Guy Fawkes Night, Kembang Api Bersejarah di London


"Remember, remember, the fifth of November. Gunpowder, treason, and plot." Moviemaniacs pasti hapal banget dengan quote tersebut. Ya, sebagian pecinta film atau anak hits kekinian yang sok-sok gahar pasti tahu dengan Guy Fawkes. By the way, siapa sih Guy Fawkes itu? Secara awam, dia diketahui sebagai pria bertopeng senyuman dengan janggut dan kumis. Topeng Guy Fawkes ini seringkali dikenakan oleh para hacker yang tergabung dalam grup Anonymous. Sekali lagi, kamu-kamu yang kekinian dan sok ngerti politik bakal familiar dengan Guy Fawkes ini.

Well, sebetulnya pria yang hingga kini diperingati oleh warga Inggris ini adalah seorang anggota dari grup Katolik Inggris. Pria yang lahir pada tahun 1570 ini seringkali menggunakan nama alias Guido Fawkes. Dialah yang disinyalir sebagai pencetus plot peledakan (gunpowder) yang gagal pada tahun 1605 untuk membunuh Raja James I. Tujuannya sih agar monarki katolik kembali mendapatkan jabatan di hierarki kerajaan Inggris. Begitu~

Kejadian ini kebetulan banget bertepatan pada tanggal 5 November, sehingga sampai saat ini warga Inggris memperingati hari Guy Fawkes dengan perayaan kembang api. Kenapa begitu? Ya mungkin karena sama-sama ada ledakan kali ya. Kan kembang api meledak di langit. Iyain aja biar cepet. Uniknya nih, masing-masing district (kecamatan) di London punya event sendiri-sendiri lho teman-teman. Minggu, 5 November 2017 kemarin saja ada sekitar 3 event kembang api yang dilakukan bebarengan. Salah satunya di dekat rumahku, kecamatan Newham, tepatnya di Wanstead Flats park.

Sementara aku nonton yang di Victoria Park, Bethnal Green, kecamatan Tower Hamlets. Kenapa kalau district diganti kecamatan jadinya nggak keren ya? Hahahaha



Acara fireworks display ini sendiri sebetulnya sudah diumumkan jauh-jauh hari sebelum hari H. Sekitar dua atau tiga minggu sebelumnya, pemerintah kecamatan sudah memasang spanduk dan pengumuman di website resmi mereka soal perayaan ini. Awalnya aku berkeinginan untuk datang ke festival yang ada di dekat rumah, apa daya aku sudah punya janji dengan Yuli untuk hang out di Central London.

Jam 2 sore kemarin, aku dan Yuli bertemu di tempat biasa, Oxford Circus. Awalnya kami cuma berencana makan cake aja. Udara London mulai dingin dan kami nggak mungkin betah jalan-jalan di tengah hembusan udara 10 derajat Celcius dong, jadilah agenda hang out kami minggu ini nongkrong di cafe. Awalnya aku menawarkan dia untuk makan Waffle super enak di Bond Street, Wafflemeister, berhubung tokonya bukan cafe alias street shop biasa, Yuli jadi menolak. Dia pun menawarkan Patisserie lain yakni Paul.

Paul Patisserie yang kami kunjungi kemarin terletak di Covent Garden, tepatnya di 29 Bedford Street. Covent Garden ini merupakan salah satu street landmark yang biasa dikunjungi turis juga jadi pasti ramai. Beruntung! ketika kami datang ke Paul, masih ada tempat duduk yang kosong.


Aku memesan tartlette chocolate dan craquant (cake cokelat) sementara Yuli memesan Friserie atau apa gitu namanya. Harganya sekitar 3 pounds ++ hingga 23 pounds. Memang sih kalau dirupiahkan mahal tapi rasanya itu lho, worth banget untuk dicoba. Nggak nyesel deh!

Waktu aku makan tartlette-nya, cokelatnya kerasa banget dan pinggiran pie-nya itu crunchy banget. Sementara untuk craquant, cokelatnya agak bikin eneg sih tapi Ya Tuhan ini tuh surga dunia hahaha. Untuk minum, aku memesan Chai Tea. Kukira ini tuh Teh Thailand gitu ya eh ternyata dia tuh teh susu (pakai foam) gitu tapi rasanya cinnamon (kayu manis) banget. Aku suka cinnamon roll tapi aku tidak terlalu suka minuman dengan rasa cinnamon yang terlalu kental, berasa minum jamu!

