Review Album : THE PERFECT RED VELVET (Repackaged) - Red Velvet

Red Velvet comeback with their 2nd repackaged album 'The Perfect Red Velvet'
Sepertinya sejak aku melakukan review 5 album K-Pop secara bersamaan pada tahun 2017 lalu, semangat untuk meresensi album K-Pop makin tinggi. Hingga saat ini, aku telah mereview 4 album yakni EXO - The War, EXO - The Power of Music, Super Junior - PLAY, dan EXO - Universe. Masih nggak jauh-jauh dari artis SM, kali ini aku akan mereview album hoobae mereka yakni Red Velvet yang baru saja merilis album repackaged THE PERFECT RED VELVET hari ini (29/01).

Disclaimer: Review ini ditulis oleh seorang penggemar dengan pemahaman musik dangkal, jadi mohon dimaafkan bila tidak sesuai selera pembaca. (Lagian sudah tahu buta musik tapi tetap ngeyel review aja)

Album ini merupakan repackaged dari album kedua mereka yang berjudul Perfect Velvet. Title track yang diusung Red Velvet dalam comeback pertama di tahun 2018 ini adalah BAD BOY. Genrenya sedikit hip hop dengan beat yang sangat candu. Konsep MV Red Velvet pun semakin badass tapi tetap cute, berada dalam porsi pas di antara f(x) dan SNSD. Pokoknya konsep The Red (bold) dan The Velvet (soft) nge-blend jadi satu.
Dari Jacket Pictures aja udah ala-ala tone 80-an

Begitu BAD BOY rilis, aku langsung suka dengan lagunya. Pasalnya seperti yang telah aku bilang sebelumnya kalau beat BAD BOY ini mencandui banget. Memang sih lagu-lagu Red Velvet cenderung tidak mudah diingat tapi melodinya selalu bikin kecanduan. Tidak seperti lagu-lagu Twice yang bikin kecanduan dalam arti yang negatif (terlalu mencandui sampai dalam taraf annoying). Nah, personally BAD BOY ini memiliki vibe the velvet yang smooth dan selow ala-ala hip hop tapi dibawakan dalam mode bold banget.

Selanjutnya ada All Right yang melodinya mengingatkanku banget pada era musik 80-an. Musik disko ala-ala gitu. Makanya tidak heran kalau style Red Velvet agak-agak terlalu ramai dan numpuk-numpuk dengan stoking jaring-jaring. Soalnya lagunya memang disko banget. Yang paling kusuka dari dua lagu baru dalam repackaged Perfect Velvet ini adalah pembagian vokal yang lumayan rata. Irene dan Yeri tidak lagi nyanyi sesedikit itu. Yang patut diapresiasi adalah Joy yang semakin seksi, mature, dan vokalnya mengalami kemajuan pesat.

Setelah tambahan dua lagu baru tersebut, album ini isinya serupa dengan Perfect Velvet dengan title track Peek-A-Boo. Berhubung aku belum mereview album Perfect Velvet jadi sekalian saja ya.

Peek-A-Boo merupakan single candu yang kesekian dari Red Velvet. Padahal saat awal mendengarkan, aku tidak terlalu terngiang-ngiang nada-nada yang dinyanyikan oleh Seulgi, Wendy, Irene, Joy, dan Yeri ini. Agak sulit memang bagiku untuk menyukai lagu Red Velvet pada awalnya tapi lama-lama lagu mereka earworming banget. Ditambah lagi dancenya catchy dan konsep MV mereka agak-agak thrilling psikopat gitu. Bicara soal musik, Peek-A-Boo ini kaya banget. Mulai beat hingga dropnya itu berasa Red Velvet banget! Cute yet dark and unique. Pokoknya style musik Red Velvet ini jarang banget ada di pasaran. Kekuatannya adalah vokal Wendy yang bersuara alto, tebal tapi tekniknya bagus ditumpuk dengan vokal Seulgi yang cempreng dan suara Joy yang lembut.
Seulgi makin terlihat kharismatik dalam BAD BOY

Sekali lagi, berbeda dengan Twice. Lagu Red Velvet itu mencandui dalam arti yang bikin orang nggak bosen mendengarkannya.

Setelah Peek-A-Boo, ada Bwa (Look) yang jadi favoritku. Kenapa jadi favoritku? Karena lagu ini tuh berasa tahun 80-an banget. Sejak lagu ini diperdengarkan di teaser aku langsung suka. Berbeda dengan girl group yang biasanya main aman, Red Velvet berhasil membawakan lagu old school ini dengan baik. Honestly, vokal Wendy sangat cocok untuk lagu-lagu suasana lawas seperti ini. Vokal Irene pun juga berkembang dengan baik, tidak sumbang saat menyanyikan part-nya dalam Look. Sayangnya, Yeri harus bekerja lebih keras lagi karena suaranya masih tidak enak didengarkan di kuping.

