London Lumiere 2018


Sebagai kota besar, tentu saja London punya segudang event yang sayang untuk dilewatkan. Sayang banget karena aku hanya tinggal selama satu tahun saja di negeri Tom Holland, Tom Hiddlestone, Tom Hardy, dan Tom Felton ini. Desember lalu ada Winter Wonderland, November ada kembang api Guy Fawkes, lalu ada banyak pertandingan bola, ada Comic Con, dan lain sebagainya. Nah, Januari ini Mayor of London mengadakan event tahunan yakni London Lumiere.

London Lumiere merupakan ajang unjuk gigi para seniman. Pasalnya di acara yang diadakan pada 18 hingga 21 Januari 2018 ini, terdapat bermacam instalasi lampu yang menawan dan hanya bisa dipikirkan oleh orang-orang yang kreatif. Kepergianku ke London Lumiere pun karena ajakan Mbak Ayod, misalkan Mbak Ayod tidak ngajak mungkin aku lebih memilih untuk pulang ke rumah sehabis ngampus dan mager seharian.

Berhubung aku sudah diajak dan event ini tuh sayang dilewatkan, aku sanggupi sembari membawa kamera untuk mengabadikannya dalam vlog. Yah, sekali-kali kontennya yang bagusan dikit lah ya.

Aku menyambangi London Lumiere di hari Sabtu, 20 Januari 2018. Saat itu aku kuliah di kampus Holborn, cuaca London sangat tidak mendukung yakni mendung dan hujan gerimis seharian. Ditambah lagi di hari Sabtu aku kuliah selama 5 jam dari jam 10 pagi hingga jam 3 sore. Berasa ingin fangirling-an di rumah saja. Berhubung sudah janji, aku pun menepatinya.

Pulang kuliah, hujan semakin deras. Aku berjalan bareng Aimee, temanku yang berkewarganegaraan Vietnam, hingga dia berhenti di bus stop. Sementara aku terus berjalan hingga ke stasiun underground St. Paul's. Aku sempat bingung hingga beberapa saat karena aku pulang terlalu cepat. Memang sih, London Lumiere baru dimulai sekitar pukul 17.30. Masih ada 2-3 jam hingga acara dimulai dan kakak-kakak (Mbak Ima, Mbak Ayod) belum siap. Awalnya aku sempat berpikir untuk pulang ke rumah tapi itu wasting time banget, kepikiran juga untuk pergi ke Uxbridge (rumah Mbak Ayod) tapi kok tidak efisien. Jadi aku putuskan untuk pergi ke King's Cross lebih cepat.

Omong-omong, London Lumiere ini diadakan di sejumlah tempat. Ada yang di King's Cross, Westminster, Trafalgar Square, Leicester Square, ada juga yang di Southbank dan Oxford Street. Nah, pilihan pertamaku adalah King's X. Bukan karena tendensi apa-apa tapi ya karena hatiku menuntunku ke sana. Cieilah!


Jadilah aku naik kereta central lalu turun di Holborn dan pindah Piccadilly menuju King's X. Ketika sampai di King's X, aku jalan-jalan dulu di dalam stasiunnya dan hunting foto. Pasalnya meski aku berkali-kali ke stasiun ini, aku belum pernah yang namanya mengambil foto-foto bagian dalam stasiun. Ya mungkin bagi orang lain sudah biasa tapi bagi aku yang tinggal di Inggris rasanya kurang afdol gitu. Soalnya mungkin aku tidak akan mendapatkan kesempatan lain lagi kan? Di lain waktu mungkin aku hanya bisa menonton Kings X lewat film saja.

Kenanganku soal Kings X ini kental banget sama Harry Potter, ya maklumi ajalah aku memang Potterhead garis keras. Pas pertama kali tiba di Inggris, nggak ada tempat-tempat khusus yang pengen aku kunjungi banget. Mungkin hanya ada beberapa yakni Big Ben, Buckingham Palace, Kings X, dan juga sejumlah stadion klub papan atas liga Inggris. Dan ketika semua keinginan tersebut tercapai, saat aku ditanya lagi, "Apa Gista nggak pengen banget pergi ke suatu tempat di Inggris?" Aku tidak bisa menjawab. Karena ya tempat-tempat yang kuingin banget udah aku kunjungi. Jadi I have no idea what to visit next kecuali diajakin oleh teman-teman terdekat.

Kembali lagi ke Kings X, karena stasiun ini tuh stasiun internasional jadi penampakannya sedikit berbeda dari stasiun kereta api gede di London biasanya. Interiornya lebih sleek dan classy gitu. Tapi sentuhan arsitektur Inggris banget yakni batu bata merah masih dipertahankan. Yang paling kusuka dari arsitektur Inggris adalah modern dan kuno clash tapi nggak norak.

