya tuh aku nggak tahu lokasi tesnya dimana? 😂😂😂 Bego kebangetan deh pokoknya. Hingga aku baru sampai di lokasi jam 12 siang, telat satu jam!!
Me and The Super Knight Writer (plus alumni)

Pas sudah masuk, itu pun masih celingak celinguk ini kudu kemana gitu. Akhirnya aku telepon yang menginterview sampai akhirnya diminta masuk ke sebuah ruang rapat. Di situ dites nulis (me-rewrite artikel bahasa Inggris) dan memberi caption pada foto. Sama diminta bikin essay lagi kalau nggak salah. Nah, AKU TUH NGGAK BAWA PULPEN! Nggak niat kan? Tapi ya udahlah ya, bermodal pinjaman aku berhasil menyelesaikan semua tulisan paling cepat dibanding peserta lain (yang udah datang duluan dibandingkan aku).

Dari situ aku udah feeling nggak bakal masuk sih, soalnya: 1) Telat, 2) Nggak niat. Pas wawancara pun gitu, aku wawancara terakhir dan aku sempat minta keringanan untuk dikasih cuti seminggu (kebetulan di hari pertama masuk itu aku harus pergi ke Jakarta untuk PK, baca ceritanya di sini). Tapi ya namanya juga rezeki, alhamdulillah justru aku diterima jadi salah satu anggota The SuperKnightWriter hohoho 🎉

***
Nah ini kayaknya kepanjangan deh cerita soal pertama kali masuk kerja jadi jurnalisnya. Well, melihat background-ku yang sebelumnya nggak pernah jadi jurnalis dan masuk kerja kurang dari setahun, diberi kesempatan untuk liputan ke luar kota, sendirian, apalagi ketemu orang penting adalah achievement tersendiri. At least, liputan ini bisa jadi kenangan terindah dari tempatku kerja sekarang sebelum kutinggal nanti. And we won't know that something will be useful someday right?

Liputan ini sebetulnya bukan acara yang penting bagi situs. Kenapa? Karena ini tuh bentuk kerjasama owner dengan pejabat aja sih. Liputan yang penting bagi situs itu seperti Liputan Konser, Press Junket Film, atau Media Visit. Nah ini tuh liputan yang lebih cocok masuk ke kanal KLN lain, merdeka.com misalnya. Jadi ya karena ini adalah hubungan kerjasama dan kebetulan ada Isyana-nya, aku diberangkatkan.
Press Conference Banyuwangi Batik Festival

Waktu pertama kali ditawari, aku langsung excited (padahal liputannya kurang penting). Sayangnya, agak aneh juga sih buatku yang masih baru (7 bulan kerja) diminta liputan sendiri ke kota orang. Awalnya kukira biasa aja gitu kan, eh ternyata emang kasus ini cukup unik juga. Soalnya dulu emang ada yang liputan ke Banyuwangi tapi nggak sendirian. Ditambah lagi, aku nggak mendapatkan cukup briefing. Thanks to Mas Edy Banyuwangi yang membantuku dengan baik dan thanks to my intuition. Jadi meski ini pertama (dan terakhir) buat anak baru, nggak ada masalah berarti bagiku.

Aku berangkat hari Jumat (28/07) naik travel dari Malang - Banyuwangi. Selain karena ingin nambah pengalaman, sebetulnya aku nerima liputan ini juga karena ingin kabur aja. Aku tahu mantanku akan pulang tanggal 29 Juli jadi ya aku pilih untuk pergi dari Malang biar dia nggak ke rumah (eh tahunya dia datang di Malang Selasa (01/08) dan beneran nggak ke rumah haha). Travel ke Banyuwangi ini cukup enak sih, kursinya empuk, ada selimutnya juga, aku duduk di antara dua penumpang pria. Istilahnya aku masih bisa tidur nyenyak.

Tapi di sela-sela tidur nyenyak sepanjang perjalanan menuju Banyuwangi ini, mobil travelnya nabrak truk lho! Aku nggak tahu pasti kejadiannya (soalnya tidur) tapi yang jelas tabrakan itu kerasa banget sampai aku kebangun dan berdoa "Ya udahlah, kalau kecelakaan malam ini ya udah. Aku pasrah aja," terus merapal doa. Pas kebangun itu, aku noleh ke belakang, ada sepeda motor terguling di tengah jalan lalu aku tanya ke penumpang di sebelahku, katanya mobil travel yang kami tumpangi berusaha menghindari truk. Beruntung akhirnya sampai di Banyuwangi dengan selamat!

