Europe Trip Part 2: Nonton Music Bank dan Kebodohan Tiada Akhir

Reichstag Building

Setelah bercerita soal perjalanan awal Europe trip di sejumlah negara, kini ku ingin menceritakan pengalamanku nonton konser di luar negeri. Nggak tanggung-tanggung, bukan di Singapura atau Malaysia tapi di Berlin! Mengapa bisa demikian? Karena posisiku saat ini studi di Inggris dan tentu saja mampir ke Berlin sama dengan mampir ke Malaysia kalau dari Indonesia (yah walaupun jaraknya nggak sedekat itu juga sih). Dan aku termasuk golongan yang beruntung karena bisa mendapatkan tiket Music Bank in Berlin itu.

Awal mula kedatanganku ke Music bank yang ada di Berlin ini adalah ketika aku memeriksa laman depan Twitterku, saat itu masih bulan Juni atau Juli tapi tiba-tiba ada kabar bahwa EXO akan mampir ke Jerman. Tentu saja aku terkejut karena tidak ada konfirmasi, tidak ada kabar, tiba-tiba Live Nation mengumumkan kehadiran Music Bank di Berlin. Saat itu di pikiranku hanyalah EXO, menonton performance EXO langsung di stage adalah salah satu bucket listku. Sebenarnya bisa saja aku mengambil global package untuk EXO Planet #5 tahun depan tapi kan Xiumin sudah berada di usia menuju wamil. Daripada aku ketinggalan menonton performa Xiumin, ku mengambil risiko dengan menonton Music Bank saja dulu. Dan yah walaupun dalam Music Bank, EXO membawakan lagu Ko Ko Bop untuk yang kesejuta kali.

Sesungguhnya aku berharap penuh bahwa EXO comeback Agustus kemarin jadi mereka bisa membawakan lagu baru mereka di Music Bank in Berlin tersebut.

Bulan Juni itu, aku putuskan untuk mencatat tanggal penjualan tiketnya. Ku ingin mencoba peruntunganku kali ini, kalau memang berjodoh dengan EXO maka ku akan mendapatkan tiket. Kalau tidak ya berarti memang aku tidak berjodoh dan aku Europe Trip biasa saja. Sebenarnya aku lebih mengincar tiket seating daripada standing karena aku tahu standing itu sangat melelahkan dan ku sudah merasakannya saat datang ke konser GOT7 di Indonesia (baca di sini). Usut punya usut ku tetap mendapatkan tiket standing di dekat panggung (Stehtplatz Innenraum) seharga 234 Euro (iya mahal memang). Di situ aku sudah berpikiran negatif, ini gila sih kalau aku jadi datang. Udah standing, lawannya bule yang tinggi-tinggi lagi.


Tapi tak mengapa, tiket terbeli dan aku pun memutuskan untuk jadi Europe Trip. Jadi teman-teman, awal mula semua kegiatan Europe Trip ini adalah Music Bank in Berlin! Dan di sinilah semua drama sebelum berangkat hingga hari pertama itu terjadi (baca di sini).

Sama seperti hari-hari sebelumnya, menjelang konser dihelat pun aku masih sempat-sempatnya membuat kebodohan. Karena memang bukan Agista namanya kalau tidak melakukan kebodohan.

Disambung dari Europe Trip Part 1, jadwalku di hari keempat Europe Trip adalah berada di Amsterdam. Selama di Amsterdam aku memang melakukan kebodohan tapi tidak begitu berarti. Barulah malamnya aku tersadar bahwa memang lebih baik aku berada di Jerman sehari lebih cepat sebelum konser dimulai. Pasalnya:

Kebodohan 1: Terdapat pembagian nomor antrean masuk Hall sehari sebelum Music Bank digelar. Sementara pada tanggal 14 September 2018, aku berada di Amsterdam dan baru cabut menuju Berlin pada malam harinya dengan bus malam.