Seperti biasa, aku dan Yuli ngobrol ngalor ngidul soal dunia per-K-Pop-an. Ya gimana ya, di negeri yang asing ini, kalau nggak ketemu teman satu negara, ketemu teman satu hobi itu surga banget. Apalagi kalau sampai punya teman yang juga seorang fans K-Pop, kenikmatan hakiki deh pokoknya. Nggak punya teman Indonesia juga gak masalah hahahaha


Kami ngobrol hingga kami beranjak menuju Victoria Park di Bethnal Green. Awalnya Yuli menyarankan untuk datang ke Fireworks Display di Wanstead Flat (dekat rumahku) tapi karena kami butuh naik bus lagi usai turun di Stratford, Yuli lebih memilih untuk pergi ke Victoria Park.

Turns out, some of my friends went there too. Temanku SMP, Feti, Mas Freddy teman satu PK dan juga Wian juga datang. Hanya saja kami tidak janjian jadi ya kami tidak bertemu. Besides, kemungkinan kami bertemu pun kecil banget karena kemarin banyak banget orang. Sejak tiba di London, aku jadi agak parno berada di keramaian karena sering membaca soal tragedi teror. Hii!

Oleh sebab itu, aku dan Yuli tidak berlama-lama di Victoria Park. Jadwal kembang apinya seharusnya dimulai pukul 7 malam tapi ternyata delayed 15 menit. Kami menonton hingga 7.40 dan memutuskan untuk cabut agar tidak terlalu malam saat pergi ke Westfield. Ya, kami menutup hang out hari itu dengan makan malam di Nando's Westfield.


*) Fun facts: Orang Inggris tidak terlalu suka hang out atau berada di luar rumah hingga larut (kecuali di pub). Westfield saja sudah mulai sepi pada jam 7 malam, hampir tutup jam setengah 9 malam, dan restoran di foodcourt lantai 2 masih buka hingga jam setengah 10 malam.

*) Fun facts: Orang Inggris efisien sekali. Mereka tidak menunggu kembang api hingga habis. Sama seperti aku dan Yuli, mereka pergi pada pukul 7.40. Kupikir ini sih a bit earlier, biasanya orang Indonesia mah stay longer sampai kembang apinya benar-benar habis.

Lucunya, karena aku dan Yuli adalah fans K-Pop tapi beda fandom (apalagi fandom kami itu macam musuh bebuyutan), kami malah nyanyi-nyanyi nggak jelas sebelum pesta kembang apinya dimulai. Jadi kami datang sekitar jam 6.15 sehingga kami harus menunggu sedikit lebih lama. Di saat itulah sembari mencari spot yang enak, kami berdua karaokean dan aku menari-nari nggak jelas di venue kembang api. Jadi, siapapun yang mendengar anak berhijab nyanyi Korea sambil joget di keramaian, itu pasti aku.


Saat kembang api diledakkan pun, Yuli memutuskan untuk memutar lagu Fire - BTS sementara aku merekamnya. Freak banget kan? Yah begitulah persahabatan kami. Rupanya nggak cuma orang Indonesia aja yang kocak, Yuli si orang Ukraina ini kocak banget dan dia bisa tertawa terbahak-bahak karena tingkahku. Ada-ada saja.

Well, sebetulnya aku ini anak yang mageran banget kan. Berhubung pas Hearwarming party (hari sebelumnya, Sabtu 4 November 2017) flatmates-ku, Mbak Ima bersama temannya yakni Mbak Ayod dan Mas Kiva ngomporin aku untuk datang ke berbagai event yang diadakan di London. Apalagi mereka tahu kalau aku nge-vlog, jadilah aku dikasih tahu bakal ada apa aja di London. Meski fireworks display semalam nggak aku vlog, kuharap ke depannya aku bakal bisa upload konten-konten menarik selama di London. So, stay tune ya kawan-kawan!