Serba-Serbi Hidup di London: Mahal Kak!


Bicara soal biaya hidup, nggak ada yang bilang kalau hidup di luar negeri itu murah. Yaiyalah kalau dibandingin sama Indonesia, apa-apa jauh lebih murah di sana deh #bedamatauang #bedaGDP #bedakebutuhan #bedaresource. Jadi gini ya, meminjam istilah ekonomi, di Indonesia itu supply dan demand cukup berimbang. Kalau banyak orang nyari tempe, produsen tempe di Indonesia sendiri cukup banyak sehingga bisa memenuhi supply. Tentu saja hal ini berpengaruh pada murahnya harga tempe di Indonesia.

Kalau bahas soal beda biaya hidup di London dan Indonesia (Malang) tentu saja banyak banget yang dibahas. Tapi buat apa? Saya anggap para pembaca blog saya adalah orang yang budiman dan sudah paham betul soal perbedaan currency ini.

Nah, let's get back to the main topic. Jadi, dalam postingan ini aku akan memberikan gambaran kasar dari biaya hidup yang diperlukan untuk pelajar di London. Tentu saja biaya hidup itu sifatnya relatif ya jadi memang tergantung masing-masing tapi ada beberapa pos pengeluaran yang bisa ditekan atau disiasati kok saudara-saudara.


Yang pertama tentu saja akomodasi, hal ini mencakup tempat tinggal, transportasi, dan biaya makan. Well, kasarnya biaya kontrakan/sewa di London berkisar antara 300-1000 pounds  per bulan (5,1 - 17 juta Rupiah). Mahal ya? Iya mahal. Tempat yang aku tinggali sendiri harganya adalah 550 pounds (sekitar 8 jutaan kalau dikurs Rupiah) belum termasuk bills (tagihan listrik, telepon, air, dan gas). Bisa jadi nanti kalau sudah ditotal sama semua tagihan membengkak hingga 600-650 pounds. Menurutku bujet segini itu cukup bagi mahasiswa karena rate minimal tinggal di London adalah 1275. Jadi 600-650 pounds memakan 1/2 dari bujet bulanan dan insya Allah cukup.

Untuk transportasi sendiri, seperti yang sudah aku jelaskan dalam tulisan Transportasi di London, bus dihargai 1,5 pounds sekali jalan dan tube dihargai 2,4 pounds sekali jalan. Update terbaru, enaknya ada limit tertentu bagi pengguna Oyster Card Pay As You Go. Kalau tidak salah setiap harinya hanya kena charge 6,6 pounds. Dan ini terbukti saat aku sudah naik bus 4 kali, bus ke-5 aku hanya dicharge 0,7 pounds 😍


Namun ada trik tertentu untuk berhemat di pos transportasi ini yakni dengan memiliki Student Oyster Card. Konon, student Oyster card (yang hanya berlaku selama masa studi) ini memberikan privilege bagi pemegangnya untuk dapat diskon 30% di setiap pembelian travelcard. Jadi, karena London dibagi dalam 6 zona, ada sejumlah travelcard yang ditawarkan untuk bepergian ke zona tertentu. Salah satu contohnya adalah travelcard zona 1-2 dengan biaya 33 pounds per week atau 88 pounds per month (sebelum diskon). Sayangnya paketan ini hanya berlaku bagi mahasiswa yang memang butuh gonta-ganti moda transportasi dan sering berpergian. Bagiku yang kampusnya bisa dicapai hanya dengan sekali naik bus saja tidak memerlukan fasilitas ini.


Lalu yang ketiga ada pos makan. Harga makanan jadi di London tidak murah (ya kali meski 1 pounds kan juga udah Rp 17.000). Sekali makan bisa merogoh kantong sebesar 2-7 pounds dan ini masih tergolong makanan murah ala anak kos lho, seperti Peri Peri Chicken, fast food, Nasi Biryani, sandwich, snack, dll. Berbeda dengan makanan jadi, bahan makanan di London termasuk murah. Contohnya harga wortel 1 kilogram yang hanya 85 pence dan harga daging ayam 1 kilogram yang hanya 2-3 pounds. Bisa bayangin kan betapa murahnya masak sendiri daripada beli di luar?

Lalu untuk tarif internet, di London (Inggris) ada sejumlah provider seperti Vodafone, Three, O2, EE, dan Giffgaff dan di antara semua, Giffgaff adalah yang paling murah. Semurah-murahnya Giffgaff, tarif bundle internet unlimited dengan bonus SMS dan telepon saja 20 pounds (340 ribuan) lho saudara-saudara! Apalagi yang lain? Sewaktu aku pertama kali datang, aku menggunakan Three (sampai sekarang masih dipakai). Aku beli seharga 35 pounds dengan isi bundle paket data 12 GB serta ribuan SMS dan telepon (ke nomor UK). Coba tebak, berapa lama waktu yang kubutuhkan hingga kuotaku habis?


Belum lagi peralatan rumah dan lain sebagainya. Sebagai gambaran awal, saat kamu datang ke London paling tidak harus menyiapkan dana sebesar 300 pounds (exclude biaya sewa flat karena biasanya sudah harus deal begitu sampai di London). Aku membawa uang sekitar 370 pounds dan cukup awet untuk bertahan hidup tanpa Settlement Allowance yang gak turun-turun selama dua minggu lebih.

300 pounds ini bisa kubelanjakan bahan makanan, beli panci, piring, duvet, serta beli coat dan jaket, dan juga uang saku untuk transportasi selama di London. Ada beberapa hal yang bikin aku agak menyesal dan tidak menyesal yakni membeli album K-Pop di Inggris. Seperti yang banyak orang Inggris tahu, harga barang di sini tak lepas dari VAT (Value Added Tax/PPn) sehingga membuat harga album melambung tinggi. Aku membeli album Red Velvet dan NCT di HMV seharga total 65 pounds (kalau dikurskan hampir 600 ribu lebih). Tapi nggak papa, semoga albumnya sepadan di masa mendatang hahahahahaha 😂😂😂😂😂


Bisa disimpulkan bahwa biaya hidup di London itu kira-kira 1275 poundsterling (Rp 22 juta) setiap bulannya. Jumlah ini sangat cukup dengan catatan yang bersangkutan dapat mengatur keuangannya sebaik mungkin. Sebab leisure di sini juga cukup mahal, bayangin aja naik London Eye harus bayar 40 pounds (Rp 300 k) sekali putaran atau nonton bioskop 12 pounds (Rp 200 sekian ribu). Mending gue bajak aja lah dari Torrent 🙈