Bisa dibayangkan bahwa tentu saja (definitely!) tidak mendapatkan nomor antrean bagus untuk masuk ke dalam Hall. Dan hal ini tentu saja sangat merugikan aku dong. Ya coba bayangkan deh, bocah sekecil aku dapat nomor antrean ribuan, nggak bisa nyelip-nyelip ke depan panggung, jarak pandang ketutupan bule. Ya aku rugi dong bayar 234 Euro. Tapi tak apa, aku sudah pasrah. Dalam hati aku bilang, “Okelah ya udah kalau memang dapat Queue Number jelek ya emang nasib gue karena gue bodoh.

Mungkin masalah bisa selesai kalau aku memilih untuk mengalah dan berdiri saja di belakang kan? Ya, aku juga sempat berpikiran demikian kok. Tapi kemudian esok harinya, masalah lain muncul.

Aku sampai di Berlin dari Amsterdam pukul 5 atau 6 pagi. Sepagi itu, yang ada di pikiranku hanyalah early check in dan meletakkan carrierku di hostel. Jadi begitu turun di Berlin Alexanderplatz, aku langsung menuju stasiun U-Bahn terdekat. Tapi kemudian aku sadar bahwa semakin lama aku mengulur waktu antre, maka semakin jelek QN yang bakal aku dapatkan. Jadi aku berubah pikiran dengan berganti haluan menuju Max Schmelling Halle alias venue diadakannya Music Bank.

Thanks God! Usahaku tak sia-sia. Meski membawa carrier dan backpack berat lalu berjalan sekitar 15 menit dari stasiun Schonburger Allee, aku akhirnya mendapatkan QN juga. Setelah mendapatkan gelang Live Nation bertuliskan QN dereta seribu tiga ratus sekian, aku lega. Yah setidaknya kalau nanti antre ku masih bisa masuk. Setelah itu baru aku langsung ke hostel.

Beruntung aku sempat belajar Bahasa Jerman! Jadi semua hal terasa lebih mudah bagiku. Begitu sampai Hostel, aku langsung bertanya pada resepsionis:

Aku: Kann Ich früh checken-in haben? Ich habe reserviert. 
*kuberikan hape berisi kode reservasiku* 
*resepsionis mengambil hapeku dan mengecek di komputer* 
Resepsionis: Tut mir leid, Sie konnen am 15 uhr checken-in 
Aku: So, Ich kann nicht checken-in? 
Resepsionis: (Ya bisa sebenarnya tapi room kamu baru tersedia jam tiga nanti, kalau sekarang masih dipake. Jadi kamu check-innya ntar aja jam 3 sore. Kamu bisa duduk-duduk di sini atau jalan-jalan dulu di sekitaran Berlin), saran dia. 
Aku: Ach so, kann ich meine Gepäcken hier lassen? 
Resepsionis: Sure *lalu dia membukakan pintu luggage room buatku meletakkan ‘beban hidup’ku ini*

Setelah mengucapkan terima kasih langsung aku pergi dan yang ada di pikiranku saat itu adalah Brandenburger Tor, first stop.

Masalah pertama yang muncul dalam perjalanan ini adalah ternyata tram M6 dari hostel ke Alexanderplatz mengalami diversion, itu artinya rute yang dilalui M6 ini dimodifikasi karena adanya rekonstruksi jalan atau sejenisnya. Alih-alih turun di Alexanderplatz, ku turun di stop yang berbeda. Sempat mengikuti City Mapper sih tapi aku bingung dengan perbedaan stasiun U-Bahn dan S-Bahn. Ya, Jerman memang memiliki dua macam stasiun yakni U-Bahn dan S-Bahn. Menurut orang Jerman sih, U-Bahn artinya Underground sementara S-Bahn artinya Overground. Masih ada juga Tram, TXL (Bus), dan juga DB (alias Deustche Bahn atau semacam National Rail-nya Jerman gitu). Ada beberapa stasiun U-Bahn yang merangkap juga sebagai stasiun S-Bahn, biasanya dinamakan S+U tapi kebetulan dari City Mapper ku disarankan untuk mengambil S-Bahn Alexanderplatz yang ternyata terpisah dari U-Bahnhof-nya.

