Sabtu Malam ke Resto Yunani 'Kalamaras'


Aku pernah suatu kali dapat pertanyaan dari temanku, "Kamu tuh sekolah apa liburan sih kok isinya main melulu?", "Aku nggak bisa bayangin berapa banyak duit yang kamu butuhkan buat makan di sana (Inggris) tiap harinya kalau lihat kamu tiap kali makan di restoran gitu, Gis." Serta sederet pendapat dan pertanyaan lain yang berkaitan dengan linimasa Instagramku. Well, kelihatannya sih memang beberapa waktu terakhir aku terlalu banyak bersenang-senang. Tapi akan kujelaskan satu per satu deh.

Soal main. Kalau kalian tahu yang sesungguhnya, aku tuh tipe anak homebody alias anak rumahan. Sifatku ini mager (malas gerak) sehingga aku sangat jarang berpergian keliling London. Kalau pun pergi itu hanya karena aku lagi kebetulan bosan di rumah. Dalam waktu satu minggu, aku hang out hanya sekali atau dua kali maksimal. Dan meskipun aku jalan-jalan, aku belum pernah yang namanya mengunjungi semua landmark di London seperti Tower Bridge, London Bridge, Marble Arch, National Gallery, British Museum, dll. Aku se-kuper itu teman-teman.

Ke luar kota pun, aku cuma melakukannya dua kali yakni ke Manchester dan Brighton. Itu pun hanya saat liburan saja. Kalau sudah musim masuk kuliah begini ya bagaimana mau Europe Trip, orang bagian Inggris utara saja belum kusentuh, seperti Edinbrugh, Leeds, Liverpool, Cambridge, Oxford, dll. Jadi, anggapan soal main terus itu tidak sepenuhnya benar. Yah, mungkin nanti kalian akan tahu cerita lengkapku selama di Inggris dalam buku yang tengah aku tulis saat ini.

Untuk anggapan aku tiap hari makan enak pun juga aku tak bisa menyebutnya benar. Pasalnya kembali ke poin awal tadi, aku anak rumahan yang jarang banget hang out. Tapi memang, seringnya sekali hang out aku makan di luar. Itu pun tergantung makan di restoran yang mahal atau yang terjangkau di kantong. Kebetulan, dalam postingan kali ini aku akan me-review restoran yang harganya sedikit mahal dari biasanya yakni restoran Yunani Kalamaras.

Bakso dengan kentang
Suatu waktu menjelang libur natal, aku dan teman satu flat serta Mbak Ayodd pergi ke Queensway. Awalnya kami ingin makan shabu-shabu atau sesuatu yang berkaitan dengan itu di daerah Central London tapi Mas Kiva (suami Mbak Ayodd) justru menyarankan restoran yang belum pernah mereka coba yakni restoran Yunani. Kebetulan sekali restoran ini dekat dengan tempat kerja Mas Kiva.

Kalamaras merupakan restoran kecil yang berada di sebuah gang sempit dekat Hotel Berjaya, Queensway. Seperti namanya, mereka menyediakan Greek cuisine dengan nama yang agak susah dipronounce lidah jawa. Saat itu aku memesan 'bakso' dengan kentang dan salad, sementara Mbak Ayodd memesan cumi calamari, Mas Kiva memesan ikan utuh (aku lupa itu ikan apa), dan Mbak Ima memesan paket makan yang ternyata berisikan daging babi dan minuman beralkohol. Karena pesanan Mbak Ima yang terbilang 'salah' tersebut aku jadi punya kesempatan untuk mencoba alkohol pertama dan terakhir.

Minuman alkohol yang dipesan memang sangat kuat, ada dua buah minuman dan yang satu beraroma sedikit manis seperti sirup leci. Aku meminum yang beraroma manis seteguk saja tapi UGH! Tidak enak sama sekali. Sampai sekarang aku berpikir, kenapa orang suka banget minum alkohol kalau rasanya saja seperti membakar tenggorokan itu. Setelah minum, pipiku jadi panas dan aku pusing tidak karuan. Padahal cuma seteguk saja.

