Eyes On You in Jakarta 2018: Memori Indah Mengejar Youngjae

Venue konser (dok.pribadi) - do not take it without credit

Kalau pun ada satu keputusan yang tidak kusesali mungkin adalah dengan hadir ke konser GOT7 di Jakarta. Padahal kalau dipikir-pikir, GOT7 bukanlah grup ultimate bias (grup yang paling aku sukai). Bagi kalian yang belum tahu, fandom utamaku adalah EXO-L dan otomatis grup yang paling kucintai adalah EXO! Baru setelah itu diikuti oleh grup-grup SM seperti Super Junior, NCT, SHINee, TVXQ, SNSD, Red Velvet, sampai f(x). Mungkin grup di luar SM yang berhasil menarik perhatian utamaku adalah Bangtan Seonyeondan dan Winner tapi aku tidak pernah se-nekad ini untuk menghadiri konser dua grup tersebut. Malah aku datang ke grup yang baru-baru ini saja kuikuti, GOT7.

Aku sempat berpikir, "Apakah aku impulsif? Apakah keputusanku ini tidak tepat?" Tapi penampilan Jackson cs membuatku tidak menyesali keputusanku.

Berhubung aku tinggal di Inggris selama 9 bulan belakangan dan kebetulan sekali GOT7 melakukan tur Eropa dengan mengunjungi kota-kota besar macam Moskow, Berlin, dan Paris (London tak masuk daftar), aku berniat nonton konser bertajuk Eyes On You ini di Berlin. Mengapa demikian? Karena cukup dekat dari London dan bisa jadi aku sekalian Europe Trip (yang tak kunjung kulakukan hingga saat ini). Eh ternyata aku tidak berjodoh dengan GOT7 di Eropa, maka dari itu aku memutuskan untuk membeli tiket konser mereka yang ada di Jakarta sekalian pulang lebaran.

Inti dari kepulanganku kali ini bukan untuk bertemu teman-teman atau keluarga tapi untuk menonton konser 7 cowok yang rata-rata umurnya lebih muda dariku ini. Dan sebagai alasan, kurasa aku sangat puas disuguhi penampilan yang sangat menawan dari mereka. Yah, meski pada akhirnya Youngjae tidak me-notice aku hingga akhir :(

Bisa dibilang konser GOT7 ini merupakan konser K-Pop pertama yang kuhadiri sejak terjerumus dalam lubang hitam tiada ujung dunia fana ini. Tendensi menghadiri konser Eyes On You sebenarnya hanya ingin bertemu Youngjae saja. Youngjae merupakan main vokal GOT7 dan bias utamaku, selain Youngjae masih ada Jackson dan Jinyoung yang urutannya berada di bawah Youngjae. Bahkan kalau ada kesempatan, aku ingin mengambil peluang Hi-touch agar aku benar-benar bisa menyapa Youngjae secara privat. Tak ada tendensi apapun, tak ada ekspektasi apapun pula terhadap konser ini.

Youngjae di performance awal (dok.pribadi) - do not take it without credit

Mungkin akan berbeda kondisinya bila aku niat nonton konser EXO atau Suju. Yang jelas bias utamaku ada di grup itu dan karena keduanya merupakan grup paling favoritku pasti aku akan berharap lebih terutama pada Kyungsoo dan Heechul.

Siapa yang menyangka bahwa berbekal tiket section Blue A, aku mendapatkan view yang lumayan. Dengan catatan, harus tahan berdesakan, bau keringat, berada di balik adik-adik budiman yang tinggi dan mengangkat handphone mereka tinggi-tinggi sehingga cukup susah bagi bocah pendek sepertiku untuk menonton panggung secara leluasa. Tapi tak apa, aku masih bisa melihat betapa mulusnya wajah-wajah para idol Korea itu. Dan karena ini merupakan konser K-Pop pertama yang kudatangi, aku masih sangat norak dan takjub pada penampilan nyata mereka. Percayalah, jauh lebih ganteng daripada foto kualitas HD Noona-Noona Masternim!

Tapi yang namanya konser tidak akan seru tanpa drama, begitupun yang terjadi padaku hari ini. Sebenarnya bukan drama tapi kalian tahu sendiri bahwa aku ini kadang kelewat bodoh dalam beberapa hal. Masalah pertama adalah aku tidak mencetak e-mail konfirmasi pembayaran yang dikirim Indotix padahal jelas-jelas penonton diharapkan membawa print out tersebut. Stupid Agista main berangkat aja tanpa melakukan pengecekan lagi.