Jadi aku tanya lagi sekalian praktik Bahasa Jerman. Dan setelah bertanya itu, baru aku sadar kalau stasiun S dan U memang dipisah, jaraknya pun agak berjauhan. Sembari menuju Brandenburger Tor, aku mampir di McD untuk membeli dua double cheeseburger sebagai santapan pagi. Tips sobat kismin: makan cukup double cheeseburger McD saja.

Setelah itu aku cuss ke Brandenburger Tor dan sampai dengan selamat tanpa tersesat. Masalah selanjutnya terjadi usai dari Brandenburger Tor.


Kebodohan 2: Salah ambil jalan dari Brandenburger Tor menuju Jews Memorial Monument.

Saat itu kebetulan sedang ada hajatan Berlin Marathon juga, sehingga Brandenburger Tor semakin padat dan ada sejumlah stand makanan kaki lima untuk memeriahkan acara. Dengan mengikuti City Mapper, ternyata aku salah mengambil jalan. Harusnya dari Brandenburger Tor ku hanya perlu belok kiri sekali lalu berjalan lurus sekitar 500 meter. Faktanya, aku malah belok kanan di jarak 250 meter dan masuk ke dalam area Berlin Marathon. Saat aku cek City Mapper lagi, ternyata aku salah jalan dong. Kucoba cari jalan alternative dengan melintasi taman dekat arena Berlin Marathon eh ternyata kok ditutup dengan pagar dong. Akhirnya aku balik lagi ke jalan masuk Berlin Marathon tadi untuk keluar.

Yha padahal jaraknya Cuma 500 meter!

Nah setelah ketemu Jews Memorial Monument tempatnya Syahrini dihujat warganet itu, itinerary kembali lancar nih. Aku sempat melintasi Reichstat dan berfoto di depannya, sempat jalan-jalan sedikit juga di daerah situ. Baru setelah aku putuskan untuk jalan-jalan ke daerah Berlin yang lain. Niatnya aku segera balik ke hotel pukul 2 siang karena check in baru diperbolehkan jam 3 sore kan, nah sembari itu niatku ingin ngecharge ponsel karena demi Allah powerbank-ku tiba-tiba rusak!!!!!

Jews Memorial

Fakta ternyata berkata lain. Begitu aku jalan-jalan ke tempat lain, tepatnya ke Kreutzigstrasse 12, waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang dan itupun aku sempat nyasar-nyasar. Di sinilah kesialanku bermula.

Kebodohan 3: Baterai hape dua-duanya habis, powerbank rusak sehingga nggak bisa ngecharge ulang.
Kebodohan 4: lupa kalau tram M6 menuju hostel mengalami diversion
Kebodohan 5: belum makan
Kebodohan 6: Belum sempat membeli Kinder Duplo yang memang sudah kurencanakan sejak di London.
Kebodohan 7: Air minum sudah habis parah
Kebodohan 8: Belum check in hostel.

Setelah tetap nekat menuju Kreutzigstrasse, aku akhirnya cepat-cepat mengambil kereta kembali ke Alexanderplatz dengan harapan aku lebih memahami jalan dari Alexanderplatz ke Hostel daripada tempat lain. Tapi ya itu tadi, ternyata tram M6 mengalami diversion sehingga aku harus menunggu kurang lebih setengah jam di halte. Dan bodohnya lagi, ternyata jarak ke Hostel lebih dekat kalau aku langsung ambil stasiun di dekat Kreutzigstrasse dong!!!!

Sungguh ku ingin marah … melampiaskan … tapi ku hanyalah sendiri di sini …

Setelah aku mengecek ulang jalur di City Mapper, aku mendapati fakta bahwa memang aku harusnya pulang setelah berfoto-foto di Kreutzigstrasse tersebut, bukannya balik ke Alexanderplatz. Akibat kebodohan ini, aku baru sampai hostel jam 4 sore dan buru-buru melakukan check in, mandi, dan nge-charge hape. Dan tentu saja baterai hapeku tidak penuh karena hanya diisi ulang kurang dari sejam dong!

