Salju Pertama di London


Who's getting excited? Meeeeee 🙋! Pasalnya hari ini turun salju yang agak deras di London. Even ini bukan salju pertama tapi kenapa aku gunakan judul "pertama"? Karena memang sebelumnya sempat turun salju tapi dikit banget. Officially sih ini yang pertama hahaha.

Bangun tidur, aku tuh mendengar suara hujan di luar. Kukira cuma hujan biasa gitu kan, usai ganti piyama dan buang hajat, kok flatmate-ku teriak-teriak. "Gistaaa ada salju!" begitu katanya. Tanpa pikir panjang aku langsung membuka kelambu jendela kamar. Dan voila! Beneran bersalju. Usut punya usut, si mbak Flatmate ini juga tahu kalau London bersalju dari temannya, Mbak Ayod.

Ngomong-ngomong, sekarang tuh masih tanggal 10 Desember yang mana secara teori belum musim dingin di London. Kalau di Google, mereka bilang winter mulai pada tanggal 22 Desember yang berarti 12 hari lagi. Tapi nggak tahu kenapa sejak beberapa minggu yang lalu tuh memang sudah dingin banget temperatur udaranya. Dari yang semula belasan celcius nge-drop ke 4 derajat hingga minus satu derajat.


Karena salju yang turun sederas dan setebal hari ini tuh jarang terjadi, Mbak Ima dan sang suami akhirnya mengajak aku untuk pergi jalan-jalan ke luar. Bukannya bundle up eh malah jalan-jalan dingin-dinginan. Orang Indonesia memang berbeda kok ya. Lalu kami pun memutuskan untuk mampir ke West Ham Park dan foto-foto di sana.

Kalau ditanya soal kesan mengenai hujan salju, tentu aku akan menjawab bahwa ini tuh keren. Of course this is my first time that's why I got so excited. Ditambah lagi ngeliat salju langsung itu sudah jadi resolusiku sejak kecil. And now I have that opportunity.

Waktu dibilang London nggak bersalju, rasanya aku agak kecewa gitu. Masa jauh-jauh ke Europe tapi nggak liat salju, rupanya tahun ini tuh tahun keberuntunganku. Mbak Ima yang tinggal 4 tahun di London nggak pernah ngerasain salju, sementara aku yang baru tiga bulan tinggal di sini udah ketemu salju aja. Hoki juga jadinya.


Nggak heran sih kalau salju turun hari ini, pasalnya dari semalam saja sudah dingin banget. Waktu aku jalan-jalan sama Yuli, rasanya aku nggak tahan gitu. Padahal kemarin tuh aku dan Yuli jalan-jalan ke supermarket Korea dan makan Unagi bento lagi di Eat Tokyo. Ngomong-ngomong soal Eat Tokyo, sebenarnya restoran Jepang ini tuh enak banget gitu. Harganya nggak murah-murah banget juga, standar lah 8 pounds (Rp 85-170 ribu). Sayangnya restoran ini tuh suka bikin pengunjung buru-buru.

Restoran yang terletak di sekitar Covent Garden ini memang populer dan antri. Tiap kali aku ke sana selalu ada antrian menunggu tempat duduk. Begitu duduk, pelayan langsung kasih menu dan memburu si pengunjung untuk pesan. Nyatet pesanannya pun kayak keburu-buru banget gitu. Lalu makanan datangnya agak lama. Menu favoritku adalah unagi bento.

Kalian tahu kan unagi yang digambarkan di kartun-kartun Jepang itu kayak apa? Yah seperti itulah unagi di Eat Tokyo. Aku pun nggak bohong kalau rasanya enak, bikin kenyang, dengan harga 14 Pounds. 

Unagi Donburi (ilustrasi)
Terlepas dari kenikmatan hakiki tiap kali berkunjung ke Eat Tokyo, service mereka yang dihargai 3.8 pounds itu agak nggak ngenakin. Mereka kayak buru-buru mengusir pelanggan gitu kalau tahu mejanya udah sedikit kosong. Agak sebel juga. Bahkan Yuli pun bilang, "They're rude." Aku cerita ke Yuli kalau di Indonesia tuh kami nggak terbiasa "diusir" dari restoran gitu, bagi Yuli pun yang notabene orang Eropa servis Eat Tokyo juga tergolong rude lho.

Yuli yang masih punya minuman pun kayak segera disuruh bayar biar cepat pergi. Ya paham sih antriannya panjang tapi seharusnya tidak begitu juga ke pelanggan. Betul tidak?

Btw jangan lupa nonton vlog salju pertama di Inggris yaaa...