Baluran KW Super di London: Richmond


Reading week telah usai saat ini namun sisa-sisa perjalanan yang kulakukan selama seminggu tersebut sangat membekas. Yah, Agista emang orangnya gitu sih kalau seneng-seneng aja diingat-ingat terus sementara yang buruk-buruk dilupakan haha. Well, sebenarnya seminggu liburan reading week itu aku tidak melulu main kok. Ada sejumlah hari yang bikin aku mager seharian di rumah, sibuk ini, dan sibuk itu. Tapi dari 7 hari rasanya aku pergi 'bermain' 4 atau 5 hari. Dimulai dari perjalanan akhir pekan ke Cambridgeshire bersama Mbak Ayodd, Lalu mager seharian  di hari Senin, Selasa kembali melakukan aktivitas volunteering, Rabu barulah aku menginjakkan kaki dan menyapa rusa-rusa di Richmond, Baluran KW Super yang terletak di London. London lho ini gaes London!

Di mata orang awam mungkin London hanyalah kota besar padat penduduk dan diisi dengan gedung-gedung yang tinggi menjulang. Sebelas dua belas dengan Ibukota negara lain pada umumnya lah. Namun siapa sangka kalau London ternyata punya 'hutan' juga. Ketimbang disebut sebagai 'hutan', Richmond ini sebenarnya menyandang predikat 'taman'. Well, jangan bayangkan taman sempit seperti yang sering kalian temui di Indonesia ya teman-teman.

Aku pergi ke sana dengan salah seorang teman, kepergian yang sebenarnya nggak direncanakan juga. Pokoknya kami berdua sempat ngobrol sebentar soal perjalanan ke Cambridge lalu dia bilang kalau dia ingin kabur dari London karena penat tapi harga tiket kereta masih cukup 'mahal'. Jadilah kami berdua berencana untuk kabur bersama. Lebih tepatnya dia menjadi guide-ku untuk kabur ke Richmond 😀


Seperti yang kusinggung dalam postingan ini, sebenarnya aku dan dia bisa saja pergi ke Richmond minggu sebelumnya. Sayangnya karena ada satu dan lain hal, keberangkatan itu pun gagal dan aku memilih jadi solo traveller. Seharusnya ada satu orang teman lagi yang ikut berangkat ke Richmond tapi yah jadwal berbenturan sehingga aku pergi hanya dengan temanku yang sudah pergi ke Richmond lebih dulu ini. Fun Facts, dia sudah tiga kali pergi ke Richmond dalam kurun waktu seminggu 😂

Well, Richmond ini terletak di daerah Barat London. Sebelum kami memutuskan untuk mengunjungi si Hutan Baluran KW Super tersebut, kami berkunjung dulu ke Kingston, sebuah kota kecil di bagian Barat London juga. Uniknya, setiap kali kami keluar dari zona 1-3 London, kami selalu merasa sudah pergi ke luar kota (dalam artian luar London). Karena perbedaan zona 1-9 London itu cukup drastis juga, semakin jauh dari central maka kepadatan penduduknya semakin berkurang. Dan kota-kota kecil itu betul-betul seperti daerah yang berbeda dari London. I don't know how to say it but I don't think it's kinda similar to Bekasi from Jakarta or anything else.

Di Kingston, ajaibnya ada sebuah landmark yang pernah muncul dalam video klip sebuah lagu India yang dibintangi oleh Hrithik Roshan. Mengetahui hal ini, perutku jadi geli dan ingin tertawa terbahak-bahak. Ya Tuhan, ternyata aku berada di lokasi syuting video klip Mujhse Doshti Karoge 😂

Lokasi tersebut berada di Old London Tower, Kingston. Landmarknya adalah box-box telepon merah yang saling berjatuhan seperti domino. Biasa saja sih tapi menarik juga kalau dijadikan background foto Instagram. Ya, bagi kalian yang ingin jadi social media influencer harusnya mampir ke sudut-sudut London yang jarang ditemui ini. Itupun kalau kalian punya duitnya sih 😎


Setelah itu, kami berjalan ke Riverside. Pemandangannya tidak jauh berbeda dari Cambridge dan sayangnya semesta tidak mendukung kami untuk mengambil foto yang bagus. Langit abu-abu sehingga aku tidak mendapatkan foto sebagus yang kudapatkan saat berkunjung ke Cambridge. Baiknya, kami menemukan sejumlah hal menarik dan membuka pikiran kami bahwa ternyata penataan kota di Inggris itu memang sudah matang. Inilah yang aku suka saat bertemu dengan temanku ini, dia adalah orang yang observant dan selalu memberiku perspektif baru dalam melihat suatu hal.