Akibat masalah pertama tersebut, pagi-pagi aku harus mencari warnet untuk mencetak e-mail konfirmasi. Sayangnya, meski sudah Googling warnet setempat ternyata warnet tersebut fiktif! Itulah mengapa aku tidak terlalu percaya pada Google Maps kalau sudah berada di Indonesia, kurang akurat. Jadi setelah aku cari tahu alamat warnet yang dimaksud Google, aku juga sudah bela-belain jalan agak jauh pagi-pagi hingga aku berkeringat, ternyata warnet tersebut sudah lama tutup. Bahkan tidak ada nomor ruko 24! Ghaib kan?

Kesalahan berikutnya adalah aku lupa mengambil kaos yang sudah kusiapkan untuk nonton konser yakni kaos SM Rookies warna pink. Rencananya aku hendak mengenakan kaos itu dan berjilbab seperti biasa. Ternyata sebelum mandi, aku tidak mendapati kaos tersebut! Akhirnya terpaksa aku mengenakan kemeja merah bekas milik Ayahku lagi. Padahal kemeja tersebut mungkin sudah bau karena terpapar keringatku kemarin dan kupakai tidur pula!

Lightstick GOT7, Ahgabong (dok.pribadi) - do not take it without credit
OOTD ala-ala gak niat (dok.pribadi) - do not take it without credit

Kesalahan kedua berlanjut ke kesalahan berikutnya yakni tidak kunjung mendapatkan driver Go-Jek! Sebenarnya home stay tempatku menginap tidak jauh dari venue yakni ICE BSD Tangerang tapi karena kebodohanku akan navigasi, aku kerap memencet area yang salah sehingga driver tak kunjung menjemputku. Dan beberapa driver gagal menghubungiku karena nomor yang kupasang di HP Android kusimpan dalam tas. Bego banget kan? Karena kebodohan tak terkira tersebut, aku berdiri kepanasan selama satu jam lebih di pinggir jalan.

Lalu apakah kebodohanku berhenti sampai di situ? O tidak saudara-saudara. Begitu tiba di ICE, aku hendak melakukan pengambilan tiket tapi aku kerap berganti antrean. Mengapa demikian? Karena ketika aku mengambil antrean yang pendek dan sudah sampai di barisan agak tengah (dekat dengan konter), aku membaca pengumuman bahwa barisan tersebut diperuntukkan khusus bagi Member MCP Package. Jadi aku pindah antrean dan tentu saja mulai lagi dari barisan paling belakang! Bodohnya setelah lagi-lagi mencapai barisan tengah, ternyata antrean yang aku tinggal tadi tidak diperuntukkan bagi member MCP Package. Saat itu ingin rasanya aku menelan batu!

Ditambah lagi ketika mencapai konter penukaran, aku sempat diragukan. Sebab aku hanya membawa Paspor dan Kartu Debit yang kugunakan untuk membeli. Saat ditanya KTP, aku jawab bahwa KTPku ditahan di hostel dan memang benar adanya kok. Maka dari itu aku sempat ditanya, "Mbaknya ambil sendiri?" Tentu saja aku mengiyakan. Tapi aku baru sadar bahwa aku tak berhijab sementara foto pasporku berhijab, tak heran bila aku diragukan. Pesan moral dari hal ini adalah: jangan lupa e-mail konfirmasi, KTP, dan usahakan penampilan kamu sama dengan foto identitasmu. Ujung-ujungnya sih tetap dapat tiket, Alhamdulillah!

Tiket konser Eyes On You GOT7 di Jakarta (dok.pribadi) - do not take it without credit

Setelah urusan tiket kelar baru aku berburu merchandise. Dan tipikal anak seperti aku yang diburu bukan bando-bando atau fanboard melainkan langsung lightstick official dan juga kaos. Aku memutuskan untuk membeli kaos karena aku memang butuh ganti baju. Dan lightstick akhirnya terbeli juga karena rasanya aneh kalau nonton konser K-Pop tanpa pegang lightstick. Ditambah lagi aku butuh beli makan dan minum karena belum makan seharian. Gobloknya (lagi) aku tidak memakan roti sobek yang kubeli pagi tadi sehingga aku harus merelakan roti sobek tersebut masuk tempat sampah karena kebodohanku :(

Barulah kebodohan-kebodohan konyolku berhenti setelah aku masuk venue. Semua berjalan normal, aman, dan nyaman.

