Review Album: NCT - Regular Irregular 2018


Sebenarnya sebagai seorang NCTzen sejak zaman SMRookies, aku harusnya menulis review full album pertama NCT 127. Sayangnya karena satu dan lain hal (alias malas) aku jadi menunda review ini hingga 8 hari setelah albumnya rilis. Aku berharap agar review ini tetap relevan sih. Karena tren album Regular-Irregular masih ada kan? Apalagi regular challenge juga sepertinya masih bertebaran di eksplor Instagramku.

Satu hal yang bikin aku agak malas dengan SM apalagi dengan konsep NCT ini. Aku ingat banget bahwa mereka menyebutkan kalau NCT 127 adalah tim tetap dalam suatu acara. Entah itu Taeyong atau Jaehyun menjelaskan kalau NCT127 ini nggak bakal berubah-ubah, anggotanya fix dan base-nya fix. Seingatku mereka bilang begitu pada saat tim sudah beranggotakan sembilan orang termasuk Doyoung dan Johnny. Jadi aku senang dong, oh oke nih fix 9 member. Lalu SM melanggar janjinya, dengan mendebutkan NCT 127 di Jepang. Saat itu aku berpikir, lalu mengapa dari awal bilang kalau NCT 127 itu base-nya Korea eek? Kenapa nggak ngedebutin sub-unit Jepang aja?

Lalu muncullah Jungwoo di album Regular-Irregular ini. Lalu aku makin sebal.

Sebal karena bukan Ten yang dimasukin ke sub-unit Seoul ini atau Kun. Tapi malah Jungwoo. Mana keadilan wahai SM? At the end of the day, aku jadi ignorant sih. Jadi, yah ya udah sih suka-suka SM aja yang punya duit mereka.


Anyway, album Regular-Irregular ini secara desain masih mirip dengan Empathy dan ala-ala NCT banget. Desainnya tabrakan ke sana dan ke mari. Personally kurang estetik bila dibandingkan dengan konsep Limitless yang kesannya lebih rapi, swag tapi rapi gitu. Karena main tubruk sana-sini, desainnya kurang eye catchy buat aku jadi aku nggak memutuskan beli (atau siapa tahu pikiranku berubah dengan membeli album ini di Korea langsung nanti, aminin aja). Oleh sebab itu, aku memutuskan untuk mendengarkan albumnya via Spotify saja.

Seperti apakah isi album Regular-Irregular NCT 127 menurutku? Simak penjelasan di bawah.

Album dibuka dengan lagu City 127, suara Doyoung dan Taeil yang lembut menyambutmu di track pertama. Lagu ini memiliki melody yang chill dan rap yang nggak berat alias slow. Masih bisa didengarkan oleh fans yang nggak terlalu memiliki selera hip hop. Lagu ini mengingatkanku pada track-track yang terdapat di album Limitless, lebih tepatnya lagu Angel (lagu favoritku btw). Rhytm dan beat yang digunakan sepanjang lagu bikin hidup kamu berasa sangat santai. Paling enak sih mendengarkan lagu ini sambil makan es krim di hari yang panas gitu, sejuk abis!

Track selanjutnya adalah title track album full pertama NCT 127, Regular. Sejujurnya pertama kali dengar lagunya aku sudah meng-underestimate duluan dengan membatin, "Yaelah Amerika banget. Ya elah beatnya ala-ala lagu hip hop yang lagi mainstream di Amrik banget." Well ya emang strateginya SM sih agar bisa menembus pasar Amerika dengan menggunakan beat seperti itu. Seiring waktu, aku mulai bisa menerima lagu Regular ini dan lama-lama kecanduan juga. Padahal lagunya sebenarnya nggak se-ear catchy itu. Dan seperti biasa, lagu ini didominasi oleh rap Taeyong dan Mark, kadang suka heran sih sama SM kenapa nggak ngasih line rap ke member lain yang mampu seperti Yuta gitu atau Winwin yang udah 3 mini album dan 1 full album suaranya nggak kedengeran sama sekali. Sebenarnya fungsi Winwin di grup ini apa sih?