Karena di Kingston tidak ada apa-apa, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Richmond. Karena ya memang mau kemana lagi??? Dan untuk kali pertama saldo Oyster Card-ku minus! Tapi tak apa toh kami akhirnya tetap sampai di Richmond Park.

Saat menginjakkan kaki pertama kali, aku tidak berekspektasi apapun pada Richmond Park sebenarnya. Karena ya namanya saja Park pastilah nggak bakal segede itu kan? Rupanya dugaanku salah teman-teman, Richmond Park memang segede itu!

Setelah masuk taman, kami berjalan menyusuri jalanan yang telah disediakan dan menemui orang-orang unik. Salah satunya adalah seorang pria yang naik sebuah gocart (?) yang bentuknya seperti badan mobil F1 tanpa sayap dengan Go-Pro terpasang di bemper depan. Pria itu pun menyapa kami dengan riang gembira. And I was like, "What?" sementara dia bilang, "Orang itu hidupnya selow banget bisa naik gocart sambil nyapa orang. Bahagia banget kelihatannya."


Sepanjang perjalanan banyak sekali hal yang kami bicarakan dan yang paling berkesan adalah Richmond itu seperti oasis di tengah padang pasir teman-teman! Jadi kalau London adalah padang pasir yang bikin kamu penat dan stress, maka Richmond adalah penyegaran pikiran. Beruntung saat aku pergi ke sana, cuaca masih cukup bersahabat dalam artian udara tidak terlalu dingin. Bahkan saat aku jalan-jalan di Richmond, aku sempat merasa gerah sehingga harus melepas coat duffle biru yang super comfy itu. Anginnya seperti angin yang sering kurasakan ketika jalan-jalan di perbukitan Malang, sejuk.

Mengapa Richmond kusebut sebagai Baluran KW Super? Ya karena memang Richmond ini nampak seperti savana yang terdapat di Banyuwangi itu. Bedanya adalah Richmond lebih sejuk dan ada kawanan rusa yang membuatku merasa berada di Afrika. Ya beruntung tidak ada Singa atau Cheetah melainkan hanya rubah saja. I would say that Richmond is nice choice to visit if you got stress during your study. Jalan sejauh apapun di Richmond menyenangkan karena tempatnya memang menyenangkan.

Bahkan sempat terbersit di pikiranku, apakah Coldplay syuting video klip Paradise di Richmond ini? Hmm, sepertinya tidak.


Oh, dan juga ada danau di tengah-tengah yang pas banget buat pacaran. Aku bilang begini karena memang ada orang pacaran betulan di pinggiran danau Richmond. Banyak juga pasangan kakek dan nenek yang datang berdua dan trekking bersama peliharaan-peliharaan mereka. Pokoknya yang namanya Park di Inggris itu memang betulan ruang terbuka hijau yang segar dan bisa menyejukkan tubuh serta pikiran.

Sejujurnya aku belum pernah ke Baluran, aku hanya melihatnya dari foto saja. Meskipun aku belum pernah ke Baluran yah setidaknya aku kan sudah berkunjung ke 'replika'-nya. Malah siapa tahu aku lebih suka 'replika' Baluran ketimbang yang asli karena Richmond memang seindah itu dan senyaman itu. Sayangnya kameraku tidak cukup canggih untuk mengabadikan sekawanan rusa yang bersantai di tengah musim dingin. Jadi, hasil foto yang kuunggah dalam postingan ini memang jauh dari ekspektasi kalian, kualitasnya kalah jauh dibandingkan dengan para fotografer National Geographic Channel.