Kalau ditanya apakah pemeriksaan keamanan Mecima Pro ketat? Sejauh yang aku rasakan, tidak ada yang namanya pemeriksaan berlebihan (re: sexual harassment) seperti yang sering kubaca di Twitter soal konser yang telah lalu. Di Eyes On You, pemeriksaan normal layaknya pemeriksaan di bandara. Dan tentu saja terbilang cukup longgar. Mengapa demikian? Kupikir tasku akan di X-Ray atau aku diminta untuk mengeluarkan seluruh isi tas. Ternyata tidak! Tasku hanya dilihat di bagian atas saja dan kebetulan petugas mendapati roti sobek malang tadi. Tahu gitu aku betul-betul menyelundupkan kamera dengan cara kumasukkan ke tempat mukena :(

Lalu seperti yang sering kalian temui, terdapat queuing regulations yang sudah diatur sedemikian rupa oleh Mecima sehingga memudahkan fans untuk masuk dengan tertib ke dalam venue. Sebuah hal yang patut diapresiasi. Dengan queuing sejak di waiting room ini, fans tidak menyerbu venue secara barbar. Yah meskipun pada akhirnya antrean belakang jadi tidak mendapatkan view yang oke. Tapi jangan khawatir, di dalam masih bisa desak sana-sini kok untuk mendapatkan view bagus dekat panggung. Yah kalau aku sih karena pendek jadi kalau bisa harus berada di tiga baris paling depan. Aku mulai dari baris kelima lalu berakhir di baris kedua section Blue. Well itu semua karena lawanku gigih jadi aku tak bisa melesak maju hingga terjepit pagar.

Posisi berdiri dalam venue (dok.pribadi) - do not take it without credit
Setelah masuk venue, acara tidak langsung dimulai. Para penonton harus berdiri kira-kira hingga setengah jam berikutnya. Beruntung karena penyelenggaraan rapi maka konser pun berlangsung dengan lancar tidak ada yang namanya terlambat. Yah meski sebenarnya waktu masuk ke dalam hall terbilang sedikit lambat. Di dalam venue, aku mencuri dengar obrolan-obrolan Ahgasshe (fans GOT7). Dalam beberapa hal, aku senyum-senyum saja karena aku pun cukup tahu soal GOT7 akhir-akhir ini. Aku juga bertemu dengan cukup banyak Ahgasshe yang multifandom, aku bercerita pada mereka bahwa sebenarnya aku bukanlah Ahgasshe melainkan EXO-L. Beruntung Ahgasshe tidak nyinyir meski fans grup sebelah datang nonton konser idola kesayangan mereka. Di dalam venue pun aku berteriak-teriak "Youngjae!!" meski tidak dinotice sedikitpun. Ya gimana mau dinotice orang aku juga tidak berada di dekat stage.

But so far, kasus-kasus lawas seperti section Blue = section Green di konser yang diadakan Mecima beberapa waktu lalu tidak terjadi. Serius, ini pertama kalinya aku hadir di konser yang diselenggarakan oleh promotor tersebut dan tidak terjadi masalah apapun. So far so good!

GOT7 di paruh awal konser (dok.pribadi) - do not take it without credit

Penampilan pertama GOT7 malam itu dibuka dengan lagu Hard Carry (beruntung Agista sudah ngecek setlist terlebih dulu di Twitter sehingga sedikit membantu). Sebelum Hard Carry 'membakar' semangat Ahgasshe, instrumental akustik lagu berjudul A diputar terlebih dahulu dan Ahgasshe bernyanyi bersama. Begitu lampu dimatikan, Ahgasshe ber-fanchant "GOT7! GOT7!"

Penampilan pertama dengan Hard Carry betul-betul memanaskan suasana, sayangnya dalam penampilan ini GOT7 menari dan bernyanyi di ujung stage. Jadi aku tidak bisa sepenuhnya melihat mereka tanpa bantuan LCD Screen. Malam itu, punggawa GOT7 yakni Mark, JB, Jackson, Jinyoung, Youngjae, Bambam, dan Yugyeom mengenakan setelan jas warna hitam dengan dalaman putih dalam mode kasual. Penampilan dilanjut dengan Skyway dan Out, di lagu ini barulah anak-anak GOT7 maju ke bagian depan stage yang bentuknya mirip-mirip runway modelling itu.