Tapi nggak disangkal juga aku sangat menyukai part Donghyuck di bagian "... diamonds in my neck looking like a fashion show..." di Regular versi Inggris. You snatch my wig baby Hyuck! Aku juga suka part Jaehyun yang "...cheese my queso..."

Lalu sepertinya NCT 127 kembali melanjutkan tren EDM mereka di track selanjutnya, Replay (PM 01:27). Kadang aku suka bertanya-tanya juga, ini judul track di masing-masing album mereka kenapa mirip-mirip sih. Ada lho satu lagu di album Cherry Bomb yang pakai PM 01:27 juga. Dengan reff "I just want to be loved" kenapa nggak pakai judul "I just want to be loved" aja ketimbang mengulang hal yang sama kan? Kan ketahuan nggak kreatifnya gitu. But well, I'm not here to complaint but to write a review. Terlepas dari nggak se-kreatif apapun judul lagu itu, Replay (PM 01:27) merupakan lagu EDM yang chill banget dengan olah vokal yang patut diapresiasi. Nggak ada rap Taeyong dan Mark lagi. But to give it "best song" title, rasanya terlalu cepat sih. Lagunya enjoyable tapi nggak sebagus itu juga. Organik.


Selanjutnya ada Knock On yang memiliki melody R&B. Dan seperti yang kalian tahu R&B is my cup of tea, to be honest aku tuh suka banget ketika NCT 127 menyanyikan lagu-lagu semacam ini. Karena mereka sebenarnya oke banget dalam menyampaikan feel lagu R&B macam ini, vokal Taeyong pun cocok banget sebenarnya. Dan alhamdulillah yah aku bisa mendengarkan suara Johnny dan Yuta dalam Knock On ini, suara mereka soothing banget! Vokal Jaehyun pun perlahan menunjukkan perkembangan. Lama-lama sih trio Doyoung, Taeil, dan Jaehyun bisa jadi the next sub-unit macam KRY atau TTS gitu. To sum it all up, Knock On berpotensi masuk ke lagu favoritku dan aku rekomendasikan but let's continue. Still too early to give you recommendations.

Masih dalam suasana yang chill, setelah mendengarkan R&B selaw pendengar disodori dengan ballad yang lagi-lagi dinyanyikan oleh vocal line, No Longer. Vokal-vokal emosional dari Doyoung, Jaehyun, dan Taeil pas banget untuk genre lagu semacam ini. Haechan pun mendapatkan bagian dalam menyanyikan No Longer hanya saja suaranya yang unik tersebut kurang memberikan feel melankolis dalam lagu ballad, I prefer him to sing R&B related sih. Meski demikian, si Donghyuck ini bisa melebihi ekspektasi yang kuharapkan lho. Dia bisa mengambil nada tinggi dengan sangat baik dan membuktikan bahwa dia berhak mendapatkan tempat sebagai main vocal.

Nah seperti biasa, NCT selalu menyisipkan semacam Intro atau Outro di album mereka. Dan kali ini, NCT 127 menyisipkan Interlude. Interlude ini bukan lagu tapi semacam musikalisasi puisi yang narasinya dibacakan oleh Jungwoo, Yuta, Winwin, dan Johnny. Rupanya fungsi Winwin baru kentara dalam Interlude ini. Melodi yang digunakan adalah melodi yang terdapat pada teaser NCT 2018 versi soft. Meski narasinya nggak menyentuh-menyentuh banget, keberadaan interlude ini cukup bisa diapresiasi sih. Apalagi suara Jungwoo dan Yuta soothing banget di telinga. Percaya deh, setelah mendengarkan interlude ini, kamu pasti bakal pengen belajar bahasa Jepang.

Selanjutnya ada track My Van, kembali ke genre hiphop berat dengan beat organik ala USA. Seperti album-album sebelumnya, selalu ada satu track khusus yang didedikasikan untuk duo rapper Mark dan Taeyong. To be honest, track My Van ini rapnya masih terdengar "manusiawi" dan nggak seberat Whiplash ataupun Mad City. Sebenarnya nggak ada masalah sih dengan perbedaan genre dalam satu album tapi rasanya album Regular-Irregular ini kurang konsisten dengan konsep judulnya. Dibilang irregular nggak juga karena formulasi album NCT ya begitu itu. Malah kalau menurutku semua lagu yang bisa dimasukin ya dimasukin aja di album ini.