Semua kegoblokan terjadi hanya demi foto ini

Kebodohan 9: Malah menyempatkan diri membeli Kinder Duplo di Aldi sebelum berangkat ke venue konser.

Setelah aku sudah siap dan baterai hape setidaknya terisi, pukul setengah 6 aku berangkat dari Hostel menuju venue. Perlu kalian ketahui bahwa durasi tempuh dari Hostel ke Venue memakan waktu setidaknya 45 menit dan acara dimulai pukul 19.30. Itu artinya setidaknya pukul 7 aku harus sudah ada di venue. Eh malah tidak.

Baterai lightstick EXO-ku tiba-tiba habis dong padahal nggak kugunakan. Kuduga lightsticknya kepencet-pencet selagi aku membawanya dengan berisikan baterai di carrier. Langsung aku mengumpat. Kenapa sih coba aku sebodoh dan se-careless itu?

Akhirnya aku nekat saja dong. Aku pergi membawa lightstick tidak nyala itu dan siapa tahu di dekat jalan raya nanti ada toko kelontong. Memang ada, ALDI Namanya yaitu Supermarket murah Jerman. Aku bersyukur dong! Dan ketika aku masuk ke ALDI dengan niat hanya membeli baterai, ternyata ada Kinder Duplo juga, dan aku haus karena aku meninggalkan tasku yang berisikan tumbler di hostel. Akhirnya aku beli baterai, Kinder Duplo, dan susu botolan. Sudah dapat semuanya, ternyata belanjaanku perlu dimasukkan ke tas plastik besar dong. Tas ini tidak mungkin kubawa ke venue jadi aku balik lagi ke Hostel.

Kebodohan 10: Mengambil jalan pintas yang salah menuju ke hostel.

Agista anaknya sok-sok berpikir menggunakan logika sih, ternyata dia memilih jalan kembali ke Hostel yang salah dan memutar terlalu jauh. Hasilnya? Dia mengulur waktu lebih lama lagi dong, pintar! Belum lagi setelah sampai hostel, ku menyimpan belanjaan tadi di loker bawah sekalian dengan tasku agar aman dan aku perlu menukarkan uang dulu dari yang semula berbentuk kertas ke koin. Semakin mengulur waktu!

Dan ternyata aku baru bisa berangkat pukul 6 sore teman-teman, hebat bukan? Itu artinya aku akan sampai di venue sekitar pukul 18.45 kurang lebih 45 menit sebelum acara dimulai. Lalu apa tujuanku mengambil gelang bertuliskan QN tersebut? Sampah!

Tapi ya sudahlah, intinya sih ku masih bisa masuk ke dalam venue dan justru karena itulah aku beruntung. Aku langsung mengambil Stehtplatze di bagian paling atas bukan di Innenraum. Karena apa? Karena aku malas berdesak-desakan dengan para bule. Jadi aku mengambil venue paling atas dan tentu bisa melihat panggung dengan super jelas hahahaha.


Nah di sinilah keseruan dimulai yakni Music Bank in Berlin. Kebetulan ada dua bintang tamu yang paling kusuka yakni (G)-Idle dan EXO tapi ada juga Taemin, gitu-gitu dulu aku pernah ngebiasin grupnya lho. Dan pada saat itu, di hari yang sama dua bucket listku terpenuhi: Foto di Brandenburger Tor serta nonton konser EXO langsung.

Panggung Music Bank in Berlin tidak begitu mewah kalau dibandingkan dengan panggung Music Bank di Indonesia atau Singapura, malah terbilang lebih kecil. Tapi acaranya seriusan memuaskan. Penampilan dibuka oleh Stray Kids, grup rookie dari JYP Entertainment. Aku tahu Stray Kids tapi nggak terlalu mengikuti mereka atau mendengarkan lagu-lagu mereka. Tapi yang jelas Stray Kids ini modelannya mirip dengan GOT7 di awal debut, berasa hip-hop dengan dance performance yang ciamik. Ada satu member yang charm-nya mirip dengan Jaemin NCT dan sedang berulang tahun hari itu. Stray Kids membawakan tiga lagu mereka ditambah dengan cover dance GOT7 dan BTS di pertengahan acara, intinya fans Stray Kids malam itu pasti kenyang dengan performa yang ditampilkan oleh grup 9 member ini.

