Welcome to Quarter Life!


Tidak terasa tahun ini aku sudah berusia 25 tahun, oleh sebab itu aku ingin menuliskan surat untuk diriku sendiri. 

Dear Agista,

Pertama-tama aku harus mengucapkan terima kasih banyak karena kamu sudah melangkah sejauh ini. Yang paling aku syukuri adalah kamu bisa menggapai cita-citamu yang sempat dianggap ketinggian oleh orangtuamu sendiri. Dan aku sangat bangga pada kamu yang berubah ke arah lebih baik dalam beberapa hal. Sangat jauh berbeda dengan dirimu yang dulu. Begitulah, pengalaman memang mendewasakan.

Aku sangat berterimakasih atas jerih payahmu selama tahun 2015-2017 ini, mendapatkan kesempatan belajar di Inggris sungguhlah berharga. Dan aku tahu betapa kamu bekerja keras untuk hal tersebut di tahun-tahun itu. Aku tahu kamu sudah merencanakan semuanya dengan matang, termasuk apa yang akan kamu lakukan setelah kamu lulus nanti.

Aku tahu kamu masih bimbang, itu semua karena kamu berpikir bahwa kamu tidak cukup bagus. Kamu kerap berkata pada dirimu sendiri bahwa "I'm not good enough." Well, nggak semua orang good enough juga. Kamu tahu nggak sih, banyak orang yang ingin berada di posisi kamu saat ini. Pada kenyataannya kamulah yang berada di posisi itu. So, you are good enough. You just have to elaborate more of your potential.

Gis, aku tahu beberapa hari terakhir atau bulan terakhir hidupmu sangat berat. Tapi aku yakin kamu bisa melewati semua itu. Mengapa? Karena aku tahu di balik semua sifat masa bodohmu dan keacuhanmu, kamu diam-diam punya rencana. Kamu selalu punya rencana dan bisa mewujudkannya pelan-pelan. Memang sih kadang rencanamu tidak matang tapi kamu selalu punya solusi di setiap masalahmu tanpa harus meminta bantuan orang lain untuk memecahkannya. Kamu tahu kan kamu adalah sosok yang kuat dan mandiri? Kamu hanya butuh sedikit waktu dan kepala dingin untuk menyelesaikan puzzle hidupmu satu per satu.

Aku juga bangga lho pada kamu yang perlahan tidak mudah iri pada orang lain. Coba kamu tengok semasa kuliah dulu, terutama saat masih berteman dengan Chantika. Tidak dipungkiri lagi kamu adalah orang yang tidak mau kalah, akui saja. Tapi sekarang kamu tidak terlalu ambisius dan berusaha untuk menjaga dirimu tetap positif. Aku senang melihat kemajuan itu, pertahankan ya! Kamu tahu kan bahwa life is not a race. Saat ini atau nanti, kamu punya jalan dan rezeki kamu sendiri. Yang kamu butuhkan hanyalah konsistensi, persistensi, dan rasa syukur. Jangan lupa untuk kembali pada Tuhanmu juga, aku lihat kamu sudah mulai meninggalkanNya. Ingat Gis, yang kamu dapat saat ini asalnya juga dariNya. Jangan sombong, jangan lupakan Dia, dan jangan banyak alasan.


Aku juga senang kamu mulai chill dan tetap jadi pribadi kamu yang tegas. Aku senang kamu mulai bisa mentolerir kesalahan orang lain tapi jangan mau dibodohi. Ingat, semua hal yang terjadi di hidupmu, orang yang datang dan pergi itu memberikanmu pelajaran. Ingatlah kata Mbak Ayodd, kamu harus kapok dan kamu harus belajar! Kesalahan yang sama jangan diulang, kebodohan jangan dipelihara. Nekad, reckless, dan polos boleh tapi kamu juga harus punya sense, otak itu dipakai Gis.

Jangan lupa untuk mengatur keuangan dan mengatur kembali rencanamu setelah ini. Apakah kamu ingin tetap berada di Inggris atau kembali? Coba pikir lagi, apa sih yang benar-benar kamu inginkan? Apa yang hendak kamu cari di dunia ini?

Tapi sesungguhnya dan harus kuulangi lagi, aku bangga dengan kamu di usia 25 tahun ini. Aku bangga kamu tak hanya jadi wanita tangguh tapi juga jadi wanita yang selalu belajar dan mau mengembangkan diri. Aku juga bahagia melihatmu bahagia, dikelilingi orang-orang positif, dan berprinsip. Kuharap, saat kamu kembali ke Indonesia kamu akan ingat visimu. Kuharap kamu akan bisa menjalani kewajibanmu saat kembali nanti selama tiga tahun dan melanjutkan cita-citamu untuk kuliah lagi di jenjang selanjutnya. Kamu pasti bisa, kamu harus bisa!

Oh ya pesanku, kalau kamu kembali nanti kuharap kamu tidak akan jadi orang yang sombong dan arogan. Aku tahu perlahan kamu mencoret satu per satu bucket list-mu tapi hal itu tidak membuatmu lebih tinggi dari orang lain. Tetaplah rendah hati, toh apa yang kamu miliki saat ini belum tentu bisa bertahan hingga kamu tua nanti. Percayalah, hidup sederhana dan berkecukupan itu lebih nikmat daripada hidup jadi orang kaya yang tak pernah merasa cukup.

Semoga di usiamu ke-25 ini, kamu jadi pribadi yang lebih mawas diri, bisa lulus dengan hasil yang memuaskan, bisa membahagiakan orangtua dan adik-adikmu, dan bisa mencapai cita-citamu yang lain. Jangan menyerah dan teruslah bermimpi, mimpimu memang besar tapi aku tahu kamu juga punya daya untuk mewujudkannya. Semoga kamu mendapatkan pasangan yang bisa mengerti kamu juga ya Gis. Aku tahu itu susah tapi pasti suatu hari nanti kamu akan dipertemukan dengan orang yang kamu butuhkan (siapa tahu orang yang kamu inginkan juga). Keep striving girl! Thanks for staying and living your life.

Regards,
Your best mate

Agista.