Move on ke track selanjutnya Come Back yang jadi tandem bareng title track di acara musik. Track satu ini sedikit banyak mengingatkan pada Good Thing tapi groove-nya nggak se-hype Good Thing. Lagu ini oke kalau sering didengar. Dan lagi, aku suka SM akhirnya menaruh perhatian pada potensi vokal Donghyuck dengan memberinya part bernada tinggi yang bisa dia taklukkan. Aku juga suka akhirnya suara Johnny kedengeran, nggak melulu Taeyong dan Mark saja. Lagu ini berpotensi jadi salah satu track favoritku dalam album Regular-Irregular tapi mari kita lihat nanti ya. Karena Come Back sendiri merupakan tipikal lagu yang aku sukai, punya vibe R&B dan musiknya variatif lalu nggak hiphop banget.


Selanjutnya ada Fly Away With Me yang mengeksploitasi suara lembut Doyoung. Fix dan akan selalu begitu, Doyoung selalu jadi bias wrecker-ku dengan suaranya yang angelic banget. Fly Away With Me ini lagu pop organik Korea sih. Aku ramal lagu ini akan menjadi lagu underrated dari NCT, bisa jadi ketika kamu berada di kafe berkonsep Korea kamu nggak akan mengenali bahwa lagu ini dibawakan NCT. Aku suka dengan melodi lagu ini dan variasi musik serta vokalnya. Fly Away With Me bisa jadi salah satu track favoritku selanjutnya sih. Apalagi ketika mendengarkan suara Jaehyun yang mirip banget dengan suara Baekhyun. Sementara suara Donghyuck stand out banget dan harus aku akui sekali lagi, Donghyuck can pull slow song perfectly.

Sebelum album habis, ada dua track lagi yakni Regular (English Ver.) dan Run Back 2 U. Sesungguhnya dibandingkan dengan English Version, aku lebih suka Regular Korean Version. Karena lirik bahasa Inggris lagunya nggak nyambung banget dan maksa. Memang sih nadanya pas dan nggak janggal, tapi tetap aja liriknya makes no sense sehingga bikin aku ilfil. Mending sekalian dengerin versi Koreanya tanpa tahu arti lagu tersebut kan?

Nah, di sisi lain ada lagi track dengan judul nggak kreatif (nggak usah dibahas). Yang ingin kubahas adalah bagaimana track tersebut sebenarnya menghancurkan ekspektasiku. Sebab melodi yang digunakan dalam Run Back 2 U adalah melodi dari dance practice Bassbot di zaman Taeyong cs masih jadi SR15B. NCTzen yang ngikutin Taeyong sejak zaman SMRookies pasti tahu banget betapa kerennya koreografi Bassbot tersebut. Tapi begitu lagunya dirilis dalam album Regular-Irregular dan diisi dengan lirik, energi serta power yang terdapat dalam lagu menghilang begitu saja. Lagunya jadi terdengar lenjeh, nggak semangat, dan awkward maksimal gitu. Belum lagi sentimen soal hengkangnya Hansol yang gagal debut dengan NCT atau Ten yang nggak masuk formasi NCT127 makin membuat lagu ini jadi bikin aku ilfeel. Yah, meski tetap saja aku suka mendengarkan beatnya. Aku hanya berharap lagu ini dirilis tanpa harus diisi lirik atau dibikinin extended version.

Overall menurutku album Regular-Irregular masih nggak bisa menggantikan ranking album Limitless di daftar album terbaik NCT 127. Dari segi desain, materi lagu, dan konsep, semuanya nggak terlalu memenuhi ekspektasiku. Aku nggak bisa bilang kalau NCT 127 mengalami penurunan kualitas, bisa dibilang secara kualitas mereka justru berkembang. Dan SM akhirnya menaruh perhatian pada underrated member. Tapi penambahan Jungwoo sebenarnya nggak membawa suasana baru pada formasi grup. Dan NCT terbukti masih bermain di formula itu-itu saja meski mencoba untuk menembus pasar Amerika. Yah, sebagai fans sih aku cuma bisa berharap yang terbaik buat mereka. Good luck!