Begitu sampai shubuh, aku berharap kalau turun di Guest House yang mencolok gitu. Ternyata nggak, guest house itu nggak kelihatan kayak Guest House. Apalagi aku harus menghubungi penanggung jawabku begitu sampai, jadi luntang-lantung dulu deh di luar. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya aku bisa masuk ke Guest House dan istirahat. Di luar ekspektasi, ternyata dalamnya bagus dan nyaman banget! (Sayang nggak ada sabun, sampo, dan pasta gigi yang memadai).

Usai bersih-bersih bentar, aku memutuskan untuk tidur dan bangun jam 8 pagi. 

***

Karena emang nggak biasa tidur lama-lama, akhirnya jam 8 bangun dan siap-siap. Padahal aku baru dijemput tuh jam 11 siang lho! Udah cantik dan sarapan aku menunggu jemputan. Jam 11 berangkat lalu langsung ke Pemda sembari menunggu teman-teman lain. Kukira langsung ke lokasi ternyata masih mundur dulu, nunggu-nunggu, baru ke Private Beach Solong. Begitu sampai di sana, whoaaaa!!! Cantik banget resortnya.

Di Solong Beach ini, ada press conference. Di situ ada Bunga Jelitha, Karina Nadila, Isyana Sarasvati, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan juga Menteri Perdagangan Enggar. Pas nyampe tuh serius aku ngeblank dan nggak tahu nanti mau tanya apa. Ditambah lagi aku bawa kamera mirrorless sementara jurnalis lain bawa kamera DSLR dengan lensa tele. Di sinilah aku berpikir kalau, "Aku ini niat liputan nggak sih?"

Baru team leader dan GM-ku ingat kalau aku belum dipinjami kamera. Mereka berbondong-bondong WA aku, khawatir kondisiku gimana-gimana. Well, thanks (again) for my intuition kamera mirrorless nggak jadi masalah. Caranya adalah duduk di kursi bagian depan selama press conference. And sure, hasil tangkapan kamera-ku nggak jelek jelek amat (muji diri sendiri).

Ternyata nggak cuma kamera masalahnya, wawancara pribadi dengan Isyana Sarasvati pun tak kunjung dapat kepastian apalagi sama Bupati Banyuwangi. Sebetulnya yang diminta oleh atasanku sih ketemu Pak Azwar aja, yang penting tapi dapat wawancara sama Isyana juga bonus. Untuk masalah kedua ini, lagi-lagi aku akali dengan mengandalkan press conference. 

Bukan aku yang bertanya tapi media lain, dari pertanyaan itu aku mengolah angle yang sekiranya menarik dan pantas dinaikkan ke situs. Dan tahukah kamu? Aku tidak mencatat semua itu lho, aku bermodalkan ingatan pas bikin beritanya 😅 #janganditiru

Baru yang wawancara pribadi dengan Bupati Banyuwangi aku berhasil. Beruntung Pak Azwar adalah orang yang ramah media jadi aku betul-betul dapat kesempatan untuk personal interview dengan beliau (sampai naik mobilnya lagi). Gils!

Usai press conference dan ngintilin Pak Azwar Anas menginspeksi pantai baru, akhirnya aku balik ke hotel eh salah pindah hotel. Jadi kan sebelumnya aku ada di Guest House, sorenya aku dipindah ke Hotel Blambangan tepat di seberang venue acara yang akan aku liput malam harinya. FYI aja, Hotel Blambangan ini hotel milik Pemda dan dikelola Pemda. Mungkin jatuhnya sih bintang tiga tapi fasilitas sama layanan patut diapresiasi. Yang bikin unik lagi nih, di setiap hotel Banyuwangi selalu disediakan mukena, sajadah, sama Al Qur'an. Hmm, islami banget kan?