Aku sempat deg-degan dan kecewa ketika Youngjae lebih suka menguasai sisi kanan panggung sementara sisi kiri hampir selalu diisi oleh Jackson, Jinyoung, dan Mark. Rasanya agak sesak begitu tahu Youngjae jarang sekali ke bagian kiri. Itu artinya aku tidak akan mendapatkan banyak footage soal dia. Beruntung ternyata Youngjae cukup adil, dia secara bergantian berjalan ke kanan dan ke kiri. Tiap kali Youngjae berada di panggung bagian kiri, aku meneriakkan namanya keras-keras. Sementara kebanyakan Ahgasshe Indonesia lain meneriakkan nama Jinyoung. Akhirnya aku berjodoh juga dengan bias.

Sayangnya, malam itu Youngjae tampak dalam kondisi yang tidak fit. Muka main vokal kelahiran 1996 ini masam dan tidak bersemangat, sangat berbeda dengan dirinya yang biasanya cheerful dan fluffy. Di situ aku juga jadi merasa agak kecewa. Kondisi ini dijelaskan oleh Jinyoung di bagian MENT setelah GOT7 membawakan Hard Carry, Skyway, dan Out. "Kalian tahu kan bahwa kami baru saja berkeliling dunia (alias Eropa) sebelum ke sini? Oleh sebab itu sebenarnya kondisi kami malam ini agak tidak fit tapi kami akan berusaha untuk menampilkan yang terbaik," begitu kata idol yang dicintai segala umat ini.

MENT pertama GOT7 (dok.pribadi) - do not take it without credit

Kesehatan Youngjae yang kelihatan menurun pun terlihat di bagian akhir ketika dia menghirup inhaler. Dalam hati aku berkata, "Wah ini anak emang agak demam kayaknya." Uniknya, meski kondisi tubuhnya tidak prima, Youngjae masih memberikan penampilan yang menawan. Suaranya tidak terdengar sengau atau pecah sama sekali. Bahkan terdengar stabil, seolah-olah dia melakukan lipsync padahal sebenarnya tidak. Dan memang benar, anak-anak GOT7 ini tidak lipsync sama sekali selama 2.5 jam. Amazing!

Setelah MENT (sesi ngobrol) pertama, penampilan dilanjutkan dengan My Home dan Paradise. Berhubung aku hanya mendengarkan lagu-lagu GOT7 yang hits saja, aku tidak ikut bernyanyi. Selain itu, aku ingin menyimpan energi kalau-kalau suasana sedang sepi hingga aku bisa meneriakkan nama Youngjae sekali lagi. Setelah dua lagu tersebut, kembali diadakan sesi ngobrol. Yang lebih banyak bicara sebenarnya Bambam, mungkin karena dia merasa bahwa Indonesia adalah negara tetangga ya? Dia jadi lebih comfortable. Pada MENT kedua ini, Bambam bercerita soal VCR yang diputar di awal acara. Sumpah penjelasannya bikin cringe banget. Apalagi anak-anak GOT7 juga diminta untuk memperagakan sebuah adegan ala-ala model yang cringe maksimal (pengecualian untuk Jackson karena dia sudah ganteng dari sananya). Pada MENT kali ini Youngjae pergi ke Backstage, karena tidak ada Youngjae aku jadi tidak terlalu memperhatikan MENT GOT7.

My Dear Youngjae (dok.pribadi) - do not take it without credit
Paruh pertama konser setelah MENT kedua tersebut ditutup dengan lagu Prove It, Hey, dan Firework. Nah, di lagu Firework ini ada fan project yaitu dengan cara menyalakan lampu senter di ponsel masing-masing yang telah ditempeli stiker warna-warni. Karena aku berada di kerumunan penonton dan fokus pada panggung aku tidak tahu sebagaimana indah eksekusi project ini. Mungkin para fansite atau NET.TV akan punya footage yang lebih jelas. Well, benar sekali konser ini akan ditayangkan di NET.TV!