Setelah itu ada I Just yang lagi-lagi tak jauh dari musik EDM. Mendengarkan I Just berasa mendengarkan musik mainstream Western saat ini yang dipenuhi dengan dentuman synthesis. Dilanjutkan dengan Kingdom Come yang mulai memperlihatkan warna musik K-Pop pada umumnya. Kingdom Come ini sedikit slow dengan dentuman drum yang menonjol, lebih cocok dengan konsep The Velvet ketimbang The Red.

Lalu ada My Second Date yang mengingatkanku pada musik yang Red Velvet banget di album DUMB DUMB. My Second Date ini punya beat yang lagi-lagi mencandui dan Joy kembali ngerap. Selain beat yang earworming, My Second Date punya dentuman brass yang membuat lagu ini makin catchy dan playful layaknya Red Velvet. Mungkin lagu ini bisa cocok dibawakan f(x) karena sama-sama berisik tapi setelah dinyanyikan Red Velvet, aku tak lagi berpikir demikian karena main vokal Red Velvet memiliki warna suara yang lebih cocok ke lagu ini sehingga pembawaan yang fun yet mysterious tetap terasa.

Pink tapi keren kebangetan, cantik-cantik lagi

Kemudian ada lagu dengan nada awal agak stensil yakni Attaboy. Lagu ini agak berisik, atau bisa dibilang berisik banget malah. Kalau didengarkan sekilas, lagu ini bisa mengingatkanmu pada Little Mix. Dan jujur aku sendiri tidak terlalu suka lagu-lagu berisik seperti Attaboy ini jadi lebih baik aku skip saja.

Setelah kuping dipaksa untuk mendengarkan lagu-lagu yang sedikit berisik hingga track ke-9, The Perfect Red Velvet menyajikan ballad di track ke-10. Perfect 10 ini kalau didengarkan secara saksama punya melodi yang mirip dengan lagu EXO - Moonlight. Apalagi vokal Wendy kan lembut tapi sangat R&B gitu, mirip dengan vokal Kyungsoo. Singkatnya Perfect 10 ini merupakan lagu ballad bersentuhan futuristik ala EXO yang dinyanyikan dalam versi perempuan. Mungkin butuh penyesuaian yang cukup lama untuk menyukai Perfect 10 tapi dalam sekali dengar, cukup membuat pendengarnya jatuh cinta juga.

Kemudian ada lagi About Love yang sepertinya dicomot dari album Russian Roulette. Mengapa demikian? Karena buatku vibe lagu About Love ini cocok dengan track-track yang ada di album Russian Roulette. Personally, aku sangat suka dengan mini album Russian Roulette karena genrenya cenderung lebih selow dan less noisy. Sementara dalam The Perfect Red Velvet, sisi Velvet dan Red seimbang. Ada lagu yang super selow, ada lagu yang super berisik, ada juga lagu yang merupakan perpaduan keduanya. Yang paling penting adalah Red Velvet benar-benar menyajikan musikalitas yang sempurna dalam album The Perfect Red Velvet. Nggak heran deh kalau judul albumnya demikian.

Outfitnya ala-ala SNSD era 'You Think'
Dan yang terakhir ada Moonlight Melody yang cocok jadi OST drama Korea. Bener-bener lembut dan romantis selayaknya OST yang sering kita dengarkan di drama gitu. Aku sangat suka alunan melodi di bagian reff. Memang sih musik semacam ini tuh sudah mainstream banget di ranah industri entertainment Korea Selatan tapi jarang banget ada girl group berkonsep bold yang bisa membawakan lagu semacam ini dengan baik, ini dibawakan dalam bentuk grup lho! Dengan lagu ballad semacam ini, Red Velvet membuktikan bahwa deretan vokalis mereka tidak untuk diremehkan. Bahkan member yang terbilang tidak bisa nyanyi seperti Irene dan Yeri pun bisa menyanyikan lagu ini dengan baik tanpa merusak suasana manis dan lembut yang dibangun oleh melodi lagu. Fix, Moonlight Melody jadi favoritku setelah Bad Boy, Peek-A-Boo, All right, dan Look.

Jadi, kalau kalian tanya aku apakah album The Perfect Red Velvet ini oke? Aku bisa jawab dari segi genre sih berkualitas banget. Sekali lagi kutekankan, Red Velvet tidak main satu genre saja dalam album kedua mereka tapi banyak genre dengan nada, beat, dan melodi yang bervariasi. Hanya saja, aku baru mereview dalam bentuk digital (SPOTIFY bruuuhh!) bukan dalam bentuk fisik. Aku sendiri tidak membeli album fisik Perfect Velvet karena secara visual kurang nendang. Dan aku belum tahu bagaimana bentuk fisik dari album The Perfect Red Velvet, yang jelas kualitasnya sih sangat sayang kalau dilewatkan begitu saja. Well, grup cewek mana lagi sih (di generasi ketiga) ini yang punya konsep se-unik Red Velvet? BLACKPINK? Gue ngakak aja lah kalau kalian jawab BlackPink 😏