Life Hack Setelah Sebulan Kuliah di Inggris


Setelah hampir satu bulan tinggal di Inggris, ada beberapa adaptasi yang sudah aku lakukan. Dari berbagai hal baru dan pengalaman selama satu bulan itu, akhirnya aku bisa menemukan life hack ala-ala diriku sendiri. Ini life hack ala aku lho ya, bisa jadi cocok untuk orang lain bisa juga tidak. Kebanyakan, life hack ini ada pada penghematan pengeluaran makan. Seperti apa? Cek dulu deh di sini.

Yang pertama adalah masak nasi. Rice cooker Inggris sedikit berbeda dengan rice cooker Indonesia. Bila di Indonesia rice cooker bisa digunakan untuk memasak sekaligus menghangatkan, di sini tidak demikian. Usai memasak nasi, biasanya sebagai bentuk penghematan, orang rumah (satu flat) mematikan listrik dan heater. Nah, saat hendak makan nasi dan menghangatkan kembali via rice cooker, nasinya nggak bakal jadi hangat lagi. Nggak enak kan? Padahal nasi itu lebih lezat kalau dinikmati selagi hangat.

  1. Memasak Nasi Cara Tradisional, Hemat Listrik dan Instan!
    Maka dari itu, aku gunakan trik memasak nasi tradisional alias napung (bahasa Jawa). Cara memasak nasi ini mudah, prinsipnya juga sama dengan rice cooker. Yakni nasi dicuci sampai bersih terlebih dahulu lalu ditanak di panic biasa hingga mendidih dan airnya menyusut. Untuk menyusutkan air ini, biasanya panic aku tutup dengan baskom besi punya teman satu flat. 
  2. Masak dan Makan Nasi Cukup Sekali Saja 
    Berlanjut ke life hack kedua (yang sekaligus juga bisa dijadikan tips diet). Karena aku tidak punya rice cooker dan memasak nasi dengan cara tradisional tersebut, aku memasak langsung dua porsi atau secukupnya begitu aku ingin makan. Karena sekali makan porsinya langsung besar, aku jadi bisa skip makan malam atau makan yang lain-lain. Semoga dengan cara ini pula berat badanku jadi turun ya #ngarep
  3. Manfaatkan Bahan & Peralatan Yang Ada
    Life hack yang ketiga adalah memanfaatkan bahan dan peralatan yang ada. Contoh nih, sekarang aku sedang dalam kondisi miskin karena tidak punya uang sepeser pun, nah beruntung aku mendapatkan hibah mackerel instan. Karena aku masih punya nasi dan punya oven, aku memasak nasi panggang. Awalnya nasi kumasak dengan cara biasa lalu aku letakkan di pinggan tahan panas yang telah diolesi mentega. Setelah itu, masukkan mackerel instan dan panggang dalam suhu 200 derajat celcius selama lima menit. Lebih enak kalau ditaburi bawang daun dan diberi keju melted. Hmm, yummy! Eh kok malah jadi resep bukan life hack. 
  4. Belanja Saat ‘Kaya’
    Nah life hack yang satu ini berhubungan dengan kisah di life hack sebelumnya. Karena beasiswaku cair setiap 3 bulan sekali dan harga makanan di Inggris cukup mehong, jadi aku menggunakan cara ‘nabung’ belanja. Masak sendiri jatuhnya lebih murah, £7 bisa digunakan untuk membeli daging ayam (yang cukup untuk dimakan seminggu), telur, beras, saus, bumbu, serta sayur mayur. Istilahnya £10 saja sudah cukup untuk makan seminggu sementara makan di luar bisa mencapai lebih dari biaya yang kusebutkan tadi. Dan bersyukur, saat uang saku sisa Settlement Allowance-ku dari Indonesia masih ada, aku menyempatkan diri belanja berbagai keperluan tersebut. Walhasil, meski sudah hampir dua minggu aku tidak punya uang, aku masih bisa makan. Thanks Lord! 
  5. Manfaatkan Diskon dan Reduced Price