Paruh kedua dibuka dengan title track GOT7 dalam masa promosi kali ini yakni Look. Dan jujur saja lagu Look inilah yang membuatku makin tertarik pada GOT7 setelah sebelumnya mendengarkan Fly. Rasa keterikatan dengan GOT7 sebenarnya sudah ada sejak lagu Fly dirilis tapi waktu itu masih belum terlalu suka. Masa promosi Look inilah yang membuatku akhirnya jatuh juga dalam pesona 7 cowok ganteng JYP entertainment ini. Apalagi saat itu aku sedang gila-gilanya nonton Knowing Brothers dan kebetulan bintang tamunya GOT7. Setelah penampilan di Knowing Brothers tersebut, aku mulai berburu variety show yang lain seperti Weekly Idol, dari situ aku makin-makin attached pada Youngjae dkk.

Saat lagu Look bergema, tentu saja aku ikut menari dan menyanyi pasalnya aku sangat paham dengan lagu tersebut. Gimana nggak paham orang disetel hampir tiap hari dan sepanjang hari? Setelah Look, dilanjutkan dengan Begging On My Knees dan Teenager. Baru kemudian sebuah VCR diputar. Aku bisa bilang bahwa VCR konser GOT7 ini kurang terkonsep, berbeda dengan VCR-VCR EXO atau artis SM lain yang punya cerita. Namun satu hal yang aku apresiasi dan merupakan konsep VCR favoritku yaitu bagian VCR dimana anak-anak GOT7 berkumpul dan saling berbagi soal proses penggarapan album Eyes On You. Tayangannya ala-ala VLIVE gitu tapi VCR semacam ini hampir tidak pernah aku temukan di VCR milik artis SM.

Usai VCR, penampilan dilanjut dengan tiga lagu lagi yakni Us, Stop Stop It, dan Girls Girls Girls versi Remix. Yang kusayangkan, lagu favoritku semacam Just Right dan Fly tidak ikut dinyanyikan dalam konser kali ini. Padahal Never Ever, A, You Are, bahkan If You Do turut dinyanyikan. Yah tapi tidak mengapa selama aku masih bisa menikmati konser dan fokus pada penampilan mereka.

Youngjae (dok.pribadi) - do not take it without credit

Youngjae (dok.pribadi) - do not take it without credit
Paruh kedua ini lebih banyak diisi oleh MENT dan VCR sementara lagu yang dinyanyikan kalau tidak versi remix ya versi pendek. Setelah MENT yang lagi-lagi kurang ku perhatikan, intinya aku ingat bahwa Bambam ingin tinggal di Indonesia saja daripada balik ke Korea dan dia sangat memuji dedikasi fans Indonesia. Lalu dijawab oleh Jackson, "Oh kalau gitu tiket pesawatnya kamu bayar sendiri ya?" disusul oleh tawa renyah Bambam.

Lagu berikutnya yang ditampilkan adalah Home Run, dilanjut dengan VCR dengan narasi "GOT7 yang patah hati". Aku bisa bilang bahwa VCR ini tidak terlalu bagus karena plot ceritanya cringe banget, ditambah lagi garapan visualnya kurang memuaskan. Ya secara gitu, JYP entertainment harusnya bisa nge-hire animator yang lebih baik dari itu. Yah, tapi siapalah aku yang bisa menghakimi? Bisa jadi memang dikonsep sesederhana itu bukan? Intinya sih VCRnya tidak terlalu mewah seperti yang sering kutemui di VCR-VCR anak-anak SM.

Penampilan selanjutnya di tengah VCR tersebut adalah If You Do versi pendek. Berhubung lagu ini juga kuhapal di luar kepala, aku ikut bernyanyi dan bergoyang. Setelahnya VCR dilanjut lagi hingga anak-anak GOT7 muncul lagi dan menyanyikan lagu My Reaction dan She's a Monster secara berturut-turut. VCR lalu diputar kembali dan anak-anak GOT7 muncul lagi membawakan lagu Face dan Dreamin. Paruh kedua konser ini ditutup dengan lagu Favoritku yakni You Are dan Never Ever. Sayangnya, penampilan terakhir mereka di paruh kedua hanya berfokus di stage utama. Jadi aku agak kesusahan menonton mereka (lagi) tanpa bantuan LCD Screen.

But it was fine, at least I was able to listen to You Are my favorite GOT7 song ever!

