Review Album: Super Junior 8th Album 'PLAY'


Setelah vakum 2 tahun karena member yang melaksanakan tugas negara, akhirnya grup "super besar" di generasi 2 yakni SUPER JUNIOR kembali lagi. Memang sih review album Om-Om ini agak telat, pasalnya mereka sudah merilis album ke-8 mereka PLAY pada 6 November 2017 lalu. Sementara aku baru menulis reviewnya sebulan lebih setelahnya. Tapi nggak papa lah ya, nambah-nambah index Google aja.

Sebelumnya aku ini bukan ahli musik atau fans Super Junior jadi mohon dimaafkan kalau misalnya nanti pada review-ku aku salah menulis atau berpendapat. Take it slow aja gaes, jangan gampang baper, nggak baik buat kesehatan. Take it slow~ take it slow~ #The7thSense.

Kenapa tiba-tiba aku ingin me-review album Super Junior ke-8 ini? Well, yang pertama karena aku ingin memenuhi target blog aja. Yang kedua, karena lately aku lagi demen sama si Oom-Oom terutama Heechul. Kalau soal Heechul, aku sudah cerita di postingan ini. Jangan lupa baca juga ya 😚


Super Junior di benakku itu musiknya catchy dan elektronik, beda sama EXO. Sementara aku kan EXO-L, tentu saja seleraku agak lebih dark, slow, dan variatif dikit. Ditambah lagi sebagai seorang fans EXO kelas berat, aku sudah terbiasa sama suara strong dan nyaring Chen, suara powerful dan husky Baekhyun, serta suara mellow dan lembutnya Kyungsoo. Beberapa waktu terakhir, aku harus terbiasa mendengarkan suara Yesung yang rendah nan husky dan musik catchy-nya Suju. Agak jomplang gitu teman-teman. Tapi nggak papa, demi traffic blog dan pendapatan adSense jadi harus dilakoni juga.

'PLAY' ini memang sih secara resmi merupakan album studio ke-8 Super Junior tapi kalau dihitung-hitung lagi, sebetulnya album ini merupakan full album ke-9. Karena pada saat 10 tahun anniversary, Super Junior mengeluarkan album edisi spesial, bukan album studio dengan urutan semestinya. 'PLAY' berisikan 10 lagu (+1 lagu tambahan di edisi repackaged). Lagu-lagu tersebut berjudul Blacksuit, One More Chance, Scene Stealer, Good Day for a Good Day, I Do, Girl Friend, Runaway, The Lucky Ones, Spin Up!, dan Too Late.

Title track 'PLAY' adalah Blacksuit yang ditentukan lewat voting panjang nan melelahkan. Proses penentuan title track ini dapat kamu saksikan di variety show mereka SJ Returns melalui aplikasi V-App. Pada awalnya sebagian member yang bakal comeback tahun ini ingin Scene Stealer sebagai title track mereka. Sebelumnya lagu tersebut berjudul Party Over Here dan memang cocok banget sama imej Super Junior yang senantiasa menelurkan lagu-lagu hits sepanjang masa seperti Sorry Sorry. Namun karena mereka makin dewasa dan berproses, ada pertimbangan bahwa mereka harus keluar dari zona nyaman. Oleh sebab itu, hasil voting memutuskan kalau Blacksuit-lah yang bakal jadi title track.


Berbeda dengan member pada umumnya, Heechul berpendapat kalau comeback tahun ini seharusnya pakai lagu ballad seperti Sechkies. Ditambah lagi Heechul jatuh cinta banget sama lagu ciptaan Donghae, One More Chance. Pada akhirnya, meski tidak jadi title track One More Chance tetap dijadikan sebagai intro menuju perilisan Blacksuit. Jadi One More Chance ini bisa dibilang pre-release song album 'PLAY'.

Kalau dibandingkan antara One More Chance atau Blacksuit, aku lebih suka One More Chance. Bukan karena Heechul suka lagu tersebut atau lagu ini diciptakan oleh member sendiri tapi karena memang seleraku itu rock ballad semacam ini. Melodinya mungkin terdengar mainstream dan sederhana seperti lagu-lagu ballad pada umumnya, hanya saja feel comeback Super Junior terasa lewat lagu ini. Lagunya emosional, seolah-olah mereka bercerita bahwa fans (ELF) perlahan meninggalkan mereka karena alasan usia dan mereka tidak mau itu terjadi. Aku tahu ELF masih ada di Super Junior tapi coba deh kalian jujur aja, pasti ada banyak juga ELF yang meninggalkan fandom perlahan-lahan kan?