Selanjutnya ada grup rookie favoritku yakni (G)-Idle. Seperti yang sudah kuduga, mereka membawakan Latata dan HANN. Saat mereka tampil, aku tak berhenti meneriakkan nama Yuqi berkali-kali meskipun tidak di-notice. Yha, nasib berada di Stehtplatze paling tinggi. Tapi overall aku sangat menikmati penampilan mereka. (G)-IDLE pun membawakan tiga lagu tambahan, tiga lainnya adalah lagu cover.

(G)-IDLE

Yang paling memeriahkan suasana malam itu adalah kehadiran EXO dan Wanna One, fangirl dua grup ini tak berhenti fanchant atau menyanyi bersama. Nggak sedikit juga Shawol yang datang di Music Bank in Berlin malam itu. Lightstick pearl aqua menyala di sela-sela lightstick silver EXO-L. Apalagi Taemin tampil memukau seperti biasanya, dalam acara ini Taemin menyanyikan lagu Move, Danger, Press Your Number, serta I Want You bareng Key dan Minho via video chat. Manis banget! Yang paling mengharukan adalah saat Taemin menyanyikan lagu solo dia yang slow beat dan aku kebetulan tidak tahu judulnya. Di situ, semua lightstick menyala, yang nggak punya lightstick ikutan nyalain senter hape. Sama ketika Chanyeol membawakan lagu Wind of Change Scorpions.

SEORANG PARK CHANYEOL MENGCOVER WIND OF CHANGE SAUDARA-SAUDARA!
Sumpah sih!

Wind of Change merupakan lagu favoritku dari band favoritku juga, Scorpions. Hari itu aku sudah mencoret dua bucket list dan Park Chanyeol menyempurnakannya dengan penampilan apik cover Wind of Change. Menyentuh banget sih! Apalagi para audiens ikutan nyanyi sepanjang lagu sembari melambaikan lightstick mereka. Seriusan indah banget!

Pada dasarnya meski aku tidak terlalu mengikuti Wanna One dan juga Stray Kids, aku tetap masih bisa menikmati penampilan mereka dan bernyanyi bersama mereka. Tapi bukan berarti setelah ini aku bakal berpindah fandom lagi sih hahaha. Sudah cukup, terlalu banyak fandom yang aku ikutin!


Tak cuma para bintang tamu saja (Taemin, EXO, Wanna One, (G)-Idle, Stray Kids), Somi juga menyumbangkan penampilan special. Begitu pula MC special malam itu, Daniel (bukan Park Bo Gum). Aku sebenarnya nggak tahu dengan perhelatan Music Bank di negara lain tapi yang jelas Music Bank in Berlin ini interaktif sekali. Para MC benar-benar mengajak audiens berkomunikasi dengan baik, termasuk Somi dan Park Bo Gum yang bisa membawa suasana hangat sepanjang acara. Ada juga birthday project yang sukses saking interaktifnya Music Bank ini yakni birthday project Chen EXO dan juga salah satu member Stray Kids yang aku nggak tahu Namanya. MC Daniel pun sempat berinteraksi langsung dengan penonton yang duduk di tribun, hal ini tentu saja membuatku iri karena penonton ini beneran disorot dan diberi kesempatan untuk mengucapkan sepatah dua patah kata pada bias. Beruntung banget!

Dalam acara ini, EXO membawakan lima lagu yakni The Eve, Ko Ko Bop, Boomerang, Power, dan What U Do! Ku sempat berharap bahwa EXO akan menunjukkan spoiler comeback mereka di Music Bank ini, special gitu lah. Eh ternyata spoilernya Cuma di koreografi yang dilakukan Kai dong. Meski demikian kalau dipikir sih memang rasanya nggak mungkin EXO bakal ngebawain lagu comeback mereka secara istimewa di acara tersebut, kalau iya mah wah sudah senang banget sih aku. Maka dari itu sebenarnya ekspektasiku tersebut benar-benar aku tekan. Meski harapanku EXO akan comeback dulu sebelum Music Bank dan tidak menyanyikan Ko Ko Bop untuk yang kesejuta kali, aku tak begitu kecewa. Sebab Music Bank kemarin merupakan mini Elyxion yang tidak sempat aku datangi dan aku puas. Sungguh!

