Jadi Turis Sehari, Alhamdulillah Udah Nggak Nyasar Lagi!


Halo semua! Masih dalam serial lanjutan Tentang Inggris, kali ini aku akan menceritakan saat aku jadi turis sehari. Kenapa jadi turis? Ya karena dalam tulisan kali ini aku akan ngebahas landmark Inggris yakni Big Ben dan London Eye. Ada dua hal yang gak afdol kalau nggak dilakukan saat udah tinggal di Inggris. Yang pertama adalah nggak berkunjung ke landmarknya (Big Ben. London Eye, Abbey Road, Buckingham Palace), yang kedua adalah nggak berkunjung ke Old Trafford. Ya dong! Karena aku fans Manchester United, sangat nggak afdol kalau belum menginjakkan kaki di markas emyu 👯

Berhubung perkuliahan belum resmi dimlai dan aku hanya perlu melewati dua minggu induction week, weekend kemarin aku masih punya cukup banyak free time. Free time ini sangat sayang sekali kalau dilewatkan hanya dengan mendekam di rumah. Orang-orang terdekatku pasti tahu bahwa aku ini anak yang mageran alias males gerak. That's why aku nggak pernah menyebut diriku traveller karena memang aku ini anaknya mager alias homebody alias anak rumahan.

A post shared by Agista Saraswati (@agistajung) on

Tapi berbeda. Cuaca London akhir pekan kemarin sangatlah cerah. Sangatlah sayang kalau aku mager, goler-goler di kamar, masak, goler-goler lagi sampai kiamat. Jadi aku memutuskan untuk mengubah mindset dengan berjalan-jalan sendirian. Ya, kalian nggak salah baca. Sendirian!

Pernah sih, eh banyak malah yang bilang agar aku berteman sama orang-orang baru. Iya, aku berteman. Hanya saja aku masih belum bisa membiarkan teman-teman baruku 'melanggar' privasiku dengan mengajak mereka main bareng. Apalagi kalau aku main ini untuk nge-vlog kan? Aku masih belum pede aja gitu nge-vlog ditemani sama teman. Enakan juga sendiri. However, risiko orang jalan-jalan sendiri di London juga cukup besar sih.

Nah, akhirnya setelah berkutat dengan pergolakan batin antara mager dan juga pergi. Diriku kalah sama keinginan untuk jelajah London. Tujuan awalku sebetulnya Abbey Road. Prioritas sih. Setelah prioritas awal mengunjungi Emirates dan Stamford Bridge tercoret, aku ingin melanjutkan misi ke Abbey Road dan berfoto ala-ala The Beatles di cover album Abbey Road. Aku suka The Beatles, gemar dengerin lagu-lagu mereka tapi nggak se nge-freak ke EXO sih hahahaha.

Eh ternyata rencana berubah setelah aku memutuskan untuk mengunjungi Buckingham Palace. Alasannya adalah dari Buckingham Palace ke Abbey Road itu nggak jauh, kayak jalan aja cuma beberapa menit gitu. Sungguh realita berbanding terbalik dengan ekspektasi. Alih-alih mampir ke Abbey Road sepulang dari Buckingham Palace, aku malah ke Big Ben dan nggak jadi foto ala-ala The Beatles 😂

Dari rumahku (daerah Stratford) aku hanya perlu pergi ke stasiun nasional Stratford. Dari stasiun tersebut, aku mengambil jalur kereta Jubilee jurusan Epping (kalau nggak salah) dan turun setelah 11 kali pemberhentian. Tepatnya aku turun di Green Park. Dari Green Park itu, aku tinggal ikuti papan arah dan berjalan sekitar 5-10 menit menuju Buckingham Palace. Nggak disangka, rame banget saudara-saudara! Mungkin karena emang Buckingham Palace lagi open house kali ya? Tapi ya se-open housenya Buckingham masih aja bayar sekian pounds. Yang tentunya jumlah tersebut sangat berharga bagi mahasiswa rantau.

Jadi, aku nggak masuk Buckingham Palace tapi memilih untuk jalan-jalan di depannya aja. Beruntung cuacanya bagus juga sih jadi foto-foto yang dihasilkan pun memuaskan. Nah, setelah puas ngeliatin Buckingham Palace, saksi bisu pernikahan kerajaan Inggris, aku lanjut ke St. James Park yang nggak jauh dari Buckingham. Mungkin karena cuacanya lagi bagus banget, banyak bule yang piknik di sana. Menikmati matahari dan waktu mereka bersama keluarga. Setelah di London, aku paham betul kenapa bule-bule sini bersyukur bisa ketemu matahari. Karena ya emang di London mostly cloudy sih.

Di St. James Park aku merenung lagi. Ini aku jadi ke Abbey Road nggak ya? Aku perhitungkan waktu dan jarak tempuh. Maklum, suka parno karena jalan-jalan sendirian. Akhirnya aku pilih lah destinasi lain yang hanya ditempuh dengan jalan kaki yakni Big Ben. Setelah mengecek maps dan city mapper, aku langsung cuss jalan ke Big Ben. Jaraknya nggak jauh, suwer! Hanya 10-15 menit jalan kaki dari St. James Park. 


Dan seperti yang kuduga, karena ini tuh memang destinasi turis ya jadi ramai deh. Spot-spot foto mainstream pun dijajal oleh turis dari berbagai negara. Ada yang gerombolan, ada yang pacaran, ada yang bawa guide, etc. Dari Big Ben tersebut aku juga bisa lihat London Eye. Saat itu terbersit pikiran untuk mencoba naik London Eye tapi hati berkata bahwa naik ke sana itu harganya nggak murah. Kayak 40 pounds gitu (kalau dirupiahin bisa 500 ribu ++ kali). Makanya aku mengurungkan niat dan cukup ngefoto dari jauh aja.

Puas ngevlog dan berfoto-foto ria, aku cek lagi rute pulang dari city mapper. Oh rupanya aku cuma harus naik satu kali tube lagi. Okelah ya murah. Stasiunnya pun deket banget. Aku ambil Stasiun Westminster di seberang Big Ben dan langsung naik kereta deh. 


Dari perjalanan kemarin itu aku belajar satu hal baru yakni masing-masing stasiun di zona yang berbeda itu punya kecanggihan yang berbeda pula. Aku kan tinggal di zona 3 London nih (hampir pinggiran gitu), di sini stasiunnya itu sederhana dan tiap pemberhentian kereta itu nggak ada pagar batasnya. Nah, sementara ketika masuk zona 2-1 stasiunnya makin canggih dan modern gitu masa. Ada palang batas penumpang naik turun, arsitekturnya lebih modern dan lebih banyak lift dan eskalator.

Hanya saja stasiun zona 1-2 emang kelihatan lebih gelap daripada stasiun zona 3 tapi ya who knows lah ya, ini kan sebatas observasi orang awam saja. Untuk pulang, aku naik kereta Jubilee jurusan Eastbound dan lagi-lagi turun di Stratford. Well, Inggris mengajarkanku banyak hal saudara-saudara 👀