Pembagian part di lagu One More Chance pun aku rasa cukup adil. Part favoritku adalah part yang dinyanyikan oleh Heechul (of course). Secara teknis, One More Chance ini skoringnya bagus dan ramuannya juga ngena di hati. Sementara Blacksuit ini kebalikannya, lagunya catchy abis dan adiktif seperti lagu-lagu Super Junior sebelumnya. Part Blacksuit yang paling adiktif adalah dentingan piano di bagian awal lagu. Sayangnya lagu ini merupakan hasil dari beli dari musisi lain. Tapi nggak papa sih selama lagu ini cocok-cocok aja dibawain oleh Suju. 


Selain dua lagu tersebut masih ada 8 lagu lain dan yang paling masuk ke telingaku adalah The Lucky Ones, Scene Stealer, dan I do. The Lucky Ones ini jadi earworming karena Eunhyuk bolak-balik mengucapkan rasa sukanya pada lagu ini, coba deh tonton SJ Returns dan rasakan promosi Eunhyuk pada lagu ini. Setelah dengerin langsung eh memang nadanya tuh catchy, musiknya macam lagunya EXO. The Lucky Ones membuat Super Junior terlihat jauh lebih muda dari usia mereka sebenarnya gitu. Aku pun akhirnya mengerti kenapa Eunhyuk demen banget dengan lagu ini karena melodi setelah reff itu adiktif banget, pyong pyong pyong pyong pyong pyong.

Setelah itu ada Scene Stealer (aka Party Over Here), aku suka lagu ini karena part "Party Over Here, there, everywhere~". Lagu ini kental sama rap Eunhyuk yang bikin aku amazed, oh ternyata Eunhyuk bisa nge-rap juga (begitupun Heechul). Terus terang suara Yesung nggak terlalu cocok untuk lagu semacam ini, suara Donghae lebih pas. Kalaupun nggak dinyanyikan oleh Suju, lagu ini cocok buat jadi lagu SHINee karena suara Jonghyun bakal masuk dengan pas. Kemudian ada I Do karena aku suka suara Yesung dalam lagu ini, memanjakan telinga gitu. Ditambah lagi Kyuhyun juga masih berpartisipasi dalam recording lagu I Do. Berasa kangen beneran sama si evil maknae satu ini.

Untuk lagu Good Day For a Good Day sendiri melodinya mirip banget sama lagu-lagu yang bisa kamu dengerin di album Hey Mama! CBX. Vibe-nya chic bagai dinyanyiin oleh Chen, Baekhyun, dan Xiumin. Kalau boleh dibilang, lagu ini mirip dengan Hey Mama! sih. So far, dari track pertama hingga ke-4, album ini masih asyik untuk didengarkan. Lagunya masih masuk ke dalam telingaku. Namun ketika masuk ke lagu berikutnya Runaway, aku sudah agak menyerah. Runaway ini lagunya lebih mirip sama musik pop era 70-an, suara brass-nya kedengaran banget. Melodinya kurang nendang dan nggak senikmat kalau dengerin album The War-nya EXO.

Overall, lagu-lagu yang dipilih oleh Label SJ dalam album 'PLAY' ini cukup berimbang. Mulai dari yang fun, positif, hingga yang bikin melted dan galau. Perlahan-lahan, Super Junior menunjukkan sisi mereka yang sudah Oom-Oom dan pengen nikah. Kalau ditanya apakah worth it beli album para Oom-Oom? Aku cuma bisa jawab, "It depends". Aku sendiri membeli album mereka karena ingin punya photocard Heechul yang super ganteng itu. Setelah beli, ternyata cukup worth it juga meski packagingnya engga se-nyentrik EXO.


Album 'PLAY' versi Pause, One More Chance, dan Blacksuit sendiri kemasannya sederhana tapi elegan. Sampulnya menggunakan desain pemutar vinyl lawas gitu, sementara Pause version menggunakan desain emboss. Yang bikin fans lega adalah foto-foto para ahjusshi yang gantengnya nggak luntur ditelan usia. Minim grup photo tapi banyak individual photo. Bagi seorang K-Pop fans yang cuma suka Heechul, aku puas sih. Karena aku bisa ngeliatin Heechul sepuasnya, beda dengan album EXO yang foto Kyungsoo-nya cuma dikit. Ditambah lagi ukuran foto dalam album besar dan melegakan mata. Isi album 'PLAY' ini berbeda masing-masing versi.

Untuk album 'PLAY' Blacksuit version, fans bakal dapat postcard foto random aja. Sementara untuk One More Chance version, fans bakal dapat photocard random dan CD bergambar member random juga. Untuk Pause version, fans bakal dapat dua booklet foto terpisah versi Blacksuit dan One More Chance MV plus surat dari member yang sedang wamil (entah itu Kyuhyun atau Ryeowook). Dari sekian banyak yang sudah aku ceritakan, yang paling bikin aku senang adalah aku dapat harga murah untuk tiga album yang kubeli dan aku mendapatkan postcard foto HEECHUL serta CD bergambar Yesung 😍

Jangan lupa untuk nonton video unboxingnya di bawah ini ya teman-teman!