King's Cross St. Pancras International Station
"Aku merindukanmu Bang," ujar Margareth setelah John kembali dari medan perang tahun 1945
Rupanya hunting foto di King's X tidak menyita waktu lama. Terbukti aku masih punya begitu banyak waktu hingga London Lumiere dimulai. Akhirnya aku jalan-jalan juga di sekitaran King's X yakni di perkantoran St. Pancras Square, tempatnya kantor Google, Youtube Space, dan lain sebagainya. Dulu sudah pernah sih jalan-jalan di sini tapi di malam hari. Mumpung matahari belum terbenam dan hujan nggak terlalu deras, aku jadi memutuskan untuk mulai nge-vlog di depan kantor Google ini. Bahkan aku hendak syuting vlog 'What's in My Bag' saking nganggurnya.

Niatku kuurungkan karena aku tidak membawa gorilla pod atau tripod dan hujan makin deras. Akhirnya aku putuskan untuk terus jalan mengikuti lajur yang telah disediakan untuk London Lumiere. Ternyata eh ternyata, Lumiere London di King's Cross diadakan di Granary Square yang berada di dalam University of the Arts London alias :UAL.

Efek Jaket jadi keliatan gendut #excuse
Tak disangka cuaca London saat itu super dingin, mencapai 2 derajat Celcius. Sementara aku tidak mengenakan kostum yang proper untuk menangkal hujan dan dingin. Yha, aku hanya mengenakan jeans yang dilapisi heattech, lalu kaos lengan panjang yang ditumpuk dengan oversized black hoodie, lalu pakai bomber jaket yang dibelikan Ayah sewaktu di Indonesia. Sebuah keputusan yang buruk. Seharusnya aku mengenakan coat duffle biru yang sering banget aku pakai itu. Karena coat itu merupakan satu-satunya outerwear yang benar-benar bikin badan hangat. Satu-satunya yang menyelamatkanku adalah sepatu Timberland waterproof ini. Sayangnya setiap kali mengenakan Timberland kakiku terasa sakit dan pegal, klaimnya sih anti fatigue. Apaan? Hoax banget. Apalagi kalau aku sering jalan dan berdiri widih telapak kaki rasanya berdiri di atas batu karang.

Sekitar dua jam lebih aku berada di luar ruangan menunggu kakak-kakak yang budiman datang. Badanku membeku, mulai dari Granary Square sepi hingga ramai. Bahkan saat memegang kamera atau membalas pesan pun tanganku membeku saking dinginnya. Lalu aku menimbang kembali keputusanku, harusnya tadi aku ke sini ya, harusnya tadi aku begini dan begitu ya. Agista memang selalu salah dalam mengambil keputusan kok.

London Lumiere 2018, :UAL

Sabtu itu, aku cuma berkunjung ke satu lokasi London Lumiere saja. Karena begitu Mbak Ayod datang, beliau mengajakku untuk langsung cuss menyusul Mbak Ima di Roti King (postingan tentang ini akan kuceritakan terpisah). Lucunya aku merasa kebimbangan antara menginap di Uxbridge atau tidak karena pada hari Selasa ada kuis yang harus kulakukan. Jadi aku menimbang untuk stay di rumah saat weekend demi kuis. Jadinya malah aku menginap di Uxbridge karena Mbak Ayod bilang akan pergi ke London Lumiere di Hari Minggunya. Merasa sayang untuk melewatkan event ini, akhirnya aku ikut saja. Demi konten vlog hahaha~

Hari Minggunya, aku dan Mbak Ayod kembali pergi ke Kings X. Berhubung Mbak Ayod ini demen fotografi jadi kubiarkan beliau hunting foto sepuasnya, aku sih sudah mendapatkan foto-foto bagus di Hari Sabtu jadi lebih tertarik untuk nge-vlog atau foto-foto di tempat lain. Sayangnya aku dan Mbak Ayod missed video mapping di Westminster yang ternyata tuh bagus bangeeetttt!

Puas hunting di Kings X, aku dan Mbak Ayod cuss ke Leicester Square dan Trafalgar Square. Soalnya Mbak Ayod sudah punya destinasinya tersendiri. Berhubung aku ini payah banget soal navigasi (ternyata Mbak Ayod juga), aku dan beliau melewatkan video mapping yang terdapat di Westminster. Tapi tak apalah aku sudah memiliki materi yang cukup buat vlog sih.

Anyway, personally aku kurang puas dengan Lumiere yang di Leicester square karena terlalu mainstream dan bisa ditemukan di Indonesia. Berbeda dengan yang ada di Trafalgar Square yang kentara bahwa itu tuh hasil karya seniman profesional gitu lho. Nggak cuma lampu aja, instalasinya dibarengi dengan musik sehingga bikin Trafalgar Square berkali-kali lipat lebih menarik dibanding biasanya. Dan karena ini adalah masalah the beauty of lights, tidak sedikit kutemui fotografer yang bawa-bawa kamera dan tripod. Kamera yang mereka pakai pun profesional banget dan seketika membuatku minder dengan kamera yang kubawa. Tapi tak apalah ya, kamera mirrorless-ku ini sudah lebih dari cukup kalau dipake foto-foto cantik gitu. So, here the rest of the photos of London Lumiere 2018. Enjoy!

Masih di King's Cross
Bersama Mbak Ayodd
Lumiere London in Trafalgar Square
You'll float too!

Jangan Lupa Untuk Nonton Vlog-nya Juga Ya!