Calamari dengan salad Mbak Ayodd, cuminya super segar dan saladnya subhanallah
Meski harganya cukup mahal (kalau dirupiahkan sekitar 300-500 ribuan per orang), Greek cuisine ini patut diacungi jempol. Pesananku yakni si 'bakso' dagingnya segar banget, saking segarnya bahkan masih tercium aroma si sapi. Tapi saat dia dikunyah tidak keras dan langsung lumer di mulut. Favoritku sih salad dengan keju Yunani yang super segar dan kejunya pas. Lalu calamari Mbak Ayodd itu juga sangat krispi dengan rasa yang super laut banget.

Saat itu, makan di Kalamaras tidak berasa makan di restoran remang-remang tapi di pinggir Santorini dengan deburan ombak dan udara yang asin. Saking segaranya olahan ikan di Kalamaras hingga membuatku merasa demikian. Apalagi pelayanannya sangat bagus, pramusaji sangat friendly.

Appetizer yang super enak
Appetizer yang disediakan merupakan roti dengan berbagai macam saus. Rotinya ini mirip dengan naan atau roti canai tapi dia sedikit berbeda. Dia dimakan dengan saus berbagai rasa, salah satunya adalah humus, ada juga yang mirip dengan saus kacang jawa (iya saus kacang yang di Pecel itu), ada juga yang berwarna pink. Sejujurnya aku suka banget dengan saus pink karena rasanya enak, seperti campuran yogurt yang tidak kemanisan.

Untuk Dessert kami memesan cake yang terbuat dari walnut dan cinnamon yang disajikan dengan es krim. Lagi-lagi karena namanya sulit aku jadi melupakan nama hidangannya. Yang jelas, kalau kalian sempat mampir ke Kalamaras harus mencoba cake yang tampil di menu dessert ini. Soalnya rasanya super enak meski harganya sekitar 5 pon.

Mengapa demikian? Tekstur kuenya itu tidak lembut, cenderung kasar tapi begitu dimakan di mulut rasanya mendominasi lidah. Manisnya pas, rasa kacang dan cinnamonnya juga pas menghangatkan badan. Kalau dimakan dengan es krim semakin membuat kue ini jadi hidangan penutup yang sempurna. Kami beli satu untuk dimakan bareng-bareng karena kami cukup kekenyangan. Kalau kamu ingin beli satu untuk diri sendiri juga gakpapa sih, nggak ada yang melarang. Ini dia penampakan kuenya:


Sebelum kalian lagi-lagi berpikir aku terlalu banyak main atau makan enak sepertinya perlu aku jelaskan terlebih dulu kalau aku pergi ke resto ini tuh sudah satu bulan yang lalu. Hanya saja aku baru sempat me-review tempat makannya. Memang keliatannya sih aku tiap minggu hang out dan makan di luar tapi kenyataannya tidak demikian teman-teman. Kadang dua minggu sekali baru makan di luar, kadang seminggu sekali. Yah, tergantung kondisi keuangan juga.

Jadi, sekian saja review makan di restoran Yunani dengan sedikit bumbu curhat. Mungkin ada sebagian dari kalian yang menikmati postingan soal makan-makan ini, ada juga yang tidak. Mungkin nanti bakal ada demand, "Kalau makan di luar nge-vlog dong." Tapi aku sudah bilang bahwa mungkin aku baru nge-vlog kalau jalan sendiri. Ketika jalan bersama teman-teman yang lain rasanya agak malas nge-vlog karena aku ingin preserve momen berharga tersebut bareng teman-teman. Alasan lainnya adalah aku jarang bawa kamera berpergian hahaha. So, yah kalian akan lihat gambar-gambarnya doang serta deskripsi berbentuk tulisan seperti ini. Semoga kalian cukup ngiler lihatnya ya 😙

P.S: credit to all pictures to Mbak Ayodd, sang fotografer handal dalam grup hahaha.