Transportasi di London: Gampang-Gampang Susah & Bikin Tubuh Sehat


Sebagai negara dunia pertama, tentu saja Inggris punya sistem transportasi yang sudah bagus dan mudah dijangkau. Namun bagi pendatang seperti aku yang terbiasa pakai kendaraan pribadi di negeri sendiri jadi sedikit kesusahan. Modal awal baca-baca saja tidak cukup, harus teliti dalam membaca dan melihat jalur.

Setelah dua hari berada di London, entah sudah berapa kali aku kesasar. Mulai dari hari pertama yang memilukan itu dan berlanjut hingga hari kedua yang gonta-ganti bus. Entahlah, aku ini memang payah soal navigasi atau mencari jalur transportasi kecuali di Kota Malang. Ya iyalah, di Malang angkotnya sangat mudah ditengeri (ini bahasa Indonesianya apa ya?) dan jalurnya pun nggak ruwet. Beda lagi kalau sudah di Surabaya. Jangankan Inggris, jalur angkot Jakarta atau Surabaya aja aku nggak paham.

Ketika kamu berniat berkunjung ke Inggris, satu hal yang perlu kamu pastikan yakni membeli Oyster Card dan mendownload aplikasi City Mapper. Tanpa Oyster card kamu tidak akan bisa kemana-mana pokoknya. Karena baik tube atau city bus semua sudah menggunakan e-money dalam bentuk Oyster Card ini. Tenang, kartu ini nggak ada masa kadaluwarsanya jadi kalau kakak kamu pernah ke Inggris bisa banget dipakai tanpa harus beli lagi. Beda sama yang baru pertama kali ke Inggris, lebih baik beli langsung di bandara aja sekalian kartu SIM UK atau di supermarket terdekat.

Oyster Card,biasanya warnanya biru sih
Di hari pertama, aku membeli Oyster Card seharga £28 ternyata di dalamnya ada saldo £15 jadi harga kartunya kira-kira £8. Kalau kata salah seorang flatmates-ku sih, nggak papa kalau saldo kita ternyata nggak cukup untuk bayar bus tapi hitungannya jadi hutang gitu. Dan hutang nggak bayar Cuma diperbolehkan satu kali aja. Ini pun tergantung sama supir bus itu sendiri, kemarin sih flatmate-ku dibiarin sama supirnya untuk naik tanpa bayar. 

Tarif bus di London hitungannya cukup murah sih (karena mata uangnya pakai Pounds ya). Untuk aku sendiri contohnya, dari rumah (di daerah Stratford) hingga ke kampus (Mile End) cukup bayar £1.5 aja. Harga ini tuh flat jadi sampai pemberhentian terakhir pun bayarnya tetap segitu. Tapi kalau nggak salah kemarin ada batasan jam-nya gitu. Penjelasannya panjang jadi nggak terlalu ingat. Nah, karena tarifnya £1.5 aja maka setidaknya setiap hari aku habis £3 untuk transportasi. Murah banget kan?

Sementara untuk tube (subway/kereta cepat bawah tanah/MRT) tarifnya agak lebih mahal yakni £2.4 dan ini pun sama tetapnya kecuali kita ganti kereta. Jadi begini, aku contohkan dari Stratford Station ke King’s Cross Station. Dari Stratford, aku masuk ke stasiun dengan menempelkan Oyster Card nah ini sudah dihitung naik dengan tarif £2.4 tersebut. Selanjutnya nanti aku harus ganti kereta lagi dan turun di King’s Cross. Pas keluar itu perlu menempelkan Oyster Card lagi kan? Nah ini dihitung £2.4 lagi. Jadi £2.4 kali dua sama dengan £4.8. Kalau ganti kereta lagi ya tinggal dihitung aja, kisaran tarifnya sih segitu.

Karena flatmate-ku butuh naik bus dan tube, dia disarankan untuk langganan saja. Satu minggu £33 dan satu bulan £88. Kalau dihitung-hitung jadi lebih hemat. Coba dengan kasus yang sama, dari rumah ke Stratford station harus bayar bus £1.5 lalu ditambah ganti tube dua kali £4.8 sama dengan £6.3 ini masih berangkatnya aja. Lalu kalau PP jadi £6.3 kali dua, hasilnya £12.6. Ini baru sehari lho, nah kalau seminggu gimana? Makanya lebih baik langganan kan? Karena sehari aku hanya perlu keluar £3 jadi nggak perlu langganan. Lagipula aku masih belum berminat jelajah London sih. Mungkin nanti kalau sudah fasih jalan bakal langganan untuk main ke tempat-tempat tertentu.


Lalu soal sistem transportasinya, di Inggris itu ada sejumlah bus dengan nomor tertentu. Nah nomor ini menunjukkan tujuan masing-masing. Dan nggak perlu khawatir, hamper setiap beberapa meter ada semacam halte bus jadi bisa turun di dekat-dekat situ. Kalau mau turun bisa pencet bel di dalam bus atau ikutan turun orang-orang aja. Masalahnya sih aku kesasar karena halte dekat rumah ditutup. Penyebabnya sih aku nggak tahu, yang jelas aku harus jalan cukup jauh ke halte terdekat untuk mendapatkan bus. 

Enak sih jalan kaki di Inggris, trotoarnya besar, mobilnya suka ngalah sama pedestrian tapi ya itu agak capek juga. Tapi mungkin ini memang mengajarkan agar aku hidup sehat, nggak kayak di Malang ke Alfamart dekat rumah aja pakai motor. Uniknya, karena kebiasaan jalan kaki ini jalannya warga Inggris tuh cepet-cepet banget. Kalau di Indonesia kan agak males-malesan gitu ya, nah di sini tuh jalan cepat semua.

Sementara untuk tube jalurnya sudah ditentukan di stasiun masing-masing, kalau bingung tinggal lihat peta dan tanda panah aja Insya Allah sampai. Kalau naik tube aku nggak kesasar karena bisa langsung turun di stasiun tujuan. Masalahnya adalah ketika naik bus, masih belum hapal bus stopnya hahaha. Tapi ada satu tempat yang ku hapal banget yakni Stratford Station. Karena di sini jugalah cerita perjuanganku bermula hahaha.


London, menjelang maghrib yang dingin