Begitu tiba di hotel, aku sempat bikin berita bentar (kalau nggak keburu ditulis keburu lupa), sama tidur-tiduran sekalian mindah foto. Baru jam 19.00 aku cuss ke venue Alun-Alun Blambangan untuk meliput Banyuwangi Batik Festival. Ada cerita unik lagi nih, aku ceritanya sempat diajak makan sama Mas Edy. Tapi berhubung aku sudah berada di dalam venue dan melaksanakan tugas sebagai wartawan, aku jadi skip makan malam. Tambahan, aku juga sempat kebingungan nyari jalan masuk ke backstage padahal tinggal masuk aja dari gerbang depan 😅

This is my first being a real journalist. Untuk pertama kalinya aku nonton konser di bagian depan dan dapat nonton si artis perform tanpa kehalang penonton lain, bebas ngambil foto lagi. Aku sempat khawatir lagi soal kamera-ku. Berhubung aku sempat belajar fotografi dikit-dikit, jadi aku bisa setting manual. Thanks for this experience, aku jadi makin ahli ngutak-atik ISO, diafragma, sama shutter speed. Tapi ya gitu, masalahnya tetap pada lensa. Yo mbok pikir, lensa mirrorless ambek lensa tele hasil e podo. Fortunately, the photos came out good! I love you Canon 💟💟

Aku tuh bukan tipe 'anak konser' sebetulnya, I barely watch live concert in my town nor watch my bias performing in my country. Meliput acara semacam konser kayak gini itu ya bikin excited tapi juga bikin lelah. Karena aku memang anak introvert yang nggak begitu nyaman di keramaian. Jujur sih, aku lelah mengeluarkan tenaga karena harus berada di tengah banyak orang. It was so exhausting.

Jadi pas Isyana perform, aku nerusin bertugas sampai jam 11 malam aja pas dia udah nyanyi 4-5 lagu. Selebihnya aku langsung balik ke hotel karena aku rasa udah mendapatkan bahan berita cukup banyak. Sebelum tidur, aku masih sempetin bikin berita dan mindah foto lagi lalu cuci muka baru tidur deh. Dan esoknya, aku masih tetap bangun pagi hohohoho.

***

Rasanya sebal gitu aku nggak tidur lama, hasilnya aku masuk angin kan? Belum lagi rencananya hari itu aku masih mau keliling Banyuwangi. Begitu bangun pagi, aku langsung mandi dan turun untuk sarapan. Setelah sarapan, aku tanya ke Mas Edy soal sewa mobil dan blablabla. Beliau malah menyewakan mobil plus supir untukku berjalan-jalan keliling Banyuwangi!! Rezeki anak sholehah beneran nggak tuh?

Akhirnya kami janjian jam 10 untuk ketemu dan deal-deal an serta pamitan. Selesai sarapan jam 7, aku menyempatkan diri untuk tidur. Yah siapa tahu pas bangun nanti badanku agak baikan kan? Ternyata engga! Emang sih udah siap jalan-jalan tapi kondisiku pas itu lagi nggak fit jadi ya cuma berkunjung ke Pantai Mustika dan Pulau Merah. Ekspektasiku sih pantainya bakal bagus banget. Tapi yah, mungkin karena mendung (positive thinking) jadi pantainya nggak bagus-bagus amat.

Mas Edy sebetulnya menyarankan untuk mengunjungi Bangsring Underwater saja, di sana aku bisa snorkeling dan lalala (apalagi bisa nyebrang ke Pulau Menjangan & Tabuhan). Tapi mengingat kondisiku nggak sehat dan aku nggak bawa baju ganti ya aku pilih ke selatan saja. Well, hasilnya nggak cukup memuaskan bagiku hahaha.

Anehnya nih, sepulang dari perjalanan ke pantai Pak Supir mengajakku makan Rujak Soto. Begitu makan makanan ekstrem khas Banyuwangi ini, aku langsung sembuh. Memang makanan adalah kelemahanku dan pedas adalah penawar rasa sakitku 👻

Selesai makan, aku langsung kembali ke hotel, mandi, lalu tidur lagi sampai dijemput travel. Ya, aku naik travel lagi menuju ke Malang dan sampai pada Shubuh. Sayangnya travel pulang ini nggak enak banget, Pak Supir bau badannya menyengat, kursi di mobil nggak enak, nggak ada selimut, apalagi dua penumpang di sisiku cewek semua dan butuh sandaran. Lelah mbak bahu gue lo jadiin sandaran!

No wonder besoknya badanku malah makin nggak enak dan aku cuti sehari sebelum akhirnya masuk kerja hari Selasa.

Dan nggak nyangka aja, seminggu berlalu dengan cepat. Sekarang sudah terhitung seminggu sejak liputan pertamaku ke Banyuwangi but the memory is still fresh right now. Once again, I should be grateful for everything that happen in my life!

Well, panjang banget ya ceritanya? But I hope you enjoy it and don't forget to tune in My Youtube channel below! Bye!