Melihat EXO berada di depan mata, bukan di layer laptop atau hape merupakan sebuah anugerah tersendiri. Memang sih jauh tapi memang jelas kok bagaimana tampannya mereka. 8 orang itu nggak ada yang jelek, bahkan Kai sekalipun. Selama ini aku menganggap Kai adalah yang paling nggak banget di EXO tapi begitu melihatnya langsung, aku berubah pikiran. KAI SEGANTENG ITU MAKANYA KRYSTAL MAU SAMA DIA!

Xiumin juga paling menyita perhatian karena dia benar-benar imut, seimut-imutnya orang ya Xiumin itu. Tapi kalau sudah perform, Xiumin adalah tipikal orang yang all out. Sepanjang performance aku lihat dia gigih dalam melakukan segala koreografi. Sumpah sih Xiumin adalah sosok suami yang bisa diandalkan. Tidak seperti bias utamaku, Kyungsoo. Aku memanggilnya terus menerus tapi tidak dinotice (mungkin kejauhan) dan Kyungsoo memang benar-benar kecil seperti anak SMP dan se-lempeng itu. Yang bikin aku agak kecewa adalah Kyungsoo sekarang nge-dance-nya agak kurang niat, berbeda dengan saat debut dulu. Kamu jangan mentang-mentang udah jadi actor ya beb!

Lalu Baekhyun ternyata juga ganteng dan soft banget! Chanyeol setinggi, sebesar, dan seganteng itu. Sehun apalagi, jangan ditanya pokoknya. Chen benar-benar seperti malaikat sih, ketika aku melihatnya langsung aura kebaikan dia menebar kemana-mana. Dan Suho, sepertinya dia notice diriku.



Jadi sebelum Music Bank betulan dimulai, semua artis dipanggil terlebih dulu ke atas panggung sembari membawa bendera Korea Selatan dan Jerman. Rombongan EXO dan Taemin berada di sisi kanan panggung, dekat dengan anak-anak Stray Kids. Saat mereka melambai-lambai, aku berusaha mengayunkan lightstickku keras-keras dan memanggil-manggil EXO. Lalu Suho sepertinya melihat ke arah tribun atas, tempatku berada. Saat dia menoleh aku berteriak “Suho! Suho!” lalu dia melambai. Yah, mungkin dia melambai ke fans yang lain.

Acara ditutup dengan lagu Gangnam Style dan semua artis menggila, termasuk Taemin yang nggak ada jaim-jaimnya sama sekali. Sementara anak-anak EXO sok-sok jaim, duh kalian kenapa sih. Kalau gila ya gila aja gitu. Lalu Kai menempel Taemin terus dan melupakan Kyungsoo hahahahaha.

Yang paling memorable dari Music Bank malam itu adalah penampilan Chanyeol membawakan Wind of Change, EXO menyanyikan What U Do! dan Boomerang, Taemin menyanyikan lagu selow-nya, dan Park Bo Gum merapikan rambutnya. Fanchant-fanchant EXO-L Eropa pun menggila, inilah sebabnya EXO-L Eropa harusnya tidak diremehkan oleh SM. Masa sih kalah dengan BTS atau GOT7 yang menyelenggarakan konser di Eropa? EXO kapan woi?

Terlepas dari semua kebodohan-kebodohan yang kuperbuat hari itu dan hampir merugikan diri sendiri, aku bahagia karena bisa menyaksikan penampilan EXO di negara yang aku cintai, Jerman. Tambahan lagi, ternyata orang Eropa memang beneran setertib itu sehingga selama nonton konser pun nggak ada yang namanya menyenggol orang lain atau nyerobot antrean. Sumpah sih nonton Music Bank super huwenak dan nyaman!