Review Drama Korea: Age of Youth


Rasanya memang telat banget sih me-resensi drama yang rilis pada tahun 2016 ini tapi apadaya kalau baru punya waktu untuk menghabiskan stok drama di harddisk setelah kesibukan agak berkurang. Belum lama ini aku mencoba untuk menonton drama berjudul Age of Youth. Cast-nya engga terlalu menjanjikan sih tapi kata temanku, cerita drama ini bagus jadi ya aku coba-coba saja.

Sedikit banyak, plot Age of Youth ini dekat dengan kehidupanku. Satu, ceritanya tentang kondisi sebuah kos-kosan putri yang mana aku juga sedang mengalami kehidupan serumah dengan 'orang asing'. Dua, ceritanya tentang kehidupan mahasiswa. Garis besar cerita ini bukankah sangat natural dan sedang kualami saat ini? Iya, aku sedang studi sebagai mahasiswa dan hidup di sebuah flat bukan lagi tinggal di rumah orangtua.

Ada 5 karakter utama dalam drama ini yakni si Maknae alias Yoo Eun Jae (Park Hye Soo), lalu si girly Jung Ye Eun (Han Seung Yeon), si seksi Kang Yi Na (Ryu Hwa Young), si kocak Song Ji Won (Park Eun Bin), dan yang terakhir si dewasa dan yang paling tua Yoon Jin Myung (Han Ye Ri). 5 orang gadis ini memiliki karakter yang berbeda-beda dan cenderung bertolak belakang satu sama lain. Ada yang bikin geregetan, ada yang bikin gemas, ada yang bikin trenyuh, sampai ada yang bikin ketawa. Personally, aku paling suka karakter Yoon Jin Myung karena dia tegas, pekerja keras, dan sederhana. Sayangnya karena karakternya seperti itu, Jin Myung ini jadi terlihat kaku seperti robot.

Drama Age of Youth ini terdiri atas 12 episode, 4 episode lebih singkat dari drama Korea pada umumnya. Menariknya, di setiap credit scene selalu disisipkan adegan mewawancarai tiap karakter. Jadi sejumlah hal yang tidak dijelaskan secara gamblang di dalam drama disampaikan dalam segmen ini. Tentu saja credit scene ini cukup unik dan membuat drama yang tayang di stasiun TV (yang sedang naik daun) JTBC ini jadi stand out kalau dibandingkan drama yang lain.


Keunikan lainnya adalah Age of Youth seolah-olah menceritakan satu kisah lepas tiap episode (berasa omnibus) padahal antara satu episode dengan yang lain masih berkaitan. Dan opening dramanya pun menggunakan potongan-potongan klip estetik yang jarang banget ditemui di drama-drama lain. Openingnya bahkan berasa lebih ke National Geographic Channel. Masing-masing episode pun diberi judul sendiri, contohnya "The Reason For Loving Someone, The Reason For Not Loving Someone #Men and Women". Kadang judulnya agak nggak nyambung sih tapi ya sudahlah ya.

Episode 1 hingga 5 digunakan untuk menguak kepribadian masing-masing karakter utama terlebih dahulu. Dimulai dari Yoo Eun Jae si maknae, cewek ini berasal dari desa dan memiliki karakter yang cenderung sungkan, pendiam, introver, dan menyimpan semua masalah terlebih dahulu sebelum akhirnya marah-marah. Di episode satu, penonton akan mengasihani Eun Jae karena dia tampak sangat kesulitan beradaptasi dan senantiasa dianiaya. Tapi di episode-episode berikutnya Eun Jae sedikit berubah dan mengalami perkembangan karakter. Turns out, Eun Jae menyimpan rahasia kelam yang akhirnya membuat para unnie khawatir di penghujung drama. Sayangnya, di Age of Youth 2 pemeran Eun Jae diganti karena Park Hye Soo punya proyek di luar drama ini. Padahal karakter Eun Jae diperankan sangat bagus oleh model video klip Yesung Here I Am ini.