    Sebagai negara maju, tentu kebijakan Inggris soal masa kadaluarsa makanan sangat ketat. Karena kebijakan ini, banyak supermarket yang memberlakukan reduced price setelah jam 5 sore. Lumayan lah bisa dapat daging setengah harga kalau beruntung. Diskon juga berlaku untuk pelajar, rata-rata toko memberikan diskon 20% atau sesuai kebijakan pada pelajar. Yah lumayan lah bisa beli coat atau school supplies atau buku kan? Ada juga tips (yang belum kucoba) untuk membuat akun eBay dan juga amazon prime. Amazon prime menyediakan barang-barang dengan harga miring bagi student dan tipsnya adalah bergantian bikin akun. Karena diskon amazon prime ini konon hanya berlaku 6 bulan saja kawan-kawan. Lalu ada eBay yang punya sistem bidding, kalau berhasil dapat bidding (lelang) yang murah ya kalian bakal beruntung dapat barang bagus (secondhand) harga murah.
    Diskon juga berlaku untuk transportasi lho. Konon (aku belum mencoba) ada student discount bagi pemilik Student Oyster Card. Diskonnya bisa mencapai 30% tapi diskon ini baru bisa digunakan kalau seseorang juga bikin kartu railcard. Jadi istilahnya dapat diskon gabungan gitu. Berhubung aku hanya naik bus satu kali (yang berkali-kali aku jelaskan juga), jadi sepertinya tariff Pay As You Go saja sudah cukup buatku. Karena toh aku juga jarang berpergian sih. 
  6. Pagi Makan Roti, Siang Makan Nasi, Malam Minum Susu
    Sekali lagi, ini adalah life hack untuk menghemat pengeluaran makan. Tipsnya cukup seperti dalam lagu pok ami ami yakni pagi makan roti, siang makan nasi (seperti di life hack 3), dan malam minum susu. Susunya boleh susu segar atau susu bubuk atau susu siapapun yang dermawan memberikannya bagi kalian hehehehe. Lumayan kan 4 sehat 5 sempurna dan bisa bikin berat badan turun ;)
  7. WiFian Gratis di kampus Perpus
    Engga seperti Indonesia, koneksi internet di Inggris terhitung kencang. Apalagi soal konek WiFi kampus. Dijamin nggak ada tuh koneksi lamban nan seloleta. Dengan begitu, aku pun kini punya hobi baru menyambangi perpus. Emang sih nggak baca (awalnya doang ambil buku tebel padahal nggak dibaca), kini aku mengakses segala keperluan yang berhubungan dengan studi termasuk menulis blog dengan WiFi kampus. Sayangnya ketika di rumah aku kembali jadi manusia gua karena kuota data sudah habis. Tapi nggak papa lah ya, yang penting semua materi pelajaran sudah didownload sehingga di rumah tinggal review-review aja.
  8. Belajar Sejak Awal Masuk Kuliah
    Berhubung kuliah di Inggris itu nggak santai, iya nggak santai soalnya cuma satu tahun, kamu semua diwajibkan untuk menyingkirkan rasa malas. Aku sendiri waktu di Indonesia bukan mahasiswa yang rajin tapi karena pendidikan di sini tuh keras, aku memaksa diri sendiri untuk menyempatkan belajar setiap hari dan mereview setiap mata kuliah yang telah diberikan oleh dosen tiap harinya. Kalau engga ya aku nggak bakal bisa ngikutin. Untungnya, semua materi itu sudah diberikan sehingga nggak terlalu berat bagi mahasiswa untuk mencari materi tambahan. Perpus sudah dikasih akses, mau belajar kelompok juga sudah diberi keleluasaan. Nggak ada yang namanya excuse untuk bermalas-malasan demi PASS!
Sekiranya mungkin itu saja life hack yang baru bisa aku sampaikan untuk sementara ini teman-teman.  Lain kali aku akan jelaskan lebih detail soal sistem kuliah di Inggris, yah maybe somewhere after first term final exam. Memang sih life hack-nya terdengar lebih general tapi percayalah mereka semua bermanfaat kok. Apalagi kalau kamu mau survive tanpa uang sepeser pun kayak aku. Jujur lho sudah dua minggu ini aku nggak punya uang dan masih tetap hidup sehat walafiat di sini. Jadi, doakan aku kuat dan semoga usahaku lancar terus ya. Salam dari UK!

Queen Mary University Library, Mile End, London. 13:40 PM.