Farewell My Very First Job!


So, today is my last day working as an editorial staff for KapanLagi.com. I'm sad, honestly so sad. This is my very first serious job, not a part time job or even an internship. I knew that my job as a journalist has nothing to do with my degree. But still, this is what I was born for. To write, to examine, to filter, and to spread information. 

Bekerja di KapanLagi.com mengajariku banyak hal, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru. Belajar menerima kritik, belajar memahami orang lain, belajar bekerja dalam tim, dan belajar bersosialisasi (lagi). I wasn't a popular staff tho but I learned a lot to connect with others. Kalau dibilang nyaman, ya ini nyaman. Ya ini kerjaan yang aku banget. Seperti yang aku bilang di Instagram, a good job, good salary, and good team are the greatest combination.

Awalnya aku agak nggak ngeh kerja sebagai editor di KapanLagi, apalagi saat aku harus bersinggungan dengan berita-berita viral. Dulu aku nggak begitu melek soal berita viral tapi lama kelamaan aku belajar dan mengasah kepekaan pada lingkungan sekitar. I really learned a lot!


Ditambah lagi aku mendapatkan keluarga baru. Iya, aku memang cuma 10 bulan kerja di KL tapi that's enough. Aku dibimbing oleh Mas Eka dan Mbak Mae, mentor yang membuatku jadi lebih bisa nulis. Dan aku juga berterimakasih sama Mbak Tita yang mengajariku cara menulis yang benar, anyway Mbak Tit I love your work, I love your article.

Aku juga berterimakasih banyak sama Mbak Adis yang ngebantu aku belajar soal CMS, ke Mbak Ule yang selalu update informasi terkini. Mas Fendi, teman sebangku yang asyik banget buat diajak ngobrol politik, K-Pop, Rich Chigga, and anything. Buat Mas Natan yang sempat menemaniku di meja luar sehingga aku nggak ngerasa sendirian. Buat Mbak Sora yang awalnya kukira sulit untuk didekati tapi ternyata kocak. Mbak Sora juga banyak bantuin aku dan ngasih saran yang berguna buat menulis. Love you Mbak Sora, maaf nggak bisa datang ke nikahanmu 😢 tapi aku doakan mbak Sora bahagia selamanya sama Mas Ibo.

Buat Mbak Cuncun yang senantiasa ngingetin aku soal HL, yang selalu nge-boost postinganku hingga diklik ribuan kali, tempat curhat karena CMS eror dan lain sebagainya. Mas Guntur yang ngajak aku ngobrol pas shift malam, kukira mas Guntur orangnya seram tapi ternyata baik hati dan tidak sombong. Buat Helmi yang mau aku titipin nasi bungkus selama dua hari terakhir, dulu nggak tahu Helmi yang mana dan nggak tahu kalau ternyata seumuran. Buat Mas Subi yang selalu aku jahilin, jangan kangen aku mas Subi 😉

Lalu buat Mbak Rita, jelas banget. Tanpa kartu kredit Mbak Rita mungkin aku nggak bisa ngurus visa hahaha. Thanks a lot mbak Rita, meski kita jarang bertemu dan berinteraksi tapi mbak Rita menginspirasi aku untuk jadi orang yang selalu berusaha keras. I feel so touched sama Mbak Rita yang eksentrik maksimal.

Lalu buat kamu, iya kamu yang ninggalin aku tanpa kata eak *ini lebay sih* Yang jelas kamu adalah salah satu dari deretan orang-orang yang bikin aku betah ngantor. Kamu adalah alasanku semangat masuk kerja. Kamu adalah pelepas penatku saat otakku sudah tak mampu berpikir lagi, melihatmu dari balik layar komputerku bisa bikin aku seger lagi. Dan kamu, lagi-lagi kamu. Terima kasih atas obrolan yang kamu mulai. Makasih atas semangat yang kamu beri aku. Farewell kemarin itu kurang lengkap tanpa kamu Mas. You know that I have crush on you right?


Buat Abbas yang sudah jadi pembuka jalan, I owe you so much. I should treat you when you're going home. Tanpa kamu bas mungkin aku nggak akan ketemu orang-orang keren ini. Orang-orang yang hangat dan udah kayak keluarga sendiri. Honestly, it's hard for me to move on. I find it difficult to let all my memories gone in a blink of eye. Rasanya berat banget ninggalin KapanLagi karena aku cinta semuanya. Aku cinta pekerjaannya, aku cinta orang-orangnya, aku cinta gajinya.

Bekerja di KapanLagi itu pengalaman yang berharga, I'll make sure to tell my kids about this job. Ugh, sedih banget rasanya harus move on dan resign padahal belum satu tahun.