Setelah Eun Jae, dikisahkan soal Jung Ye Eun. Jujur karakter Jung Ye Eun adalah karakter yang paling aku benci karena sangat artifisial. Dia merupakan penghuni Belle Epoque (nama kosan) yang paling girly tapi juga cenderung bermuka dua. Ye Eun merupakan tipe orang yang suka tampil manis di hadapan orang tapi menggerutu di baliknya, singkatnya Ye Eun merupakan orang munafik. Di akhir episode, Ye Eun mengalami kesusahan karena perbuatan bodohnya sendiri dan aku tidak merasa kasihan sedikitpun padanya. Mengapa? Karena kurasa Ye Eun pantas mendapatkan musibah itu hahaha.


Lalu ada karakter Kang Yi Na yang sedikit complicated. Sebetulnya karakter Kang Yi Na menyenangkan dan cuku aku sukai, sayangnya aku punya sedikit sentimen pada pemerannya yakni Hwayoung. Yah, siapa sih yang tidak tahu kalau Hwayoung itu yang 'menghancurkan' T-Ara? Karena kasus ini dan itu, akhirnya Hwayoung pun tidak kebagian peran lagi di Age of Youth 2. Terlepas dari karakter asli Hwayoung di dunia nyata yang menyebalkan, dia berakting dengan sangat baik dalam Age of Youth. Hwayoung bisa membawakan karakter Kang Yi Na yang seksi, rumit, kekanak-kanakan, dan blak-blakan dengan apik. Aku tidak bisa membayangkan apabila Kang Yi Na diperankan oleh orang lain, yang jelas Hwayoung dan Kang Yi Na adalah satu.

Karakter lain yang kusuka adalah Song Ji Won. Memang sih dia tidak memiliki latar belakang cerita sekelam teman-teman satu kosan yang lain tapi Song Ji Won ini merupakan mood maker. Dia merupakan mahasiswi jomblo menahun karena perilakunya sangat aneh dan unik. Di sisi lain, kalau sudah timbul pola pikirnya yang dewasa, Song Ji Won bisa jadi unnie yang sangat diandalkan. Rasa setia kawan dan kepolosannya itu lho yang membuat Age of Youth tidak membosankan. Melihat kelakuan Song Ji Won, sedikit banyak mengingatkanku pada perilakuku sendiri. Aneh.

Mungkin karena target yang disasar adalah young adult, Age of Youth mengangkat kisah-kisah yang pada umumnya terjadi pada mahasiswa dan gadis-gadis di usia 20 tahunan (judulnya saja sudah 'Hello My Twenties'). Di usia 20, memang banyak sekali problematika yang membuat seseorang belajar untuk menyelesaikan masalah. Contoh sederhana adalah masalah pekerjaan, membagi waktu kuliah, main, dan belajar, manajemen perasaan, manajemen hubungan dengan orang-orang sekitar, serta kepekaan dan solidaritas pada teman terdekat. Tema yang diangkat tidak berat memang tapi cukup berharga untuk dijadikan pelajaran.


Seperti kisah Eun Jae yang berusaha untuk menyelesaikan masalah adaptasi di lingkungan baru dan berbeda atau kisah Jin Myung yang harus banting tulang demi bisa lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Jin Myung mengajarkan bahwa mental yang kuat itu bisa dilatih, jika pada masanya nanti kita sudah lelah tidak apa untuk melepaskan apa yang kita punya. Niscaya kita akan mendapatkan hasil yang lebih indah sebagai balasan dari kerja keras kita.

Age of Youth ini lagi-lagi berbeda dari drama kebanyakan yang menggunakan soundtrack ballad khas Korea. BGM drama cenderung menggunakan instrumen yang melodinya sedikit jazzy, sehingga Age of Youth ini lebih berasa drama Western ala-ala. Apalagi Age of Youth juga minim adegan cheesy yang mudah ditebak seperti dalam drama romantis Korea. Terlepas dari nama pemain yang tidak kukenali, Age of Youth meninggalkan kesan yang cukup dalam. Karena seperti yang sudah berkali-kali kujelaskan, drama ini mengandung nilai dan keunikan yang tidak kutemukan di drama-drama lain.

Kalau kalian tanya apakah Age of Youth recommended? Ya, aku bisa merekomendasikannya untuk kalian. Bukan hanya sebagai penghibur tapi sebagai sebuah pelajaran, terutama bagi kalian yang masih berusia 20 tahunan.