Jackson Wang (dok.pribadi) - do not take it without credit
Tidak terasa setelah VCR yang sempat kusinggung di atas diputar, yakni VCR soal proses pembuatan album Eyes On You, konser sudah memasuki babak akhir. Babak akhir didominasi oleh penampilan-penampilan 'sub unit' GOT7. Belum resmi sub-unit sih tapi intinya ada kolaborasi masing-masing member. Penampilan pertama adalah kolaborasi Bambam dan Jinyoung yang membakar panggung dengan lagu King. Dalam lagu ini Jinyoung pun membuktikan bahwa dirinya multi talented. Meski rapnya nggak bagus-bagus amat, Jinyoung masih bisa ngerap. Dan bisa dibilang tata panggung di kolaborasi Bambam dan Jinyoung ini cukup megah, sayang banget kalau nggak diapresiasi. Jadi akan kuapresiasi!

Usai Bambam dan Jinyoung, panggung lalu didominasi oleh main vokalis yakni Youngjae dan Jaebum ditambah dengan Mark sebagai main rapper. Trio ini menyanyikan lagu slow beat Think About It dengan tata panggung yang tidak lebih mewah dari penampilan Jinyoung dan Bambam tapi masih dipertimbangkan sebagai tata panggung yang butuh usaha. Youngjae berdiri di box paling atas sebelah kiri, box bawah sebelah kanan diisi oleh Jaebum dan box tengah diisi oleh Mark.

Selanjutnya Jackson dan Yugyeom kembali membakar panggung. Awalnya Yugyeom dulu yang muncul dengan membawakan lagu From Now. Ketika tampil solo di atas panggung, sangat susah bagiku untuk tidak mengasosiasikan Yugyeom dengan Jungkook sebab penampilannya menyanyikan From Now saat itu sangat mirip dengan Jungkook in every aspect. Dari segi suara, gaya menari, hingga penampilan. Bahkan aku merasa bahwa yang kutonton itu bukan Yugyeom melainkan Jungkook saking miripnya.

Usai menutup penampilannya, kini giliran Jackson yang keluar. Diberi panggung solo membuat Jackson semakin liar. Dan demi Tuhan, Jackson kalau diliat langsung berkali-kali lipat lebih ganteng daripada di foto atau di video. Kulitnya sangat putih dan bersih, badannya super bagus, dan garis wajahnya sangat tegas. Apalagi Jackson terkenal dengan penampilannya yang provokatif. Well done Wang Jia Er! Usai membawakan lagu Hunger, Jackson berkolaborasi dengan Yugyeom menyanyikan lagu Phoenix. Dan saat itulah chaos terjadi. Jackson sengaja banget membuka kaosnya. Iya, aku paham badan kamu bagus Sseun-ah.

JInyoung dan Bambam (dok.pribadi) - do not take it without credit

Youngjae, Mark, Jaebum (dok.pribadi) - do not take it without credit

Jackson dan Yugyeom (dok.pribadi) - do not take it without credit

Usai penampilan unit tersebut, tibalah saatnya perpisahan dengan GOT7. Instrumen lagu Thank You diputar, para Ahgasshe bernyanyi bersama. Pun saat GOT7 membawakan lagu tersebut sebagai persembahan terkahir, para Ahgasshe dengan semangat melakukan koor. Ketika sudah tiba di penghujung acara, rasanya enggan untuk berpisah dengan mereka. Hingga pada akhirnya anak-anak GOT7 kembali ke atas panggung dan melakukan MENT terakhir mereka. Hampir semua member tak berhenti mengucapkan terima kasih, Bambam, Jackson, dan Mark pun tak segan menggunakan bahasa Inggris sejak MENT ketiga. Well, serunya ngestan grup dengan English speaker adalah kita tak perlu susah-susah menunggu pembicaraan mereka diterjemahkan. Meskipun kadang aku juga sedikit memahami obrolan mereka dalam bahasa Korea. Pokoknya di MENT terakhir tersebut para member sangat berterima kasih pada Ahgasshe yang sudah datang dan berjanji akan kembali lagi dalam waktu dekat.

Ditambah lagi Jackson memberi bocoran bahwa sebenarnya GOT7 saat ini sedang bekerja untuk album baru yang menurutku agak terlalu cepat. Well, melihat pola rilisan album GOT7 grup ini memang sedikit lebih produktif dan selalu merilis album di waktu yang berdekatan berbeda dengan EXO yang hanya merilis album tiga kali dalam setahun yakni album original, repackaged, dan winter atau pola rilisan album artis SM yang berfokus pada album original lalu repackaged. "Jadi sebenarnya kami tengah dalam proses pembuatan album baru. Tolong berikan cinta yang banyak pada album kami ya," tukas Jackson malam itu dalam bahasa Inggris.

Mark pun mengamini hal tersebut dan hal-hal yang telah diucapkan Bambam dan Jaebum sebelumnya. Intinya GOT7 merasa sangat tersentuh karena mereka pun ternyata mampu menggaet banyak fans, termasuk fans grup sebelah macam aku ini. Dalam MENT terakhir tersebut, masing-masing member diberikan satu kalimat dalam bahasa Indonesia. Mendengar mereka melafalkan kalimat dalam bahasa Indonesia membuatku merasa sangat geli. Terutama ketika Jaebum tak bisa melafalkan R dengan benar. "Sampai berutemu lagi!" begitu katanya sembari digoda oleh Jackson dan Bambam "RRRRRR woi RRRRRR!"

(dok.pribadi) - do not take it without credit

(dok.pribadi) - do not take it without credit

(dok.pribadi) - do not take it without credit

(dok.pribadi) - do not take it without credit
(dok.pribadi) - do not take it without credit

Hingga tiba saat Youngjae berbicara. Ketika kamera mulai menyorot Youngjae, Ahgasshe sama-sama meneriakkan namanya. Kurasa hampir semua Ahgasshe merasa bahwa Youngjae malam itu agak down sehingga mereka meneriakkan namanya bebarengan agar Youngjae agak sedikit bersemangat di penghujung acara. "Youngjae! Youngjae!" teriak para Ahgasshe termasuk aku. Mendengar namanya diteriaki oleh hampir seisi hall, Youngjae pun tersenyum sumringah. Masya Allah, hatiku meleleh melihat senyumnya yang sepanjang malam tidak kulihat itu.

"Wah aku dapat giliran terakhir ngomong nih," kata Youngjae. Setelah itu dia jadi semangat dan memandu yel-yel agar Ahgasshe berteriak. Sebuah hal yang sangat ajaib karena Youngjae kebanyakan diam selama konser. Rupanya fanchant Ahgasshe meneriakkan nama Youngjae berefek juga pada cowok dengan suara tenor ini. Setelah meneriakkan yel-yel, Youngjae pun menutup konser dengan ucapan terima kasih, senada dengan apa yang telah rekan-rekannya bicarakan.

Yang paling unik dan noticeable dari MENT terakhir adalah ucapan realistis Jinyoung, savage seperti biasanya. Lalu usaha Yugyeom membaca kalimat bahasa Indonesia "Di malam yang indah ini." lagaknya sudah seperti pujangga. Yugyeom mengangkat tangannya dan memandang ke langit-langit hall bak orang yang tengah baca puisi. Dasar maknae lucu!

Konser pun ditutup dengan encore Look, dilanjutkan dengan lagu Go Higher dan Before The Fullmoon Rises. Di bagian encore inilah anak-anak GOT7 tampak sangat santai dan bersenang-senang. Momen-momen interaksi dengan fans pun banyak terjadi seperti yang bertebaran di twitter. Mulai dari Jinyoung main boneka, Mark pakai blangkon, Bambam balas cium jauh fans, Jackson bersandar di pagar yang dekat banget dengan fans, Youngjae menghirup inhaler, macam-macam deh pokoknya.

Drama terakhir dalam konser ini adalah ketika Jackson melempar handuk. Kebetulan handuk yang dilempar oleh Jackson tersebut jatuh di area tempatku berdiri. Langsung terjadi insiden desak-desakan hingga aku hampir jatuh. Ketika handuk tersebut berhasil mendarat, terjadi perebutan dua orang Ahgasshe sampai mereka bertengkar hebat. Melihat langsung kejadian tersebut membuat mataku melotot dan aku pun membatin. "Anjir, ini baru GOT7 lho. Kalau EXO nanti bakal seliar apa? Mengerikan!" Dan aku pun berpikir bahwa sebenarnya nggak ada gunanya mengoleksi handuk yang sudah dipakai idol, ya what's the point gitu?

Tak hanya Jackson yang melempar handuk di sekitar areaku tapi Mark juga. Dan entahlah bagaimana nasib handuk itu sekarang.

(dok.pribadi) - do not take it without credit